Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui tahapan strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif, (2) mengetahui prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan inklusif yang diterapkan oleh kepala sekolah, dan (3) mengetahui tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di SD 010 Kongbeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SD 010 Kongbeng pada Februari–Mei 2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi selama proses pembelajaran, wawancara dengan guru, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan wawancara. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta penggunaan bahan referensi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi yang diterapkan kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif dilakukan secara sistematis dan bertahap, meliputi identifikasi awal peserta didik, sosialisasi kepada pemangku kepentingan, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, dan evaluasi bulanan. Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner namun realistis serta disesuaikan dengan kondisi sekolah di kawasan perkebunan menjadikannya sebagai penggerak utama dalam implementasi pendidikan inklusif dengan memberikan dukungan moral dan teknis kepada guru. (2) Kepala sekolah secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip utama pendidikan inklusif, terutama kesetaraan, partisipasi penuh, dan individualisasi. Kepala sekolah juga membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan menumbuhkan penghargaan terhadap keberagaman dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Dayak.
Copyrights © 2026