Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEPEMIMPINAN TERHADAP EFISIENSI PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI: STUDI KASUS PONDOK PESANTREN DAARUL IHSAN CIMAHI Yudhistira Anugerah Pratama; Soni Akhmad Nulhaqim; Gigin Kamil Basar; Louisiani Mansoni Isnajati
TECHNO-SOCIO EKONOMIKA Vol 17 No 1 (2024): Jurnal Techno-Socio Ekonomika - April
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/techno.2024.17.1.2888

Abstract

Untuk mencapai efisiensi dalam mencapai tujuan organisasi, pemimpin dapat menerapkan lima dimensi kepemimpinan berdasarkan membangun visi strategis, komunikasi, pengembangan anggota, pembagian dan tugas yang efektif, dan evaluasi kerja yang objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lima dimensi kepemimpinan di Pondok Pesantren Daarul Ihsan Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala Pondok Pesantren Daarul Ihsan Cimahi telah menerapkan lima dimensi ini selama kepemimpinannya. Penerapan kelima dimensi tersebut memberikan dampak positif yang signifikan bagi Pondok Pesantren Daarul Ihsan Cimahi, baik bagi kinerja pengelola, kompensasi manajemen, reputasi organisasi, maupun kualitas pelayanan bagi anak asuh. Dalam hal ini, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ihsan Cimahi perlu menjaga kemampuannya terkait lima dimensi kepemimpinan. Dengan begitu, diharapkan pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ihsan Cimahi dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Beyond Resilience in Capacity Building: Harnessing Ordinary Magic to Empower Farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency Yudhistira Anugerah Pratama; Louisiani Mansoni Isnajati; Risna Resnawaty; Rudi Saprudin Darwis
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2025.142-02

Abstract

This study examines the impact of capacity building on the resilience of farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency, using a quantitative associative approach. The sample comprised 74 farmworkers from Babakan Village. Data were collected through observations, interviews, literature reviews, documentation, observation guidelines, and questionnaires. The findings reveal a positive and significant relationship between capacity building and farmworkers’ resilience, with capacity building accounting for 74.0% of the variance in resilience. However, both capacity building and resilience remain at moderate levels, indicating a need for improvement. Current capacity-building efforts focus on maximizing resilience but overlook development needs and cultural factors, which undermines the inherent resilience of farmers in facing challenges. The concept of ‘ordinary magic,’ derived from farmers’ long-term experiences and adaptability to change, cannot be fully realized through training-based capacity building alone. A cultural humility model that incorporates cultural aspects into the assessment process is needed to shift capacity building from solely enhancing resilience to fostering broader development. Keywords: capacity strengthen, resilience, farmworkers   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penguatan kapasitas terhadap resiliensi buruh tani di Desa Babakan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas 74 buruh tani yang berdomisili di Desa Babakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, pedoman observasi, serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani, di mana penguatan kapasitas berkontribusi sebesar 74,0% terhadap variasi tingkat resiliensi. Meskipun demikian, tingkat penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani secara umum masih berada pada kategori sedang, sehingga memerlukan upaya peningkatan yang lebih berkelanjutan. Praktik penguatan kapasitas yang berjalan saat ini cenderung berfokus pada optimalisasi resiliensi, namun belum secara memadai memperhatikan kebutuhan pengembangan dan faktor-faktor kultural yang melekat dalam kehidupan buruh tani. Kondisi ini berpotensi melemahkan resiliensi yang secara inheren telah dimiliki buruh tani dalam menghadapi berbagai tantangan struktural dan lingkungan. Lebih lanjut, konsep ‘ordinary magic’ yang bersumber dari pengalaman jangka panjang buruh tani serta kemampuan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan tidak sepenuhnya dapat diwujudkan melalui pendekatan penguatan kapasitas yang semata-mata berbasis pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan model cultural humility yang mengintegrasikan aspek budaya dalam proses asesmen dan intervensi, sehingga penguatan kapasitas tidak hanya berorientasi pada peningkatan resiliensi, tetapi juga mendorong pengembangan yang lebih komprehensif dan kontekstual. Kata kunci: penguatan kapasitas; resiliensi; buruh tani
Peran Keluarga Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja di PT Pertamina EP Sangatta Yudhistira Anugerah Pratama; Louisiani Mansoni Isnajati; Farida Yuliaty; Kosasih Kosasih
TECHNO-SOCIO EKONOMIKA Vol 18 No 2 (2025): Jurnal Techno-Socio Ekonomika - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/techno.2025.18.2.2943

Abstract

This study aims to analyze the role of family in increasing the work motivation of Pertamina Exploration and Production of Sangatta's employees which covers four dimensions, namely education, protection, affection, and economy. This study used a quantitative descriptive approach using slovin in determining the number of respondents. The results showed that the role of the family of Pertamina Exploration and Production of Sangatta's employees has been carried out well. This can be seen from the total respondent's answer score is 3,968. However, to optimize the increase in employee motivation, researchers suggest that families apply protection and economic as optimally as possible.
Transformasi Digital Dalam Rantai Nilai Mobil Listrik: Tantangan dan Peluang Manajerial Yudhistira Anugerah Pratama; Louisiani Mansoni Isnajati
Jurnal Ekonomi Manajemen Perbankan Vol 7 No 2 (2025): JEMPER Juli-Desember
Publisher : Prodi Manajemen S1 dan D3 Keuangan & Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/jemper.v7i2.4912

Abstract

This study aims to explore the managerial challenges and opportunities in the digital transformation of electric vehicle value chain in Indonesia. An exploratory qualitative approach was employed to examine dynamics of digitalization from the perspectives of management, technology, and human resources. Findings reveal that most automotive companies face difficulties in fully integrating digital systems, mainly due to limited interoperability, lack of human resource readiness, and low digital literacy at the managerial level. Transformational leadership plays a crucial role in fostering an adaptive and collaborative work culture that supports digital innovation. Moreover, many companies have yet to embed digitalization into their long-term business strategies. Study recommends organizational restructuring, digital leadership training, and cross-sectoral collaboration as strategic solutions. These findings are expected to contribute to the development of relevant digital management models for the national electric vehicle industry.