Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengukuran Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Rekayasa Diploma 4 Politeknik Negeri Bandung melalui Percobaan Momen Inersia Nani Yuningsih; Sri Suratmi
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 2 No 1 (2016): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 2 Nomor 1, Jun
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.851 KB) | DOI: 10.21009/1.02105

Abstract

AbstractPoliteknik Negeri Bandung is one of the colleges that provides vocational education in science and technology emphasizing on its application capabilities. The applicability of education can be achieved either with critical thinking skills. The instruments of assessment through experiment of Moment of Inertia by using indicators capabilities through 4 levels of thinking, i.e.knowledge, comprehension, application, and analysis have been made to measure students' critical thinking skills. Assessment was conducted on student worksheets, i.e.the preliminary project, experiments, data processing, and reporting/journal writing. The questionnaires were used to assess the students' perceptions on Moment of Inertia module. It has been tested for validity and reliability. The entire statements have a validity coefficient greater than 0.3 r-critical, so all items statement can be used as a measuring tool in this research. While the value of reliability statement on that questionnaire is greater than 0.6. These results show that all statements on the questionnaire are reliable to measure the variables. The assessment results shows critical thinking skills of students with an average level of knowledge is 84%, comprehensive is 84%, application is 98%, and for the analysis is 68%. In this study, the Diploma 4 students have a good knowledge, good comprehension, have a high education applicapability and also good at analytical thinking.Keywords: critical thinking, moment of inertia, student worksheets AbstrakPoliteknik Negeri Bandung adalah salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengutamakan kemampuan penerapannya. Kemampuan penerapan dapat dicapai salah satunya dengan kemampuan berpikir kritis. Untuk mengukur kemampuan berpikir kritis mahasiswa, telah dibuat instrumen penilaian melalui percobaan Momen Inersia dengan menggunakan indikator kemampuan melalui 4 tingkatan berpikir yaitu pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehensive), aplikasi (application), dan analisis (analysis). Penilaian dilakukan terhadap penilaian lembar kerja siswa (LKS) berupa tugas pendahuluan, pelaksanaan praktikum, pengolahan data, dan pembuatan laporan/jurnal praktikum. Untuk menilai persepsi mahasiswa terhadap percobaan Momen Inersia digunakan kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Seluruh item pernyataan memiliki koefisien validitas yang lebih besar dari r-kritis 0,3, sehingga item-item tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian dan nilai reliabilitas butir pernyataan pada kuesioner yang diteliti lebih besar dari 0,6. Hasil ini menunjukkan bahwa butir-butir pernyataan pada kuesioner andal untuk mengukur variabelnya. Hasil penilaian menunjukkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dengan rata-rata tingkat pengetahuan 84%, pemahaman 84%, aplikasi 98%, dan analisa 68%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Diploma 4 memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik, dan memiliki kemampuan aplikasi yang tinggi serta daya analisis yang baik.Kata-kata kunci: berpikir kritis, momen inersia, LKS
Peningkatan Manajemen Mutu Pos PAUD Melati 10 dan Kenanga 12 Menuju Persiapan Akreditasi PAUD Ratu Fenny Muldiani; Kunlestiowati Hadiningrum; Siti Syamsiah Purwaningsih; Nani Yuningsih; Anie Lusiani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 10, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v10i1.758

