Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesiapan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Kun Karima Pandeglang Nofan Budi Santoso; Rumbang Sirojudin; Suadi Sa’ad; Wasehudin Wasehudin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i8.3199

Abstract

SMA Kun Karima selaku sekolah penggerak Angkatan 2 yang mengimplementasikan kurikulum merdeka sehabis pandemic Covid 19, perihal tersebut dipengarui oleh pertumbuhan teknologi yang sangat pesat sehingga pengaruhi pergantian kebijakan pemerintah spesialnya di bidang Pembelajaran dengan merubah kurikulum 2013 jadi Kurikulum Merdeka, buat itu hendak terjalin pergantian serta tantangan guru dalam melaksanakan Kurikulum baru tersebut, makalah ini bertujuan menganalisa serta mengevaluasi kegiapan guru Pembelajaran Agama Islam di SMA Kun Karima Pandeglang dalam mempraktikkan Kurikulum Merdeka di kelas X serta XII, Fokusnya merupakan Perencanaan Pendidikan, Penerapan Pendidikan serta Asesmen Pendidikan. Dengan riset mengunakan tata cara kualitatif dengan pendekatan study deskriptif dengan satu responden, hasil merumuskan dalam perencanaan guru sanggup membuat materi ajar serta tujuan pendidikan cocok dengan ciri area SMA Kun Karima, serta guru sanggup mempraktikkan langka- langka pendidikan cocok dengan Materi Ajar yang dibuatnya, terakhir guru melaksanakan asesmen formatif serta sumatif cocok dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Dalam riset ini teruji guru guru Pembelajaran Agama Islam di SMA Kun Karima memiliki kesiapan serta kematangan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Buat mengoptimalkan pencapaian tujuan Pembelajaran yang di harapkan riset ini menggarisbawahi menyesuaikan diri guru dalam implementasi Kurikulum baru serta tingkatkan mutu pengajaran buat kesinambungan pertumbuhan Pembelajaran.
KASHF AS COMPLEMENTARY EPISTEMOLOGY: REASSESSING AL-GHAZĀLĪ IN ISLAMIC PHILOSOPHY OF SCIENCE Muhdi Ali; Awan Farih; Suadi Sa’ad; Masykur Masykur
FOKUS Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 11 No. 1 (2026): FOKUS
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the tendency of contemporary scholarship to reduce kashf to merely an intuitive or psychological experience, thereby overlooking its epistemological significance in Islamic philosophy of science. Its aim is to critically reassess the position of kashf in al-Ghazālī's epistemology and to construct a complementary epistemological framework related to modern scientific observation. This research employs a qualitative philosophical approach using Gadamerian hermeneutics, focusing on the interpretative analysis of al-Ghazālī's works, namely al-Munqidh min al-Ḍalāl and Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, and situating them in a dialogue with contemporary philosophy of science. The analysis involves three stages: text interpretation, epistemological comparison, and conceptual synthesis. Findings show that kashf in al-Ghazālī's framework functions not only as mystical intuition but also as a structured epistemic mode based on spiritual discipline, inner verification, and moral purification. This study indicates that kashf complements empirical observation by overcoming its limitations in accessing metaphysical dimensions, while maintaining its own criteria of internal validity. Based on this, the study formulates a complementary epistemological model consisting of three integrated domains: empirical (sensory observation), rational (intellectual reasoning), and intuitive-transcendental (kashf). This model provides a more comprehensive epistemological framework that allows dialogue between Islamic intellectual tradition and modern science, particularly in expanding the scope of valid knowledge beyond empirical reductionism.