Limbah makanan (food waste) di sekolah yang menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tantangan lingkungan karena sebagian besar belum dikelola secara optimal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, dan emisi gas rumah kaca akibat pembusukan sampah organik. Di MAN 2 Aceh Tamiang, pelaksanaan program MBG menghasilkan limbah makanan sekitar 15–30 kg per hari sehingga diperlukan solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam pengelolaan limbah makanan melalui teknologi biokonversi maggot (Black Soldier Fly/BSF) dan penguatan kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta dengan rata-rata nilai pretest sebesar 75,00 dan posttest sebesar 95,00 serta nilai n-gain sebesar 0,80 yang termasuk kategori tinggi. Tanggapan peserta terhadap kegiatan juga sangat positif, terutama pada aspek relevansi materi, kebermanfaatan program, dan keterampilan praktik budidaya. Kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pengelolaan limbah makanan berbasis maggot sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026