Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Influence of Applying the Picture and Picture (PAP) Learning Model on Student Learning Outcomes in Solar System Material Sunaryo; Hermanto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No SpecialIssue (2024): Science Education, Ecotourism, Health Science
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10iSpecialIssue.7786

Abstract

The research aims to examine the effect of implementing the Picture and Picture (PAP) Learning Model on Student Learning Outcomes in Class 6 Solar System Material at SDN 1 Socongkangsi. The research was carried out at SDN 1 Socongkangsi, class VI students. The sampling technique uses a purposive area sampling method. The research used a quasi-experimental design with data collection techniques through post-tests in the form of multiple choice questions and descriptions, observation, documentation and interviews. The data obtained was analyzed using statistical tests which included normality tests, data analysis using the Paired Samples t-Test. Based on the Validity Test, the results show r = 0.78 α >(0.05) so that all question items show valid results. Reliability test if the value α > 0.721 the value is reliable, namely 0.721. Then the results of the normality test, the learning outcome value is 0.386 > α (0.05) exceeds the significant value, then the variable value is normally distributed, followed by using the Paired Sample t-Test test, the test results -t is the learning result at a sig value of 0.00 < α (0.05), so reject H0. So it can be concluded that there is an influence of the application of the Picture and Picture (PAP) learning model on student learning outcomes in class 6 solar system material at SDN 1 Socongkangsi.
Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Sekolah Dasar Inklusi Dinda Dewanti; Hermanto; Nur Azizah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 33 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v33i22024p243-255

Abstract

Differentiated instruction aligns teaching process with the needs, interests, learning styles, and readiness of students. This study investigates factors influencing its implementation in two inclusive primary schools in Yogyakarta: SDN A and SD B. Using a qualitative multi-case study approach, data were collected through interviews and observations with teachers, special education teachers, and school leaders. Key factors include teacher perceptions, inclusive environments, collaboration, and school leadership. Positive perceptions, supported by training, foster creative differentiation, while misconceptions about differentiation hinder its implementation. Inclusive environments, eliminate discrimination and adapt learning materials for all students. Collaboration, especially with special education teachers, strengthens the application. School leaders play a crucial role by fostering inclusivity, providing resources, and monitoring classroom practices. However, challenges such as administrative burdens, limited training, and teacher readiness persist, particularly in public schools. Addressing these issues through sustained professional development and policy support is essential. This study emphasizes the need for a collaborative approach to improve differentiated instruction and promote equitable and effective learning outcomes for all students. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang menyesuaikan proses pengajaran dengan kebutuhan, minat, gaya belajar, dan kesiapan peserta didik. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di dua sekolah dasar inklusif di Yogyakarta: SDN A dan SD B. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi multi-kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap guru kelas, guru pendamping khusus, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor utama, termasuk persepsi pendidik, lingkungan inklusif, kerjasama antar pendidik, dan peran kepala sekolah. Persepsi positif, didukung oleh pelatihan, mendorong penerapan strategi berdiferensiasi secara kreatif, sementara miskonsepsi tentang pembelajaran berdiferensiasi menjadi penghambat. Lingkungan inklusif, menghilangkan diskriminasi dan menyesuiakan materi pembelajaran bagi semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Kolaborasi, khususnya dengan guru pendamping khusus, turut memperkuat implementasi pembelajaran ini. Peran kepala sekolah juga terbukti penting dalam membangun budaya inklusif, menyediakan sumber daya, dan memantau praktik pengajaran di kelas. Namun, tantangan seperti beban administratif, kurangnya pelatihan yang memadai, dan kesiapan pendidik yang terbatas masih ditemukan, khususnya di sekolah negeri. Tantangan ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan dan dukungan kebijakan yang memadai. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan yang kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berdiferensiasi dan meningkatkan hasil belajar yang lebih adil dan efektif bagi semua peserta didik.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Guru Dalam Layanan Pendidikan Murid Berkebutuhan Khusus di SDN 003 Kongbeng Neri Ding; Hermanto
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.754

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kondisi kompetensi guru kelas di SDN 003 Kongbeng dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung pengembangan kompetensi guru kelas SDN 003 Kongbeng dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus.(3) Menganalisis kebutuhan pengembangan kompetensi guru kelas SDN 003 Kongbeng yang sesuai dengan kondisi nyata di sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di SDN 003 Kongbeng dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2026. Penelitian ini menggunakan teknik observasi saat pembelajaran, wawancara guru dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Uji Keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu, dan bahan referensi. Teknik analisis menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) kompetensi guru kelas di SDN 003 Kongbeng dalam menangani murid berkebutuhan khusus (ABK) masih kurang optimal. (2) Guru memiliki sikap empati, kesabaran, dan komitmen yang baik, namun kompetensi pedagogik (penyusunan modul ajar diferensiasi) dan kompetensi profesional masih kurang optimal. Faktor penghambat utama meliputi minimnya pelatihan khusus, fasilitas yang belum ramah ABK, jumlah GPK yang terbatas, dan beban kerja guru yang tinggi. (3) Kebutuhan pengembangan kompetensi yang paling sesuai adalah program pelatihan berbasis sekolah yang bertahap, praktis, dan berkelanjutan, dengan fokus pada penyusunan PPI, diferensiasi pembelajaran, manajemen perilaku, serta pembuatan media lokal melalui kombinasi workshop dan mentoring rutin yang melibatkan seluruh guru kelas.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Penerapan Pendidikan Inklusi di SD 010 Kongbeng Norti Jalung; Hermanto
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.755

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui tahapan strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif, (2) mengetahui prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif yang diterapkan oleh kepala sekolah, dan (3) mengetahui tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di SD 010 Kongbeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SD 010 Kongbeng pada Februari–Mei 2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi selama proses pembelajaran, wawancara dengan guru, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan wawancara. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta penggunaan bahan referensi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi yang diterapkan kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif dilakukan secara sistematis dan bertahap, meliputi identifikasi awal peserta didik, sosialisasi kepada pemangku kepentingan, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan evaluasi bulanan. Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner namun realistis serta disesuaikan dengan kondisi sekolah di kawasan perkebunan menjadikannya sebagai penggerak utama dalam implementasi pendidikan inklusif dengan memberikan dukungan moral dan teknis kepada guru. (2) Kepala sekolah secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip utama pendidikan inklusif, terutama kesetaraan, partisipasi penuh, dan individualisasi. Kepala sekolah juga membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan menumbuhkan penghargaan terhadap keberagaman dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Dayak.