Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EFISIENSI BANK RAKYAT INDONESIA (BRIS), BANK SYARIAH MANDIRI (BSM), DAN BANK NEGARA INDONESIA SYARIAH (BNIS) SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA): Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjalanan Wisata Fertika Fertika Puspita Dewi; Aldi Mustopa
Acitya Politeknik Bisnis Mayasari Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjal
Publisher : Politeknik Bisnis Mayasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.868 KB)

Abstract

Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Negara Indonesia (BNIS) setelah Merger menjadi Bank Syariah Indonesia dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Industri perbankan di Indonesia mencatat sejarah baru dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan bank hasil merger antara PT. Bank BRI Syariah (BRIS), PT. Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT. Bank BNI Syariah (BNIS). Merger telah menjadi alternatif untuk memperbesar ukuran bisnis. Salah satu aspek kinerja perkembangan perbankan sebagai lembaga intermediasi dapat dilihat dari parameter efisiensi. Efisiensi merupakan cara untuk mengukur kinerja yang memperhitungkan input-output suatu unit kegiatan ekonomi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja efisiensi Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Setelah itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap ketidakefisienan kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI). Terakhir, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan alternatif cara meningkatkan kinerja efisiensi Bank Syariah Indonesia (BSI). Penentuan variabel input dan output pada penelitian ini menggunakan pendekatan Intermediasi, dimana penentuan variabel input dan output bank berdasarkan kepada fungsi bank sebagai media intermediasi antara surplus unit dan defisit unit. Variabel input ini meliputi simpanan ( ), modal ( ) dan biaya operasional ( ), sedangkan variabel-variabel outputnya terdiri dari pembiayaan ( ), pendapatan operasional ( ). Pada penelitian ini digunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) setelah resmi melakukan merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) dinyatakan masih belum efisien (inefisien) dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 0.983 (<1).
DIGITALISASI DATA PRASARANA WILAYAH UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN TASIKMALAYA: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjalanan Wisata Fertika Puspita Dewi; Rizka Azkiya Megawati; Liana Dewi; Pupun Saepul Rohman; Dewanto Rosian Adhy
Acitya Politeknik Bisnis Mayasari Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjal
Publisher : Politeknik Bisnis Mayasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.22 KB)

Abstract

Digitalisasi Data Prasarana Wilayah untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Kabupaten Tasikmalaya. Pengelolaan data Infrastruktur wilayah membutuhkan energi yang besar. Jumlah data dalam variasi dan volume sangat besar. Dinamika data juga berkembang dengan cepat. Perubahan kondisi karena umur dan kebutuhan perlu dicatat dengan akurat dan valid. Infrastruktur sendiri merupakan asset yang sangat berharga dan mempengaruhi dalam setiap kebijakan karena menyangkut kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya informasi terkait infrastruktur. Saat ini informasi dan data infrastruktur tersebar dalam tempat dan format. Kondisi ini menyulitkan dalam mengelola apalagi menjadikan acuan dalam melakukan evaluasi maupun pengambilan kebijakan. Perlu sebuah upaya digitalisasi informasi data infrastruktur. Digitalisasi ini perlu untuk mendapatkan akurasi, keamanan, validasi dan kemudahan dalam pengelolaan. Dalam penelitian ini dibangun sebuah sistem informasi infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu alat untuk proses digitalisasi data prasarana wilayah. Sistem yang dibangun mampu menampung data infrastruktur sesuai ketentuan dan standar. Data dalam variasi dan volume besar dapat dikelola dengan baik. Hasil akhir sistem adalah mampu melakukan pencarian data dengan cepat dan akurat, membuat laporan data infrastruktur per lokasi, waktu dan jenis. Sistem dapat dikembangkan dengan membangun reporting berbasis grafik yang dapat menudahkan dalam evaluasi dan pengambilan kebijakan.
EFISIENSI BANK RAKYAT INDONESIA (BRIS), BANK SYARIAH MANDIRI (BSM), DAN BANK NEGARA INDONESIA SYARIAH (BNIS) SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA DENGAN PENDEKATAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) Dewi, Fertika Puspita; Mustopa, Aldi
ACITYA: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjalanan Wisata Vol 2 No 1 (2023): ACITYA: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usah
Publisher : FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS MAYASARI BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70871/acitya.v2i1.16

