Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Divisi Central Laboratorium PT. Muliakeramik Indahraya Cikarang Bayudi Marta; Yunita Primasanti; Agung Widiyanto Fajar Sutrisno
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2025): NJMS - Agustus 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil kinerja atau target yang di hasilkan oleh karyawan Divisi Central Laboratorium PT. Muliakeramik Indahraya dalam enam bulan terakhir tidak mencapai target atau kurang dari 100%. Tidak tercapainya kinerja yang optimal pada divisi Central Laboratorium berdampak pada terhambatnya suplai bahan baku dari Incoming Material Control ke produksi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan Divisi Central Laboratorium di PT. Muliakeramik Indahraya. Pernyataan disusun memakai skala Likert dengan lima jawaban yakni: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Teknik analisis yang dipakai yakni analisis linear berganda dengan aplikasi SPSS 26.0 serta Microsoft Excel 16. Berlandaskan hasil analisis diperoleh bahwasanya kondisi beban kerja pada Divisi Central Laboratorium PT. Muliakeramik Indahraya yakni beban kerja berdampak negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kondisi lingkungan kerja pada Divisi Central Laboratorium PT. Muliakeramik Indahraya yakni lingkungan kerja berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Beban kerja dan lingkungan kerja berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Divisi Central Laboratorium PT. Muliakeramik Indahraya.
Optimasi Proses Pengelasan SMAW Pada Posisi 2G Dengan Analisis Pengaruh Besaran Arus Terhadap Kekuatan Tarik Aditya Nugraha Pratama; Agung Widiyanto Fajar Sutrisno; Anita Oktaviana Trisna Devi
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2025): NJMS - Agustus 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan dalam industri manufaktur. Pada posisi 2G, kualitas sambungan sangat dipengaruhi oleh gravitasi yang menarik cairan logam las, sehingga pengaturan parameter, khususnya besaran arus, menjadi faktor krusial. Arus yang terlalu kecil menyebabkan penetrasi dangkal dan sambungan lemah, sedangkan arus terlalu besar berisiko menimbulkan cacat seperti porositas dan undercut. Penelitian ini bertujuan menentukan arus optimal untuk pengelasan SMAW posisi 2G pada baja karbon rendah dengan ketebalan 8 mm, 10 mm, dan 12 mm. Proses pengelasan menggunakan elektroda LB-52 jenis E7016 dengan variasi arus 90 A, 100 A, dan 110 A. Pengujian tarik dilakukan pada masing-masing kombinasi arus dan ketebalan, dengan tiga kali pengulangan. Uji tambahan juga dilakukan pada arus 70 A dan 80 A untuk ketebalan 10 mm. Hasil menunjukkan bahwa arus 90 A menghasilkan kekuatan tarik tertinggi pada ketebalan 8 mm (353,26 kg/mm²), sedangkan untuk ketebalan 10 mm dan 12 mm, kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada arus 110 A, masing-masing sebesar 472,13 kg/mm² dan 605,40 kg/mm². Namun, pada ketebalan 10 mm, selisih kekuatan tarik antara arus 90 A dan 110 A hanya sekitar 2,3%, sehingga 90 A lebih efisien dari sisi konsumsi energi. Pengamatan lainnya menunjukkan bahwa pada arus 70 A dan 80 A, seluruh spesimen patah di daerah las, menandakan kekuatan sambungan rendah. Dengan mempertimbangkan efisiensi energi, kekuatan sambungan, dan lokasi patahan, arus 90 A direkomendasikan sebagai titik optimal untuk pengelasan SMAW posisi 2G baja karbon rendah pada ketebalan tipis hingga sedang
PENGARUH BEBAN KERJA, KOMPENSASI, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT XYZ Alfianti, Dita; Indristianingsih, Erna; Sutrisno, Agung Widiyanto Fajar
Jurnal Inovasi Teknik Industri Vol 4, No 2 (2025): JURNAL INOVASI TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jitin.v4i2.1852

