Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan pemasaran melalui desain kemasan untuk meningkatkan penjualan abon bonggol pisang Angga Pandu Wijaya; Dorojatun Prihandono; R.R. Endang Sutrasmawati; Fredianaika Istanti; Bogy Febriatmoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26116

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian yang berupa pelatihan desain kemasan abon bonggol pisang bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam merancang kemasan yang efektif. Desain kemasan yang dipergunakan saat ini masih membutuhkan peningkatan untuk menarik konsumen serta lebih informatif. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang difokuskan pada peningkatan kualitas produk abon bonggol pisang melalui pengemasan yang lebih menarik dan mempunyai informasi yang lengkap. Metode pengabdian yang dipergunakan adalah dengan penyampaian materi serta praktik untuk mengemas produk abon dengan desain kemasan yang menarik. Sebanyak 40 masyarakat di Desa Branjang, Kabupaten Semarang terlibat dalam kegiatan ini. Kemasan yang baik tidak hanya melindungi produk tetapi juga berfungsi sebagai alat promosi dan komunikasi, yang dapat menarik perhatian konsumen serta meningkatkan nilai jual produk. Peserta dibimbing untuk memahami desain kemasan dalam pemasaran, serta teknik-teknik praktis untuk menghasilkan kemasan yang sesuai dengan standar keamanan dan regulasi yang berlaku. Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Branjang untuk mengembangkan produk lokal, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui produk abon bonggol pisang yang lebih kompetitif. Kata kunci: desain kemasan; abon bonggol pisang; pemasaran; UMKM. Abstract The packaging design training activity for banana stem floss aims to enhance the competitiveness of MSME products by equipping the community with knowledge and skills in designing effective packaging. The current packaging design still requires improvement to attract consumers and provide more informative content. The training, held in Branjang Village, Ungaran District, focuses on improving the quality of banana stem floss products through more appealing and informative packaging. The community service method employed involves delivering material and conducting hands-on practice to package the product with attractive designs. A total of 40 community members from Branjang Village, Semarang Regency, participated in this activity. Good packaging not only protects the product but also serves as a promotional and communication tool that can attract consumer attention and increase the product's market value. Participants were guided to understand packaging design in marketing and practical techniques to produce packaging that meets safety standards and applicable regulations. The outcome of this training is expected to create new opportunities for the people of Branjang Village to develop local products, expand market reach, and improve economic welfare through more competitive banana stem floss products. Keywords: packaging design; banana stem floss; marketing; MSMEs.
Penguatan Literasi Hukum dan Kapasitas Wirausaha Pekerja Migran Indonesia di Kuala Lumpur Euis Soliha; Ristina Yudhanti; Dorojatun Prihandono; Angga Pandu Wijaya; Widya Prananta; Fredianaika Istanti; Ahmad Zaenuri; Salsabila Nadianisa Maruto
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i3.3368

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian keluarga maupun negara melalui remitansi yang dihasilkan selama bekerja di luar negeri. Dibalik kontribusi PMI, muncul berbagai tantangan di luar negeri, terutama terkait perlindungan hukum selama masa penempatan dan keterbatasan kapasitas kewirausahaan setelah kembali ke Indonesia. Kondisi tersebut tampak pada PMI di Malaysia yang masih menghadapi kerentanan terhadap berbagai permasalahan hukum serta belum memiliki perencanaan usaha yang memadai sebagai sumber penghasilan ketika kembali ke Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman PMI mengenai perlindungan hukum serta memperkuat kapasitas kewirausahaan sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2026 di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, dengan melibatkan 24 PMI sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan pelatihan penyusunan rencana bisnis menggunakan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-Bound). Materi perlindungan hukum mencakup regulasi nasional, kerja sama bilateral Indonesia–Malaysia, regulasi ketenagakerjaan Malaysia, serta instrumen internasional yang berkaitan dengan perlindungan pekerja migran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada aspek perlindungan hukum maupun kewirausahaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi hukum dan pelatihan kewirausahaan dapat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat kapasitas PMI selama bekerja sekaligus mempersiapkan kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia.