Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Anemia dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di RS Royal Prima Medan Tahun 2024 Intan Permata Sari Hulu; Serly Novela Nasution; Rina Aprina; Selvi Juliyanti Laia; Alfonsus Loi; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43959

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kondisi medis di mana laju penyaringan dan filtrasi ginjal menurun dalam kurun waktu tiga bulan atau bahkan lebih. Gagal ginjal kronik tidak memiliki gejala khusus atau indikasi yang jelas saat penyakitnya berkembang. Ketika laju filtrasi glomerulus mencapai kurang dari 60 mL/menit/1,73 m2 selama lebih dari tiga bulan maka akan terjadi gagal ginjal kronik dan fungsi ginjal akan rusak sehingga tidak dapat diperbaiki. Anemia adalah salah satu komplikasi berisiko tinggi yang disebabkan oleh penyakit gagal ginjal; sekitar 80 hingga 90% pasien mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS Royal Prima Medan tahun 2024. Penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-section. Penelitian ini melibatkan 57 sampel. Selanjutnya, metode univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Setelah uji chi-square, ditemukan bahwa nilai p-value 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan yaitu hubungan anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Kata Kunci: gagal ginjal kronik, anemia, kualitas hidup
Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y Dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Post Operasi Appendectomy Di RSU Royal Prima Medan Tahun 2026 Wirna Wati Halawa; Meina Maulina Maulina; Elvin Indayanti Laoli; Selvi Juliyanti Laia; Susi Susanti Halawa; Afeus Halawa
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang umumnya disebabkan oleh obstruksi lumen apendiks dan memerlukan tindakan pembedahan berupa apendiktomi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kondisi pasca operasi apendiktomi dapat menimbulkan berbagai masalah keperawatan seperti nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan risiko infeksi sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi apendiktomi di RSU Royal Prima Medan tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. Y, perempuan usia 23 tahun dengan diagnosa medis apendisitis akut post operasi appendectomy. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri pada area insisi dengan skala nyeri 7, keterbatasan mobilitas akibat nyeri, serta risiko infeksi ditandai adanya luka operasi dan peningkatan leukosit. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan risiko infeksi. Tindakan keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, dukungan mobilisasi, pencegahan infeksi, edukasi kesehatan, serta kolaborasi pemberian terapi medis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, peningkatan kemampuan mobilisasi, dan tidak ditemukan tanda infeksi pada luka operasi. Asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasien post operasi apendiktomi.