Abstract

POS PAUD is one of the non-formal educational institutions that plays an important role in children's education. All learning activities in PAUD and the supporting facilities must meet the standards according to the provisions of PAUD Education. To find out the achievement of these standards accreditation activities are needed, because one of the efforts to maintain the quality and improvement of an educational institution is through accreditation activities. POS PAUD Melati 10 and Kenanga 12 are located in Kelurahan Pasir Kaliki Kecamatan Cimahi Utara are PAUD institutions that have not been accredited. In order for POS PAUD to be accredited properly, it must meet the accreditation eligibility criteria based on the National Education Standards which include eight standards.. The methods used in the preparation of the two POS PAUD accreditations are literature study, interviews, field surveys, discussions, technical guidance for preparation of accreditation standard documents in the form of workshops for school principals, teachers and operators. Through this accreditation preparation assistance activity, it has succeeded in bringing POS PAUD Melati 10 to meet the accredited criteria and POS Kenanga 12 PAUD with additional time being ready for accreditation.
MEMBANGUN POLA BERPIKIR ILMIAH ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN IPA DAN MATEMATIKA POS PAUD MELATI KEL PASIRKALIKI KEC CIMAHI UTARA Ratu Fenny Muldiani; Siti Samsiyah Purwaningsih; Kunlestiowati Hadiningrum; Nani Yuningsih
Jurnal Difusi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.061 KB) | DOI: 10.35313/difusi.v1i2.1302

Abstract

Alat peraga edukasi (APE) IPA dan Matematika selain dapat digunakan sebagai alat permainan dapat juga dimanfaatkan untuk membangun pola berfikir ilmiah anak. APE dapat dimanfaatkan untuk menggali kemampuan, melatih konsentrasi, dan memperkenalkan  konsep logika sederhana. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tahun 2017 ini menghasilkan solusi untuk POS PAUD Melati Kelurahan Pasirkalili berupa bantuan APE IPA dan Matematika yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum pendidikan anak usia dini dalam mendukung proses belajar mengajar. Bantuan disertai modul penggunaan APE sebagai pegangan untuk para pendidik (guru). Keseluruhan kegiatan telah terlaksana dengan tuntas, terjadi komunikasi yang efisien dan efektif dengan mitra sehingga tim pengabdian mendapatkan kelancaran dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan rencana. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas jawaban responden pada seluruh item pertanyaan kuisioner adalah “sangat setuju” dan “setuju”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden merasakan manfaat dengan terbentuknya pola berpikir ilmiah siswanya melalui bantuan APE dari tim pengabdian masyarakat Polban. Hasil wawancara semua guru menyatakan bahwa bantuan APE yang diberikan dari tim pengabdian Polban sangat mendukung kegiatan proses belajar mengajar. Pasca pelatihan tim pengabdian masyarakat tetap melakukan monitoring dan pendampingan kepada mitra  untuk memastikan keberlangsungan program setelah pelatihan. Kata Kunci : POS PAUD, Alat Peraga Edukatif, IPA dan Matematika
ANALISIS GETARAN ROTASIONAL TEREDAM SISTEM BATANG DAN PEGAS TORSIONAL UNTUK DIKEMBANGKAN SEBAGAI MODEL FLUKTUASI EKONOMI Nani Yuningsih; Kunlestiowati Hadiningrum; Sardjito Sardjito
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.513 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.CIP.04

Abstract

The ideal free vibration system is characterized by periodic oscillation motion with fixed amplitude. In fact, towards this kind of vibration system, there is an external force that will dampen the vibration so the amplitude will be decreased continuously. In damped vibrations, in addition to amplitude change, the frequency will also be different from the frequency of free vibration. It has been observed the phenomenon of rotational homogeneous rods attached to torsional spring and occurs damping due to air friction both theoretically and empirically. Basically rotational vibration characteristics are similar to translational vibrations. The observed variables are the deviation angle of the amplitude and the vibration period. Measurements are done by video camera and digital counter. The empirical observations reinforce the solution of the differential equations obtained by theoretical analysis of the damped vibration system. The result of the research on the mechanical rod and spring vibration system was developed to observe the phenomenon of economic fluctuation occurring in Indonesia, using the analogy between physics phenomenon and economic phenomenon (econophysics). Keywords: rotational vibration, torsional spring, econophysics.
STUDI TEORITIS PERBANDINGAN APLIKASI MODEL GETARAN HARMONIK LOGARITMIK dengan OSILATOR ROTASI PEGAS TORSIONAL UNTUK DIKEMBANGKAN PADA FENOMENA EKONOMI Kunlestiowati Hadiningrum; Nani Yuningsih; Sardjito Sardjito
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.788 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.CIP.11

