R.A. Retno Hastijanti
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA IKAN AIR PAYAU DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ANALOGI Frendy Arbiansyah; R.A. Retno Hastijanti; Darmansjah Tjahja Prakasa
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.4601

Abstract

Tambak, persawahan, dan sungai, serta perikanan tangkap (laut) di wilayah Brondong dan Paciran merupakan sebagian besar potensi perikanan Kabupaten Lamongan. Air tawar dan air payau digunakan untuk mengembangkan akuakultur. Sekitar 1.380 hektar pertanian air payau terletak di sepanjang pantai utara. Kabupaten lamongan sendiri memiliki Jumlah persebarana Usaha Budidaya Ikan Air Payau Berbasis Rumah yang masih belum begitu banyak, yaitu mencapai 388 Usaha Budidaya Ikan Air Payau Berbasis Rumah. Oleh karena itu perlu adanya fasilitas pelatihan budidaya ikan air payau dengan konsep yang ideal untuk meningkatakan kualitas budidaya perikanan, meningkatkan jumlah prodiksi perikanan daerah dan Usaha Budidaya Ikan Air Payau Berbasis Rumah,dan meningkatkan kualitas SDM yang sudah ada di bidang budidaya ikan air payau. Metode yang digunakan pada Pelatihan Budidaya Ikan Air Payau adalah metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan sumber primer dan sekunder (melalui kutipan dari beberapa buku, jurnal dan karya ilmiah) lalu setelah data-data tersebut didapatkan maka akan diolah dan dianalisis. Konsep yang digunakan adalah “Alongan” yaitu tangkapan melimpah. Menunjukkan bahwa Kabupaten Lamongan memiliki potensi perikanan tangakap maupun budidayanya. Alongan juga merupakan doa dan harapan untuk kejayaan perikanan kabupaten lamongan. Dengan pengguannan konsep alongan diaharapkan dapat memberikan semngat untuk para nelayan dan petani tambak untuk terus meningkatkan nilai produksi perikanan daerah. Disamping itu fasilitas ini juga sebagai tempat sertifikasi profesi dan tempat wisata pemancingan. Dengan desain menggunakan pendekatan analogi pada bentuk bangunan.
LIFE SKILL HABITS IN THE DESIGN OF BOARDING SCHOOLS USING A BEHAVIORAL ARCHITECTURE APPROACH LIFE SKILL HABITS DALAM PERANCANGAN SEKOLAH RAKYAT BERASRAMA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Abdul Rahman Abiaup; R.A. Retno Hastijanti; Ibrahim Tohar
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v6i1.200

Abstract

Perancangan Sekolah Rakyat Berasrama dilatarbelakangi oleh kebutuhan fasilitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mendukung pembentukan kemandirian dan keterampilan hidup siswa. Pada banyak sekolah menengah, proses belajar masih terpusat pada ruang kelas sehingga pengalaman praktik yang membentuk kebiasaan hidup belum sepenuhnya terfasilitasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan sekolah berasrama yang mendukung pembentukan life skill habits melalui pendekatan arsitektur perilaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif–analitis dalam proses perancangan arsitektur yang meliputi analisis tapak, identifikasi pelaku dan aktivitas, penyusunan kebutuhan ruang, serta perumusan konsep zonifikasi dan sirkulasi kawasan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pengaturan zonasi antara area edukasi, asrama, dan zona produktif serta sistem sirkulasi yang terstruktur mampu membentuk pola aktivitas harian siswa secara lebih terarah. Penyediaan bengkel kreatif dan pasar siswa juga mendukung pembelajaran berbasis praktik sehingga arsitektur berperan sebagai media pembentuk kemandirian dan keterampilan sosial siswa.