Ketut Wahyudi
Poltekkes Kemenkes Sorong

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Lansia dalam Pengendalian Hipertensi di Wilayah Puskesmas Fakfak Kota Kabupaten Fakfak Ketut Wahyudi; Bachrudin Rohrohmana; Piere S. Kwando
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12514

Abstract

ABSTRACT Support from family and friends is really needed by hypertension sufferers in controlling hypertension. The family becomes a support system in the lives of elderly people with hypertension, so that their condition does not continue to get worse and is free from complications due to hypertension. The aim of this research is to analyze the relationship between family support and elderly behavior in controlling hypertension in the Fakfak Community Health Center, Fakfak Regency. The research method used is analytical quantitative research with a cross sectional approach. The total sample was 111 people suffering from hypertension in the working area of the Fakfak Community Health Center. The results of the chi square test analysis with a significance level of 0.05% show that the p value is 0.000 <0.05%, which means there is a significant relationship between family support and the behavior of the elderly in controlling hypertension in the working area of the Fakfak Community Health Center. To control hypertension, the elderly need family support which can then influence hypertension control behavior in the elderly. The advice given to families is that families hope to increase their support for elderly people who suffer from hypertension, so that the behavior of elderly people in controlling hypertension becomes better. Keywords: Family Support, Behavior, Elderly, Hypertension  ABSTRAK Support keluarga serta teman sangat dibutuhkan penderita hipertensi dalam pengendalian hipertensi. Keluarga menjadi support system dalam kehidupan lansia pengidap hipertensi, supaya kondisi yang dirasakan tidak terus menjadi memburuk serta bebas dari komplikasi akibat hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi di wilayah Puskesmas Fakfak Kota Kabupaten Fakfak. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 111 orang penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Fakfak Kota. Hasil analisis uji chi square dengan taraf signifikan 0, 05% menunjukkan bahwa nilai p value 0, 000 < 0,05% yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Fakfak Kota. Untuk mengendalikan hipertensi, lansia memerlukan dukungan keluarga yang kemudian dapat mempengaruhi perilaku pengendalian hipertensi pada lansia. Saran yang diberikan untuk keluarga diharapkan keluarga lebih meningkatkan dukungan terhadap lansia yang menderita hipertensi, agar perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi menjadi lebih baik. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Perilaku, Lansia, Hipertensi
Hubungan Motivasi dengan Perilaku Membuang Dahak pada Pasien TBC di Kabupaten Fakfak Ketut Wahyudi; Meriam Christiani Hukubun; Asmiyati Patimbang; Ade Restina Yani; Cena Maria Anastasia Fatubun
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46847

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis (M. TB) yang dapat menyerang paru. Sampai saat ini TB masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia dan merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian di seluruh dunia dengan mortalitas melebihi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit tuberkulosis paru (TB Paru) masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia dikarenakan penularan dan penyebaran yang terjadi melalui pengidap TBC saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bahkan tertawa. Resiko penularan bakteri TBC semakin luas jika pengidap TBC sembarang dalam mengeluarkan dahak karena akan berpotensi dalam penyebaran bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan kepatuhan dengan perilaku membuang dahak yang benar pada pasien TBC di Kabupaten Fakfak. Penelitian ini merupakan penelitian Corelation Study dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan September 2024. Populasi penelitian ini adalah pasien TBC yang berada di Kabupaten Fakfak berjumlah 243 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariat untuk mengetahui motivasi dengan perilaku membuang dahak pada pasien TBC. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara motivasi dengan perilaku membuang dahak pada pasien TBC di Kabupaten Fakfak. Uji Chi Square didapatkan hasil sigh 2 tailed p=0.00 dengan a=0.05 yang artinya Ho dapat diterima nilai keeratan sebesar 0,639. Diharapkan perlu adanya pengembangan pemahaman mengenai bagaimana cara membuang dahak dengan benar sehingga risiko penularan TBC melalui dahak atau lendir yang telah dibuang tidak tepat dapat dicegah dan dikendalikan.
Skrining Ipswich Touch Test (IpTT) terhadap Risiko Diabetik Foot Ulcer (DFU) Pasien DM Tipe 2 Bahtiar Yusuf; Butet Agustarika; Santoso Budi Rohayu; Yasni La Harsani; Ketut Wahyudi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52389

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Papua, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen, dengan Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab utama amputasi kaki non-traumatik, di mana sekitar 85% kasus diawali oleh Diabetic Foot Ulcer (DFU). Deteksi dini gangguan persarafan perifer penting dilakukan untuk mencegah komplikasi tersebut. Salah satu metode skrining yang sederhana dan efektif adalah Ipswich Touch Test (IpTT), yang menilai sensibilitas sensorik melalui sentuhan ringan untuk mengidentifikasi risiko neuropati pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pasien DM tipe 2 yang berisiko mengalami DFU menggunakan IpTT. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei analitik melibatkan 40 responden. Pemeriksaan IpTT dilakukan oleh peneliti menggunakan lembar observasi standar, dan kadar glukosa darah sewaktu diukur dengan Autocheck. Data dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 19–59 tahun (72,5%) dengan rata-rata usia 53 tahun dan didominasi perempuan (65%). Faktor risiko yang ditemukan meliputi kolesterol tinggi (35%), hipertensi (32,5%), overweight (50%), dan obesitas (15%). Sebanyak 57,5% responden mengalami hiperglikemia. Hasil IpTT menunjukkan 85% normal, 2,5% risiko rendah, dan 7,5% risiko tinggi. Keluhan yang sering muncul adalah kebas/ kesemutan (65%), rasa terbakar/nyeri (17,5%), dan baal (27,5%); 15% memiliki luka kaki. Lama menderita DM didominasi 1–5 tahun (62,5%). Kejadian neuropati perifer sebesar 7,5%, sehingga skrining IpTT direkomendasikan untuk deteksi dini komplikasi neuropati diabetik.