Abstract

Abstrak Tinjauan system pegas dengan beban bermassa dapat menghasilkan gerak getaran yang ditandai dengan berubahnya posisi beban terhadap waktu mengikuti fungsi osilasi harmonik. Jika massa beban konstan, maka fungsi posisi terhadap waktu akan berbentuk harmonik murni berupa gelombang sinus dan/atau cosinus. Apabila massa beban berubah secara linier, akan mengakibatkan terjadinya relaksasi perioda getaran, sehingga solusi posisi beban berbentuk fungsi osilasi harmonic logaritmik. Untuk tinjauan skala laboratorium, kondisi ini dapat diterapkan pada Osilasi Rotasional Pendulum Torsi. Model pegas berbeban telah dikembangkan untuk mendeskripsikan peristiwa dinamika nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, khususnya bila ada gangguan yang cukup berarti yang berakibat pada terjadinya lonjakan, mengingat dalam situasi ekonomi Indonesia, kadang-kadang muncul gejolak yang menimbulkan lonjakan ekonomi, yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Model ini bermula dari analogi gejala fisika dengan gejala ekonomi, tetapi model ini masih perlu diperbaiki dengan memasukkan factor gangguan yang bekerja dalam waktu yang sangat singkat bukan hanya pada saat awal agar menghasilkan fungsi delta atau fungsi diskrit sehingga solusinya dapat ditinjau dengan pendekatan diskrit. Kata-kata kunci: getaran, massa berubah, fungsi harmonik logaritmik, pendulum torsi Abstract The overview of the mass-loaded spring system could produce vibration motion characterized by the change of the load position over time following the harmonic oscillation function.If the load mass is constant, then the function of position to time will be a pure harmonic form of sine wave and / or cosine.If the load mass is changed linearly, it will result in the relaxation of the vibration period, so the solution of the load position is in the form of a harmonic logarithmic oscillation function.For a laboratory scale review, this condition can be applied to the rotational oscillation torsion pendulum.The loaded spring model has been developed to describe the dynamics of the exchange rate of the rupiah against foreign exchange, especially when there is significant interference resulting in a spike, given the economic situation in Indonesia, there are sometimes fluctuations that cause unexpected economic hikes.This model begins with the analogy of physical and economic phenomenon. However, this model still needs to be fixed by incorporating the interference factor that works in a very short time not only at the beginning, in order to produce delta function or discrete function so that the solution can be reviewed with discrete approach. Keywords: vibration, mass changing, harmonic logarithmic function, torsion pendulum.
ANALOGI MODEL OSILATOR HARMONIK LOGARITMIK PENDULUM TORSI DENGAN FLUKTUASI NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP US DOLLAR Nani Yuningsih; Kunlestiowati Hadiningrum; Sardjito Sardjito
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 7 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.866 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2018.02.PA.07

