Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sustainable patchouli cultivation opportunities in Lhoong Sub-District, Aceh Besar to increase land productivity [Peluang budidaya nilam berkelanjutan di Kecamatan Lhoong Aceh Besar untuk meningkatkan produktivitas lahan] Cut Nur Ichsan; Gina Erida; Erida Nurahmi; Muthiah Hasibuan
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol 4, No 3 (2024): Bull. Community. Serv.
Publisher : The Institute for Research and Community Services (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v4i4.41667

Abstract

Patchouli is a source of essential oil which is a major commodity in Indonesia, especially in the Aceh region which can be a driver of the local economy. Community service in Lhoong Sub-District, Aceh Besar aims to improve patchouli cultivation through sustainable agricultural practices. Community service was conducted at the Patchouli Industry Center, Lhoong Sub-District, Aceh Besar Regency on August 13, 2024. The tools and materials used include a sprayer, conductor, bucket, eco-enzyme made from fruit peels with a ratio of sugar, fruit or vegetables, and water of 1: 4: 10, POC, and compost made from patchouli waste and surrounding agriculture, 2% baking soda in 1 L of water. Compost, POC, and eco-enzymes function as organic fertilizers while baking soda solution is a natural fungicide to control fungal diseases, such as powdery mildew. The study results showed that although the agroecological conditions in Lhoong Sub-District are suitable for patchouli cultivation, increasing soil fertility is needed to sustain patchouli productivity. Integration of organic inputs and natural disease control methods shows results that can increase the yield and quality of patchouli. However, community motivation in cultivating patchouli plants still needs to be improved, one of which is by providing education and motivation through training programs on effective cultivation techniques with internal inputs to activate the development of the agricultural sector that attracts the interest of local people, especially the younger generation. The approach used to increase the potential for organic farming practices that can increase land productivity and the local economy, ensures the sustainability of patchouli with high yields. Patchouli has a high price in the regional and global markets which can be an opportunity to improve the welfare of the Umong Seribee Village community.
PENGARUH APLIKASI EKSTRAK ETIL ASETAT BEBERAPA JENIS TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN (Amaranthus spinosus L). Dwika Maha Reni Swanda; Gina Erida; Trisda Kurniawan
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan herbisida sintetis secara terus-menerus untuk mengendalikan gulma dapat menyebabkan resistensi gulma, pencemaran lingkungan serta dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bioherbisida berbahan alelopati tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman yang paling berpotensi dijadikan bioherbisida terhadap pertumbuhan gulma bayam duri. Pelarut memiliki peranan penting dalam menarik senyawa aktif selama proses ekstraksi. Keberhasilan ekstraksi dipengaruhi oleh kesesuaian polaritas antara pelarut dan senyawa yang diekstraksi. Etil asetat dipilih karena bersifat semi polar sehingga mampu mengekstraksi senyawa polar dan nonpolar yang diduga berperan sebagai alelokimia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 17 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, kontrol positif (2, 4-D), kontrol negatif (aquades), ekstrak etil asetat daun pinus, akasia, jati, ketapang dan jarak pagar masing-masing konsentrasi 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak etil asetat jati dan jarak pagar konsentrasi 20%, akasia, pinus dan ketapang konsentrasi 30% menyebabkan kematian gulma bayam duri pada 7 HSA.
Uji Aktivitas Bioherbisida Ekstrak n-heksana Beberapa Jenis Tanaman Terhadap Pertumbuhan Amaranthus spinosus L. Salsabila Hafizah; Gina Erida; Erita Hayati
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu alternatif pengendalian gulma yaitu pemanfaatan senyawa alelopati dari tumbuhan sebagai bioherbisida alami. Pelarut merupakan salah satu komponen penting dalam proses ekstraksi untuk memperoleh senyawa bioaktif dari tumbuhan. Pelarut n-heksana berfungsi menarik senyawa berminyak, lipid, dan terpenoid nonpolar dari tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak n-heksana beberapa jenis tanaman terhadap pertumbuhan gulma bayam duri serta mengetahui potensi tanaman sebagai bioherbisida. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Gulma dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2025 sampai Februari 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 17 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi kontrol negatif (Aquades), kontrol positif (2, 4-D pada 0,686 kg b.a ha-1), serta ekstrak n-heksana pinus (Pinus merkusii), jati (Tectona grandhis), akasia (Acica mangium), ketapang (Terminalia catappa), dan jarak pagar (Jatropha curcas) dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak n-heksana pinus dan akasia efektif pada konsentrasi diatas 30%. Sedangkan pada ekstrak n-heksana jati dan jarak pagar efektif mengendalikan gulma pada konsentrasi diatas 20% dan pada ekstrak n-heksana jarak pagar diatas konsentrasi 20% mengalami penghambatan pertumbuhan gulma bayam duri. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa senyawa steroid terdapat pada seluruh ekstrak beberapa jenis tanaman, sedangkan senyawa terpenoid hanya ditemukan pada pinus. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak n-heksana jati dan jarak pagar berpotensi dikembangkan sebagai bioherbisida alami untuk pengendalian gulma bayam duri.