Abstract

Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Negara Indonesia (BNIS) setelah Merger menjadi Bank Syariah Indonesia dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Industri perbankan di Indonesia mencatat sejarah baru dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan bank hasil merger antara PT. Bank BRI Syariah (BRIS), PT. Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT. Bank BNI Syariah (BNIS). Merger telah menjadi alternatif untuk memperbesar ukuran bisnis. Salah satu aspek kinerja perkembangan perbankan sebagai lembaga intermediasi dapat dilihat dari parameter efisiensi. Efisiensi merupakan cara untuk mengukur kinerja yang memperhitungkan input-output suatu unit kegiatan ekonomi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja efisiensi Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Setelah itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap ketidakefisienan kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI). Terakhir, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan alternatif cara meningkatkan kinerja efisiensi Bank Syariah Indonesia (BSI). Penentuan variabel input dan output pada penelitian ini menggunakan pendekatan Intermediasi, dimana penentuan variabel input dan output bank berdasarkan kepada fungsi bank sebagai media intermediasi antara surplus unit dan defisit unit. Variabel input ini meliputi simpanan ( ), modal ( ) dan biaya operasional ( ), sedangkan variabel-variabel outputnya terdiri dari pembiayaan ( ), pendapatan operasional ( ). Pada penelitian ini digunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) setelah resmi melakukan merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) dinyatakan masih belum efisien (inefisien) dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 0.983 (<1).Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Negara Indonesia (BNIS) setelah Merger menjadi Bank Syariah Indonesia dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Industri perbankan di Indonesia mencatat sejarah baru dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan bank hasil merger antara PT. Bank BRI Syariah (BRIS), PT. Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT. Bank BNI Syariah (BNIS). Merger telah menjadi alternatif untuk memperbesar ukuran bisnis. Salah satu aspek kinerja perkembangan perbankan sebagai lembaga intermediasi dapat dilihat dari parameter efisiensi. Efisiensi merupakan cara untuk mengukur kinerja yang memperhitungkan input-output suatu unit kegiatan ekonomi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja efisiensi Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Setelah itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap ketidakefisienan kinerja Bank Syariah Indonesia (BSI). Terakhir, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan alternatif cara meningkatkan kinerja efisiensi Bank Syariah Indonesia (BSI). Penentuan variabel input dan output pada penelitian ini menggunakan pendekatan Intermediasi, dimana penentuan variabel input dan output bank berdasarkan kepada fungsi bank sebagai media intermediasi antara surplus unit dan defisit unit. Variabel input ini meliputi simpanan ( ), modal ( ) dan biaya operasional ( ), sedangkan variabel-variabel outputnya terdiri dari pembiayaan ( ), pendapatan operasional ( ). Pada penelitian ini digunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) setelah resmi melakukan merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) dinyatakan masih belum efisien (inefisien) dengan pencapaian nilai rata-rata sebesar 0.983 (<1).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Fadillah, Rizky; Otami, Aulia Sri; Ainun, Basyirah; Dewi, Fertika Puspita
ACITYA: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjalanan Wisata Vol 2 No 2 (2023): ACITYA: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usah
Publisher : FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS MAYASARI BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70871/acitya.v2i2.24

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham. Setiap investor menjadikan harga saham sebagai tolak ukur untuk keputusan pendanaan. Hal ini dikarenakan harga saham dianggap dapat menjadi cerminan keberhasilan manajerial dalam pengelolaan Perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat faktor yang menjadi penyebab terjadinya fluktuasi Harga Saham melalui beberapa indikator yang menjadi variabel dalam penelitian ini yakni Earning Per Share, Total Asset Turnover, Price Earning Ratio dan current ratio. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh dari Earning Per Share, Total Asset Turnover, Price Earning Ratio dan current ratio terhadap harga saham di Perusahaan Syariah yang Listed di Jakarta Islamic Index 70. Melalui Teknik purposive sampling dengan pengamatan perusahaan dari periode 2019-2021 didapat sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 60 perusahaan. Dibantu dengan alat statistik SPSS untuk melakukan pengujian terhadap data yang didapat sehingga diperoleh hasil berupa secara parsial ditunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan JII70, Total Asset Turnover (TATO) mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan JII70, Price Earning Ratio (PER) mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan JII70, Current ratio (CR) tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan JII70. Namun secara simultan semua variabel yang dijadikan variabel dalam penelitian ini dinyatakan berpengaruh terhadap harga saham.
DIGITALISASI DATA PRASARANA WILAYAH UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN TASIKMALAYA Dewi, Fertika Puspita; Megawati, Rizka Azkiya; Dewi, Liana; Rohman, Pupun Saepul; Adhy, Dewanto Rosian
ACITYA: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usaha Perjalanan Wisata Vol 2 No 2 (2023): ACITYA: Jurnal Vokasi Bisnis Digital, Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah dan Usah
Publisher : FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS MAYASARI BAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70871/acitya.v2i2.25