Abstract

Abstrak Peristiwa fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap US Dollar ada keserupaan dengan getaran paksa teredam. Untuk mengetahui adanya kemiripan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap US Dollar beserta faktor-faktor peubahnya dengan getaran paksa teredam, dilakukan uji model getaran paksa teredam menggunakan perangkat pendulum torsi. Untuk getaran paksa teredam sumber tegangan yang digunakan 8-8,4 V dan dengan nilai tukar rupiah terhadap US Dollar pada perioda tahun 2013 sampai 2017. Hasil analisis menunjukkan adanya kemiripan antara simpangan getaran paksa teredam dengan dinamika nilai tukar rupiah terhadap US dollar. Efek redaman pada getaran dianalogikan dengan kebijakan pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan gaya paksa dianalogikan sebagai gangguan faktor eksternal. Hasil perhitungan melalui regresi sederhana dan SPSS diketahui koefisien pergerakan nilai tukar dan ampiltudo getaran mempunyai arah yang sama, yaitu arah positif. Dari uji korelasi melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial diperoleh hubungan (korelasi) dengan kekuatan Sedang antara nilai tukar rupiah dengan simpangan getaran paksa teredam, dengan koefisien korelasi sebesar 0.595. Hal ini menunjukkan bahwa apabila nilai tukar naik (rupiah melemah), maka simpangan akan meningkat secara signifikan, sebaliknya jika nilai tukar menurun (rupiah menguat) maka simpangan akan menurun secara signifikan. Kata-kata kunci: pendulum torsi, getaran paksa teredam, nilai tukar rupiah, uji korelasi. Abstract There are similarities between the Rupiah rate exchange against the US Dollar and forced damped vibration. To identify those similarities along with the variables of its effect with forced damped vibration, a forced damped vibration model is tested using a pendulum torque device. For forced damped vibration the voltage source used is 8-8.4 V and with the Rupiah exchange rate against the US Dollar from 2013 to 2017. The results of the analysis show that there are similarities between forced damped vibration and the dynamics of the Rupiah exchange rate against the US Dollar. The effect of attenuation on vibration is analogous to the government policy to stabilize the Rupiah exchange rate, and the forced force is analogous to the external factor disruption. The results of calculations through a simple regression and SPSS note that the exchange rate movement coefficient and vibration amplitude have the same direction, namely the positive direction. From the correlation test through descriptive analysis and inferential analysis obtained the relationship (correlation) with the medium strength between the Rupiah exchange rate with the forced damped vibration deviation, with a correlation coefficient of 0.595. This shows that if the exchange rate rises (the Rupiah weakens), then the deviation will increase significantly, on the contrary, if the exchange rate decreases (the Rupiah strengthens) then the deviation will decrease significantly. Keywords: pendulum torque, forced damped vibration, Rupiah exchange rate, correlation test
OPTIMASI BESARAN FISIS YANG MEMPENGARUHI PROSES KONVERSI ENERGI (STUDI KASUS PERCOBAAN TARA KALOR MEKANIK DAN HUKUM JOULE) Nani Yuningsih
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 7 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.702 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2018.02.PA.10

Abstract

Abstrak Konsep Hukum kekekalan energi dapat diberikan melalui percobaan Tara Kalor Mekanik dan Percobaan Hukum Joule. Percobaan Tara Kalor Mekanik membuktikan konsep perubahan energi mekanik menjadi energi panas, sedangkan percobaan Hukum Joule membuktikan konsep perubahan energi listrik menjadi energi panas. Percobaan Tara Kalor Mekanik menggunakan 3 jenis calorimeter yaitu calorimeter tembaga kosong, calorimeter tembaga pejal, dan calorimeter aluminium pejal. Untuk mendapatkan perubahan energi mekanik menjadi energi panas yang optimum, calorimeter tembaga memerlukan kecepatan sudut lebih besar dibandingkan dengan calorimeter aluminium pejal. Kecepatan sudut optimum calorimeter tembaga kosong adalah 137 rpm, tembaga pejal 132 rpm, sedangkan aluminium pejal sebesar 113 rpm. Hal ini sesuai dengan besarnya kapasitas panas bahan calorimeter yang digunakan. Ketidaklinieran harga arus dengan perubahan panas disebabkan karena kalorimeter yang digunakan tidak murni bersifat adiabatik akibatnya ketika diberikan harga arus yang besar, suhu air pada kalorimeter cepat naik dan terjadi penyerapan suhu oleh lingkungan semakin besar. Sedangkan saat pemberian arus rendah, lebih kecil dari 1,5 A, suhu air pada kalorimeter mengalami kenaikan dengan waktu yang cukup lama. Dari hasil analisis ini disarankan apabila menggunakan arus yang kecil, waktu pemanasan perlu diperbesar. Dengan demikian dapat direkomendasikan pemberian harga arus yang optimum adalah pada pemberian arus sebesar 1,5 A – 2,5 A, dengan ratio Q/W mendekati 100%. Kata-kata kunci: kalorimeter, Tarakalor mekanik, Hukum Joule Abstract The concept of energy conservation law is given through the experiment of the equivalence of mechanical heat and the experiment of Joule's Law. The experiment of the equivalence of mechanical heat proves the concept of changing mechanical energy into heat energy, while the Joule’s Law experiment proves the concept of changing electrical energy into heat energy. The experiment of the equivalence of mechanical heat uses three types of calorimeters that are water calorimeter, copper-block calorimeter, and aluminum-block calorimeter. To obtain mechanical energy changes to maximum heat energy, copper-block calorimeters require greater angular velocity than aluminum-block calorimeters. The optimum angular velocity of water calorimeter is 137 rpm, copper-block is 132 rpm, and aluminum-block is 113 rpm. This corresponds to the heat capacity of the calorimeter material used. The data obtained in Joule's law experiments of nonlinearity between the current given by the Q / W ratio is due to several factors. This is because the calorimeter used is not pure adiabatic, therefore when given the large currents, water temperature on the calorimeter rise fast, and absorption of temperature by the environment is greater. While the current smaller than 1.5 A, water temperature on the calorimeter has increased in a long time. From the results of this analysis, it is suggested when using a small current, and the heating time needs to be increased. It can be recommended that the maximum current is given at 1.5 A-2.5 A, with a Q / W ratio approaching 100%. Keywords: calorimeter, Equivalence of Mechanical Heat, Joule’s Law
SIGNIFIKANSI KOREKSI NEWTON UNTUK MEMASUKKAN PENGARUH LINGKUNGAN PADA PERCOBAAN TARAKALOR MEKANIK Nani Yuningsih; Kunlestiowati H.; Sardjito Sardjito
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.119 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.02.PA.06

