Minarsi Minarsi
Universitas Sriwijaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemahaman Terhadap Quarter Life Crisis Yang Terjadi Dimasa Perkembangan Dewasa Awal: Suatu Kajian Literatur Bagus Hafarinto; Selly Rahmayati; Salsabila Laurensia; Delvina Faulin; Alrefi Alrefi; Minarsi Minarsi
Journal of Society Counseling Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Society Counseling
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/josc.v2i1.431

Abstract

Identity finding and personal fulfillment adding another layer to the Quarter Life Crisis. The attempt to find ‘myself’ is inextricably linked to societal expectations, family dynamics, and the constant comparisons that occur through social media. As a person to define their values, beliefs, and passions, they often struggle with fear of making the wrong choices and deviating from social norms. Robinson (2020) emphasizes that a Quarter Life Crisis is often a time in which individuals reflect on life values, search for meaning, and evaluate whether the path they have chosen is consistent with their identity. This research aims to gain deeper insight into the impact of QLC on Indonesia's young generation and how they can address the challenges that arose during this period. As well as identifying factors that influence QLC in early adult students in Indonesia. In this study, the researchers used a literature study method. The researchers have been searched the literatures from journal articles related to the Quarter-life crisis (QLC) in early adulthood from 2019-2023. The factors that could trigger new problems in this phase include lack of confidence in one's own abilities, negative perceptions of oneself and the influence of social media which results in the emergence of comparing behavior between self-achievements and others’ achievements. Quarter-life crisis is a crisis situation commonly experienced by young people in early adulthood, including students in Indonesia. Quarter life crisis is characterized by over-worry, pessimism, anxiety, and even depression. The triggers of a quarter-life crisis are diverse and include difficulty on finding a job that matches your passions, difficulty of making decisions, fears, and rapid change.
Pelatihan Penyuntingan Video Edukatif Layanan Bimbingan dan Konseling Pencegahan Perundungan di Sekolah Sigit Dwi Sucipto; Risma Anita Puriani; Minarsi Minarsi; Rika Kurnawati; Elsa Yutri; Aisyah Nurdiani; Bagus Hafarinto; Miftah Aliyah Zulfaa Syafitri; Muhammad Arif Alfaroji; Siti Nurhaliza
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002025051359000

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan Pelatihan Penyuntingan Video Edukatif Layanan Bimbingan dan Konseling pencegahan perundungan di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Kota Palembang. Kegiatan ini berbentuk pelatihan dengan mengembangkan kegiatan secara partisipatif baik dengan pendekatan individual maupun kelompok yang berorientasi pada peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain ceramah, diskusi, simulasi, dan tanya jawab, dengan pendekatan pembelajaran partisipatif. Artinya, dalam proses pelaksanaan kegiatan, sejak awal sampai akhir kegiatan melibatkan peserta kegiatan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan diketahui peningkatan pengetahuan khalayak sasaran terkategori tinggi dengan rata-rata peningkatan sebesar 60%. Peningkatan pengetahuan juga didukung oleh hasil penilaian produk melalui pendampingan yang dilakukan untuk membuat video secara digital. Produk yang dihasilkan oleh khalayak sasaran terkategori sangat baik dengan persentase sebesar 86,3%. Hal tersebut menunjukkan bahwa khalayak sasaran dapat memahami dan mengaplikasikan pembuatan Penyuntingan Video Edukatif Layanan Bimbingan dan Konseling dan dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat Video edukasi yang menarik dan bervariasi guna meningkatkan Pelayanan Bimbingan dan Konseling