Abstract

Digitalisasi Data Prasarana Wilayah untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Kabupaten Tasikmalaya. Pengelolaan data Infrastruktur wilayah membutuhkan energi yang besar. Jumlah data dalam variasi dan volume sangat besar. Dinamika data juga berkembang dengan cepat. Perubahan kondisi karena umur dan kebutuhan perlu dicatat dengan akurat dan valid. Infrastruktur sendiri merupakan asset yang sangat berharga dan mempengaruhi dalam setiap kebijakan karena menyangkut kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya informasi terkait infrastruktur. Saat ini informasi dan data infrastruktur tersebar dalam tempat dan format. Kondisi ini menyulitkan dalam mengelola apalagi menjadikan acuan dalam melakukan evaluasi maupun pengambilan kebijakan. Perlu sebuah upaya digitalisasi informasi data infrastruktur. Digitalisasi ini perlu untuk mendapatkan akurasi, keamanan, validasi dan kemudahan dalam pengelolaan. Dalam penelitian ini dibangun sebuah sistem informasi infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu alat untuk proses digitalisasi data prasarana wilayah. Sistem yang dibangun mampu menampung data infrastruktur sesuai ketentuan dan standar. Data dalam variasi dan volume besar dapat dikelola dengan baik. Hasil akhir sistem adalah mampu melakukan pencarian data dengan cepat dan akurat, membuat laporan data infrastruktur per lokasi, waktu dan jenis. Sistem dapat dikembangkan dengan membangun reporting berbasis grafik yang dapat menudahkan dalam evaluasi dan pengambilan kebijakan.
Dana Non-Halal pada Bank Umum Syariah: Telaah Berbagai Sudut Pandang Dewi, Liana; Rohman, Pupun Saepul; Firmansyah, Atep; Khaer, Rijalul; Dewi, Fertika Puspita
EKOBIMA Vol. 2 No. 2 (2024): EKOBIMA: Jurnal Ekonomi Bisnis dan Manajemen - Desember 2024
Publisher : POLITEKNIK LP3I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/ekobima.v2i2.2138

Abstract

The dualism of the banking system in Indonesia led to the formation of conventional banks and sharia banks. Historically, banks with conventional systems have been around longer than sharia banks. This opens up the possibility of transactions between conventional banks and Islamic banks. Interest income is often obtained by Islamic banks from transactions with conventional banks. Islamic banks recognize interest income from conventional banks into non-halal funds so that special treatment is required in their allocation in accordance with Islamic law. There are several differences of opinion regarding the allocation of non-halal funds by Islamic banks in various related research results. This research aims to gain an understanding regarding the allocation of non-halal funds based on various points of view from research results. The method used in this research is Literature Review. The source article used is a scientific article that discusses the handling of non-halal funds and was published from 2010 to 2024. The research results show that the allocation of non-halal funds practiced by banks and sharia financial institutions is currently in accordance with Islamic law, but a small portion still gives the opposite result.
Pengenalan Akuntansi Dasar Untuk Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Liana Dewi; Dewi, Fertika Puspita; Novi, Alya; Renggana, Rafliana Mukhtar
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i1.45654

Abstract

Akuntansi merupakan mata pelajaran yang sering dianggap sulit dan membosankan. Guna meningkatkan prestasi akademik dan penguasaan materi siswa-siswi SMK program Akuntansi Lembaga Keuangan, maka diperlukan peningkatan motivasi khususnya dalam mata pelajaran akuntansi dasar. Peningkatan motivasi dapat dilakukan dengan cara memberikan seminar terkait akuntansi dasar dengan metode interaktif. Materi yang disampaikan tetap pada tema akuntansi dasar namun dibahas secara lebih ringan dan mampu memberikan motivasi sekaligus gambaran karir akuntansi di masa mendatang kepada peserta. SMK YSB Suryalaya merupakan sekolah menengah kejuruan dengan program Akuntansi Keuangan Lembaga didalamnya. Pemberian seminar akuntansi dasar dilakukan pada siswa-siswi kelas X dengan tujuan mampu memberikan pemahaman, motivasi sekaligus peningkatan semangat dalam mempelajari mata pelajaran akuntansi. Setelah pelaksanaan program ini diharapkan siswa-siswi kelas X program Akuntansi Keuangan lembaga SMK YSB Suryalaya lebih termotivasi dan mampu memperoleh pemahaman yang baik mengenai akuntansi dasar. Pelaksanaan seminar dilakukan dalam 8 jam pelajaran dengan metode ceramah interaktif. Selain diberikan materi mengenai akuntansi dasar, siswa juga dievaluasi pemahaman terhadap materi melalui kuis interaktif. Siswa sangat antusias dan lebih termotivasi belajar akuntansi.
PERAN KUALITAS PELAYANAN, KEPERCAYAAN NASABAH, CITRA DAN KEPUASAN NASABAH DALAM MENDAPATKAN LOYALITAS NASABAH PADA INDUSTRI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DI JAWA BARAT Dewi, Fertika Puspita; Rachman, Bobi; Rivanda, Agil Krisna
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 2 (2024): Edisi Mei - Agustus 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i2.4372

