Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan Pengenalan Ekosistem Pesisir Sebagai Edukasi Sejak Dini di SD INPRES 04 Arborek, Kabupaten Raja Ampat Vista Dhea Nurastri; Nur Abu; Galih Sandjaya; Kalidi, Neneng Suarno
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari (In Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5343

Abstract

Kampung Arborek menjadi destinasi yang sering dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Peningkatan wisatawan dapat menimbulkan tekanan pada ekosistem jika tidak diimbangi dengan pengelolaan wisata berkelanjutan. Edukasi sejak dini bagi anak-anak sekolah dasar di kampung Arborek diharapkan menjadi langkah awal dalam memberikan pemahaman moral dan perilaku menjaga lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan ekosistem pesisir sejak dini kepada siswa kelas 3–4 SD Inpres 04 Arborek sebagai edukasi sejak dini dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan media presentasi, dan video edukatif yang disertai diskusi interaktif serta kuis. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan serta sikap siswa terhadap ekosistem pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari 56% pada pre-test menjadi 88% pada post-test. Selain itu, sikap dan perilaku siswa dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut juga mengalami peningkatan signifikan dengan seluruh siswa menunjukkan sikap sangat setuju terhadap upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan sejak dini efektif dalam memberikan pemahaman dan membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar di wilayah pesisir.
PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA HARI MANGROVE SEDUNIA SEBAGAI UPAYA KONSERVASI LINGKUNGAN PESISIR DAN EDUKASI MASYARAKAT Abdul Chalid Macap, Faridz; Nurbia; Rahmatullah, Azwar; Nur Abu; Marasabessy, Umar Rusli; Bintang Ekananda; Yasin, Azalia Fajri; Mierta Dwangga; Aldi Suma
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari (In Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5384

Abstract

Kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Mangrove Bandara DEO, Kota Sorong, yang dilaksanakan pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2025, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove dan mendukung konservasi pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan garis pantai, mencegah abrasi, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, masyarakat lokal, pelajar, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Sorong, LSM lingkungan, dan organisasi pecinta alam. Sebanyak 50 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan yang mengalami degradasi vegetasi. Selain kegiatan penanaman, dilakukan juga edukasi mengenai manfaat ekologis mangrove dan teknik penanaman yang tepat. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan penanaman. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, serta peningkatan pemahaman tentang peran mangrove dalam ekosistem pesisir. Kegiatan ini berhasil memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kelestarian kawasan mangrove dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Untuk memastikan keberlanjutan program, kegiatan ini akan diikuti dengan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup bibit mangrove yang ditanam. Keberlanjutan dari kegiatan ini penting untuk mendukung konservasi mangrove jangka panjang di kawasan Bandara DEO dan mendorong gerakan serupa di lokasi lainnya. Partisipasi aktif dari semua pihak menunjukkan bahwa konservasi mangrove dapat dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.