Abstract

Tujuan percobaan tarakalor mekanik adalah untuk membuktikan hukum kekekalan energi pada proses perubahan energi mekanik menjadi energi panas. Kalorimeter yang digunakan pada penelitian ini adalah kalorimeter tembaga pejal, tembaga berongga, dan aluminium pejal. Kalorimeter dililit dengan tali yang digantungi beban dan diputar selama 120 detik sehingga timbul gesekan antara tali dengan kalorimeter. Panas yang timbul akibat gesekan diserap oleh kalorimeter. Setelah diputar selama 120 detik, putaran dihentikan dan diukur panasnya selama 240 detik. Untuk mendapatkan hasil yang optimum, perlu memasukkan koreksi Newton laju pendinginan pada saat menghitung energi panas. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dari data primer yang diperoleh dari percobaan di laboratorium dan pengolahan data berbantuan komputer. Pengaruh suhu lingkungan dalam konsep perubahan energi mekanik menjadi energi panas sangat kuat. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan energi panas terhadap energi mekanik dengan memperhitungkan pengaruh suhu lingkungan lebih besar dari yang tanpa memperhitungkan pengaruh suhu lingkungan. Energi mekanik yang berubah menjadi energi panas masing-masing untuk kalorimeter tembaga berongga, tembaga pejal, dan aluminium pejal berturut-turut sebesar 80%, 89%, dan 84% tanpa koreksi Newton dan 92%, 95%, dan 94% dengan koreksi Newton. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan koreksi Newton dalam percobaan tarakalor mekanik. The aim of the mechanical heat experiment is to prove the conservation law of energy in the process of changing mechanical energy into heat energy. The calorimeter used in this study are solid copper calorimeter, empty copper calorimeter, and solid aluminium calorimeter. The calorimeter is wrapped around a load-hung rope and rotated for 120 seconds to create friction between the rope and the calorimeter. The heat arising from the friction is absorbed by the calorimeter. After rotating for 120 seconds, the rotation is stopped and the heat is measured for 240 seconds. To obtain optimum results, it is necessary to enter Newton's correction of the cooling rate when calculating the heat energy. The method used in this study is descriptive analysis from primary data taken in the laboratory and computer-assisted data processing. The influence of environmental temperature in the concept of changing the form of mechanical energy into heat energy is very strong. This is proved by the ratio of heat energy to mechanical energy by considering the influence of the environment temperature more than that without considering the influence of environment temperature. Mechanical energy that changes into heat for each empty copper calorimeter, solid copper calorimeter, and solid aluminium calorimeter are 80%, 89%, and 84% respectively without Newton correction and 90%, 94%, and 90% with Newton correction. This proves that there is a significant influence on the use of Newton's correction in the mechanical heat experiment.
Koreksi Suhu Kalorimeter sebagai Konsekuensi Laju Pendinginan oleh Suhu Lingkungan pada Percobaan Tara Kalor Mekanik Sardjito Sardjito; Nani Yuningsih
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.049 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2103