Abstract

Suatu organisasi bisnis dapat meningkatkan kinerja bisnisnya dengan menciptakan pelanggan yang loyal terhadap produk maupun organisasinya, dengan kata lain, loyalitas merupakan strategi penting untuk mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Namun, literatur menunjukkan kurangnya perhatian dalam menilai loyalitas pada konteks lembaga keuangan mikro syariah (Koperasi Syariah/Baitul Mal Wat Tamwil (BMT)). Penelitian ini mencoba untuk memeriksa loyalitas nasabah lembaga keuangan mikro syariah (Koperasi Syariah/Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) melalui tiga faktor penentu penting, yakni kualitas pelayanan (service quality), kepercayaan pelanggan/nasabah (customer trust), citra (image), dan kepuasan pelanggan/nasabah (customer satisfaction) sebagai faktor pemoderasi terhadap loyalitas (loyalty). Penelitian ini menggunakan survei lapangan berbasis kuesioner dengan pengambilan sampel pada Provinsi Jawa Barat, Indonesia, di beberapa kota besar di provinsi tersebut sebagai perwakilan. Data sampel dianalisis secara statistik menggunakan analisis jalur path dengan Partial Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM) untuk menentukan peran kualitas pelayanan (service quality), kepercayaan pelanggan/nasabah (customer trust), citra (image), dan kepuasan pelanggan/nasabah (customer satisfaction) sebagai faktor pemoderasi terhadap terhadap loyalitas (loyalty). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan (service quality), kepercayaan pelanggan/nasabah (customer trust), citra (image), dan kepuasan pelanggan/nasabah (customer satisfaction) berpengaruh positif dan signifikan baik langsung dan tidak langsung terhadap Loyalty
Solusi Berbasis Ekonomi Syariah terhadap Maraknya Pinjaman Online di Kalangan Gen Z Dewi, Fertika Puspita; Widiana, Nada
Jurnal EMT KITA Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/emt.v10i2.5891

Abstract

The development of digital technology has driven the growth of online lending services (commonly known as pinjol) in Indonesia, particularly among Generation Z. This phenomenon has led to various issues, ranging from consumptive behavior to the entanglement of young people in riba (usury) practices prohibited in Islam. This study aims to analyze the factors that drive consumptive behavior among Gen Z in using online loans and to offer Sharia-based economic solutions to address these problems. The research employs a qualitative method, with data collection techniques that included in-depth interviews with five informants, comprising experts and practitioners in Islamic economics and Islamic fintech, along with documentation studies, and a review of relevant literature. In addition, supplementary data were obtained from a limited questionnaire administered to 19 Generation Z respondents to reinforce the interview findings. The findings indicate that ease of access, a consumptive lifestyle, and a lack of Islamic financial literacy are the main factors behind the widespread use of online loans among Gen Z. The proposed solutions include Islamic financial literacy education, strengthening of regulations, and the development of Sharia-compliant financial technology (fintech). This study is expected to serve as a reference for policymakers in formulating strategies for the prevention and management of online lending issues in accordance with Islamic principles in Indonesia.  
Peran Literasi Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM dengan Pemanfaatan FinTech sebagai Variabel Moderasi di Provinsi Jawa Barat Rachman, Bobi; Dewi, Fertika Puspita; Susanto, Laela
Jurnal EMT KITA Vol 10 No 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/emt.v10i2.5895

Abstract

This study aims to analyze the effect of financial literacy on the financial performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) with the utilization of Financial Technology (FinTech) as a moderating variable. The research is grounded in the importance of MSME actors’ ability to manage finances effectively and utilize digital innovation to enhance business competitiveness and sustainability in the digital economy era. A quantitative explanatory approach was employed, involving MSME owners in West Java Province as the study population, with a sample of 400 respondents determined using the Slovin formula at a 5% margin of error. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings show that financial literacy has a positive and significant effect on MSME financial performance, as indicated by an R² value of 0.582. This means that 58.2% of the variation in financial performance is explained by financial literacy and FinTech utilization, while the remaining 41.8% is influenced by other factors outside the model. Moreover, FinTech utilization also has a positive effect on financial performance and moderates the relationship between financial literacy and financial performance. Higher FinTech adoption strengthens the influence of financial literacy on MSME performance. These findings highlight the importance of synergy between financial education and digital technology adoption in promoting financial inclusion and supporting MSME growth in West Java.