hazma hazma
Politeknik Negeri Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengadaptasian “The Most Significant Change” sebagai Alat Evaluasi Pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi Waway Qodratulloh S; hazma hazma; Ida Suhartini; Ajeng Ayu Milanti; Zulkifli Arsyad
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v4i2.10897

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi penerapan MSC sebagai alat evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi. Metode MSC, yang mengutamakan cerita perubahan signifikan dari mahasiswa, menawarkan pendekatan holistik dan partisipatif dalam menilai dampak perkuliahan PAI di perguruan tingi terhadap pengembangan sikap, pemahaman, dan pengalaman keagamaan mahasiswa. Dengan fokus pada cerita perubahan, metode ini memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengalaman belajar mahasiswa dan dampaknya pada aspek spiritual dan moral. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena kemampuannya dalam memahami fenomena dari perspektif subjek yang terlibat secara mendalam dan kontekstual. Dalam penerapannya, MSC dimulai dengan pengertian yang jelas tentang tujuan evaluasi. Selanjutnya mengumpulkan tim evaluasi yang terdiri dari tim dosen PAI dilanjutkan dengan penyusunan, pengumpulan, penyeleksian serta identifikasi cerita perubahan dari mahasiswa. Setelah cerita terpilih diidentifikasi, dilanjutkan dengan menganalisis dan menarik kesimpulan dari cerita tersebut, yang diakhiri dengan penyusunan laporan evaluasi. Tantangan yang muncul adalah subjektivitas serta kepastian bahwa cerita yang diceritakan relevan dan memberikan informasi yang cukup untuk tujuan evaluasi. Karenanya diperlukan keterampilan khusus dosen dalam mengarahkan narasi dan mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi.
PENGEMBANGAN RUMAH IQRO AN-NUR SEBAGAI SOLUSI CERDAS MENUMBUHKAN BUDAYA BELAJAR ANAK USIA DINI DAN SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Nani Yuningsih; Kunlestiowati Hadiningrum; Siti Samsiyah Purwaningsih; Sardjito Sardjito; Anie Lusiani; Hazma Hazma; Wastu Kurning Purbandini
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Iqro An-Nur, di Desa. Ciwaruga, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat, merupakan tempat belajar kelompok pendidikan informal yang peserta didiknya terdiri atas anak usia dini hingga usia sekolah dasar. Di masa pandemic Covid-19, Rumah Iqro menjadi salah satu solusi dalam membantu warga yang kesulitan dalam pendampingi putra-putrinya Belajar Dari Rumah (BDR) karena terbatasnya kemampuan orang tuanya. Untuk memenuhi harapan warga yang mengirimkan putra-putrinya ke Rumah Iqro, perlu pengembangan Rumah Iqro berupa pengadaan sarana belajar. Selain itu perlu peningkatan kompetensi relawan dalam pemanfaatan alat peraga dan permainan edukatif serta metodologi Pendidikan anak mengingat latar belakang relawan yang tidak inline dengan Pendidikan anak. Sarana belajar yang menarik berupa Alat Permainan Edukatif (APE), alat peraga matematika kreatif, alat peraga sain, buku bacaan bergambar, dan fasilitas belajar telah diserahterimakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Peningkatan kompetensi relawan pendamping belajar juga telah berhasil dilaksanakan dengan mengundang narasumber dari Dinas Pendidikan Cimahi untuk metodologi Pendidikan anak dan bimbingan teknik dari Tim pengabdian POLBAN untuk penggunaan alat peraga sain dan matematika. Sarana tersebut telah dimanfaatkan oleh tenaga relawan dalam pendampingan belajar anak-anak di Rumah Iqro. Sarana dan prasarana yang diberikan telah berhasil menarik minat belajar anak-anak dan harapannya tumbuh menjadi sebuah budaya belajar.