Encep Syarief Nurdin
Pendidikan Umum dan Karakter, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Karakter Pancasila Anak Usia Dini melalui Kearifan Budaya Lokal: Sebuah Studi Literatur Feri Devina; Encep Syarief Nurdin; Yadi Ruyadi; Enceng Kosasih; Restu Adi Nugraha
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.4984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan penelitian mengenai karakter Pancasila anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish dan Google Scholar sebagai sumber data. Pencarian dilakukan pada publikasi jurnal yang telah terindeks pada Google Scholar dengan kata kunci "karakter Pancasila, pendidikan anak usia dini, kearifan budaya lokal" dari tahun 2013 hingga 2023 dengan menghasilkan sebanyak 994 artikel. Temuan menunjukkan bahwa publikasi pada topik ini mengalami pertumbuhan signifikan sejak tahun 2016 hingga puncaknya di tahun 2021. Hasilnya bahwa Pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal berperan positif dalam meningkatkan karakter anak usia dini yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pendekatan ini menjadi solusi alternatif dalam membentuk generasi yang berkarakter, menghargai keanekaragaman budaya, dan memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai lokal. Peran pendidik menjadi sentral dalam mengembangkan strategi pembelajaran kreatif dan inovatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUES BERBASIS KRITIK SASTRA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERITA FIKSI Abih Gumelar; Risma Nuriyanti; Sahroni; Encep Syarief Nurdin
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.140

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa yang penting dimiliki oleh setiap siswa. Namun dalam praktiknya masih rendahnya keterampilan menulis cerita fiksi khususnya yang bermuatan Pancasila, sehingga perlu diberikan perhatian yang serius. Bertolak dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Value Clarification Techniques berbasis kritik sastra terhadap keterampilan menulis cerita fiksi muatan Pancasila mahasiswa calon guru sekolah dasar.  Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest postest. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample 30 orang. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah tes yang dinilai dengan lima indikator yaitu organisasi isi, isi, tata bahasa, gaya bahasa, mekanis. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa T hitung 6,50> T tabel 2,02 yang dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran value clarification techniques berbasis kritik sastra berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerita fiksi muatan Pancasila mahasiswa. Kesimpulan penelitian menjelaskan bahwa sintaks dari model pembelajaran Value Clarification Techniques memiliki kesesuaian dengan keterampilan menulis karangan fiksi muatan Pancasila.   Writing skills are one of the most important language skills every student possesses. However, in practice, students' fiction writing skills are still low, so serious attention needs to be given. Starting from these conditions, this study aims to determine the effect of the Value Clarification Techniques learning model based on literary criticism on the writing skills fiction naratif charged Pancasila of elementary school teacher candidates.  The method used is to experiment with one group pretest-posttest design. The sampling technique used purposive sampling with a total sample of 30 people. The data collection instrument used is a test that is assessed by five indicators, namely content organization, content, grammar, language style, and mechanical. The t-test results showed that T count 6.50> T table 2.02 which can be concluded that the value clarification techniques learning model based on literary criticism affects students' fiction writing skills charged Pancasila. Conclution explains that the syntax of the value clarification techniques learning model is in line with the skill of writing fiction stories.