Yudhistira Anugerah Pratama
Padjadjaran University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Masyarakat oleh Bening Saguling Foundation terhadap Keluarga Pemulung Gina Indah Permata Nastia; Yudhistira Anugerah Pratama; Muhammad Syaddad Fauzan; Iqbal Syaefulloh; Elga Diana Nastia
Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Mei
Publisher : Laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UHO Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jkps.v5i1.26

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi strategi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial keluarga pemulung. Keluarga pemulung, yang menghadapi berbagai tantangan terkait mata pencaharian, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan, sering kali mendapati diri mereka terpinggirkan dan dimiskinkan. Dengan mengadopsi pendekatan pemberdayaan masyarakat, yang berfokus pada pengembangan kemandirian, kohesi sosial, dan pembangunan berkelanjutan, artikel ini berupaya memberikan wawasan mengenai strategi efektif yang dapat mengatasi beragam kebutuhan keluarga pemulung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kualitatif untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Bening Saguling Foundation dalam mengubah kehidupan keluarga pemulung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus dengan keluarga pemulung, tokoh masyarakat, pelaksana program, dan pemangku kepentingan terkait. Temuan tersebut menegaskan bahwa Bening Saguling Foundation telah mengimplementasikan strategi pemberdayaan masyarakat pada keluarga pemulung berupa peningkatan kapasitas, akses terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan, serta akses terhadap perlindungan sosial dan layanan kesehatan. Sedangkan dalam pengambilan keputusan, model kepemimpinan yang diterapkan adalah otoriter namun terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa Bening Saguling Foundation telah menerapkan beberapa strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga pemulung.
Beyond Resilience in Capacity Building: Harnessing Ordinary Magic to Empower Farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency Yudhistira Anugerah Pratama; Louisiani Mansoni Isnajati; Risna Resnawaty; Rudi Saprudin Darwis
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2025.142-02

Abstract

This study examines the impact of capacity building on the resilience of farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency, using a quantitative associative approach. The sample comprised 74 farmworkers from Babakan Village. Data were collected through observations, interviews, literature reviews, documentation, observation guidelines, and questionnaires. The findings reveal a positive and significant relationship between capacity building and farmworkers’ resilience, with capacity building accounting for 74.0% of the variance in resilience. However, both capacity building and resilience remain at moderate levels, indicating a need for improvement. Current capacity-building efforts focus on maximizing resilience but overlook development needs and cultural factors, which undermines the inherent resilience of farmers in facing challenges. The concept of ‘ordinary magic,’ derived from farmers’ long-term experiences and adaptability to change, cannot be fully realized through training-based capacity building alone. A cultural humility model that incorporates cultural aspects into the assessment process is needed to shift capacity building from solely enhancing resilience to fostering broader development. Keywords: capacity strengthen, resilience, farmworkers   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penguatan kapasitas terhadap resiliensi buruh tani di Desa Babakan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas 74 buruh tani yang berdomisili di Desa Babakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, pedoman observasi, serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani, di mana penguatan kapasitas berkontribusi sebesar 74,0% terhadap variasi tingkat resiliensi. Meskipun demikian, tingkat penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani secara umum masih berada pada kategori sedang, sehingga memerlukan upaya peningkatan yang lebih berkelanjutan. Praktik penguatan kapasitas yang berjalan saat ini cenderung berfokus pada optimalisasi resiliensi, namun belum secara memadai memperhatikan kebutuhan pengembangan dan faktor-faktor kultural yang melekat dalam kehidupan buruh tani. Kondisi ini berpotensi melemahkan resiliensi yang secara inheren telah dimiliki buruh tani dalam menghadapi berbagai tantangan struktural dan lingkungan. Lebih lanjut, konsep ‘ordinary magic’ yang bersumber dari pengalaman jangka panjang buruh tani serta kemampuan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan tidak sepenuhnya dapat diwujudkan melalui pendekatan penguatan kapasitas yang semata-mata berbasis pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan model cultural humility yang mengintegrasikan aspek budaya dalam proses asesmen dan intervensi, sehingga penguatan kapasitas tidak hanya berorientasi pada peningkatan resiliensi, tetapi juga mendorong pengembangan yang lebih komprehensif dan kontekstual. Kata kunci: penguatan kapasitas; resiliensi; buruh tani