Abstract

Dalam menghadapi dinamika persaingan global, perusahaan dituntut untuk memastikan seluruh elemen internalnya berfungsi optimal, termasuk kinerja sumber daya manusia. Penurunan kinerja karyawan dapat berdampak signifikan terhadap produktivitas dan daya saing perusahaan, terutama di sektor manufaktur seperti tekstil. PT XYZ mengalami penurunan produksi sebesar 30% dalam tiga tahun terakhir, yang diduga berkaitan dengan faktor internal seperti beban kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kinerja karyawan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 80 karyawan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh parsial dan simultan dari ketiga variabel independen terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, beban kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia melalui penyesuaian beban kerja, peningkatan sistem kompensasi, dan penciptaan lingkungan kerja yang lebih kondusif.Kata kunci: Beban Kerja, Kompensasi, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan 
Analisis Biomekanika pada Berbagai Posisi Pengangkatan Karung Beras Menggunakan Metode REBA dan QEC Devi, Anita Oktaviana Trisna; Sutrisno, Agung Widiyanto Fajar
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.53251

Abstract

Lifting activities in rice milling businesses are still largely done manually. This was found at the Barokah Rice Mill in Pucang, Secang, Magelang. Workers lift using three lifting positions: front carry, back carry, and overhead carry. Based on the REBA analysis, the overhead carry position scored slightly safer. At the initial lifting position, all three positions scored very high. However, once the load is lifted and carried, scores begin to decline. The overhead carry position showed the largest drop in scores. The exposure level in the QEC analysis was 57%, indicating that lifting movements need to be modified. 
Peningkatan Kreatifitas Siswa Melalui Kegiatan Lomba Mewarnai dan Sosialisasi dengan Film Bullying di SD Negeri Sindon 1 Erna Indriastiningsih; Afif Mar'ah Iftinan Nur Firdaus; Nanding Arief Ekhsandy; Agung Widiyanto Fajar Sutrisno; Bekti Nugrahadi; Annisa Indah Mutiasari
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i2.4086

Abstract

Real Work Lecture (KKN) activities are carried out outside campus with the aim of increasing the relevance of higher education to development and society's need for science, technology and art to carry out development which is increasing, where students' perceptions of the relevance of the curriculum studied on campus with the reality of development in society. Where the aim of the Real Work Lecture is to guide and direct students in increasing creativity through coloring competition activities and socialization through bullying films at Sindon 1 State Elementary School. This research uses a qualitative type of research in this activity, coloring picture competitions with plant and animal themes for grades 1-3 and screening of films about bullying for grades 4-6. The implementation method approach uses two types, namely the student education approach with the student companion model, while the data collection process is carried out using participant observation techniques and literature study using the Miles and Huberman analysis model but supplemented with data triangulation tests. The results of the activity showed that students' creativity with the picture coloring competition and socialization through showing films about bullying went according to expectations, as evidenced by the participation of all students in grades 1-3 and grades 4-6. The level of enthusiasm is high due to their participation in delivering material and practical activities and students are able to understand the theory and knowledge related to the process of coloring pictures and there is awareness among students to live in harmony, respect and help each other and not carry out bullying which is detrimental to friends.
Optimasi Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Metode SLP dan BLOCPLAN untuk Meningkatkan Produktivitas di PT XYZ Hesti Ridha Adilla; Bekti Nugrahadi; Agung Widiyanto Fajar Sutrisno
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 8 (2026): NJMS - Maret 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ, perusahaan manufaktur tekstil, menghadapi kendala rendahnya efisiensi tata letak fasilitas yang ditandai dengan jarak perpindahan material yang jauh (mencapai 73,5 meter antara stasiun Sizing dan Weaving A) serta rendahnya utilisasi ruang aktual (34,4%). Kondisi ini menyebabkan tingginya waktu tunggu (idle time) dan beban operasional. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak fasilitas untuk meminimalkan jarak perpindahan material, menekan biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas melalui integrasi metode Systematic Layout Planning (SLP) dan algoritma BLOCPLAN. Metodologi diawali dengan normalisasi luas area secara bottom-up, mencakup dimensi mesin, ruang pergerakan operator, penumpukan Work-In-Process (WIP), dan area keselamatan. Kedekatan antar-departemen kemudian dipetakan menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) pada tujuh departemen produksi utama. Hasil iterasi BLOCPLAN menetapkan Layout 10 sebagai usulan terbaik dengan Adjacency Score 0,72. Implementasi tata letak ini berhasil meningkatkan efisiensi jarak perpindahan sebesar 37,64% (dari 1.898,5 m menjadi 1.184 m per hari). Secara kuantitatif, optimasi ini berdampak pada penghematan waktu perpindahan sebesar 28,05% dan penurunan Ongkos Material Handling (OMH) sebesar 37,65%. Perancangan ulang ini secara efektif mereduksi pemborosan pergerakan dan waktu tunggu, memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan bagi PT XYZ