Abstract

Tara Kalor Mekanik merupakan satu modul praktikum fisika yang bertujuan membuktikan Hukum Kekekalan Energi. Dalam percobaan ini diukur suhu kalorimeter. Suhu yang terukur bukan merupakan suhu fisik kalorimeter karena suhu terukur merupakan resultan suhu kalorimeter dengan pengaruh laju pendinginan oleh lingkungan yang suhunya lebih rendah dari pada suhu kalorimeter. Oleh karena itu perlu dilakukan koreksi terhadap suhu kalorimeter. Untuk menentukan koreksi terhadap suhu kalorimeter, dilakukan analisis terhadap model persamaan diferensial dari Hukum Laju Pendinginan Newton. Hasilnya menunjukkan bahwa fungsi suhu benda terhadap waktu berbentuk eksponensial. Solusi model teoritis tersebut dicocokkan dengan data empirik yang diperoleh melalui eksperimen. Konstanta kesebandingan (k) dalam model ini ditentukan terlebih dahulu dari syarat awal dan syarat batas hasil pengukuran suhu benda pada keadaan kalorimeter dibiarkan mendingin, tanpa adanya usaha luar, kemudian diaplikasikan untuk menghitung koreksi suhu benda pada saat menerima energi mekanik, yang selanjutnya digunakan untuk menghitung kalor. Nilai kalor lalu dibandingkan dengan usaha mekanik. Hasil perbandingan kalor setelah melalui koreksi Newton dengan usaha mekanik lebih mendekati nilai sesungguhnya yang sesuai teori daripada sebelum menggunakan koreksi. Didapatkan bahwa perhitungan koreksi Newton yang optimal adalah pada saat menggunakan acuan suhu benda pada pertengahan tengat waktu pengamatan.
Gerak Vertikal Benda Berukuran Berbeda yang Jatuh Tanpa Kecepatan Awal dan Bergesekan dengan Udara Nani Yuningsih; Sardjito Sardjito
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.16 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2104

Abstract

Satu konsep mekanika yang popular dipelajari baik secara teoritis maupun eksperimen adalah gerak benda jatuh vertikal karena pengaruh gravitasi bumi dengan kondisi tanpa kecepatan awal. Tujuan penelitian adalah mengaplikasikan konsep gerak jatuh bebas untuk menentukan nilai percepatan gravitasi melalui percobaan di laboratorium, serta melakukan analisis untuk mengetahui penyebab penyimpangan hasil percobaan terhadap nilai yang sesungguhnya. Analisis teoritis dilakukan dengan memperhitungkan keberadaan gaya gesek udara terhadap benda yang bergerak jatuh vertikal. Metoda penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif data primer di Laboratorium Fisika Terapan Politeknik Negeri Bandung. Pengambilan data percobaan dilakukan dengan menggunakan perangkat gerak jatuh bebas yang bersifat otomatis. Data percobaan yang diamati adalah ketinggian atau jarak tempuh sebagai peubah bebas dan waktu tempuh sebagai peubah terikat. Dari hasil analisis matematis diperoleh hubungan matematis antara ketinggian jatuhnya benda dengan waktu tempuh yang sekaligus memberikan koreksi terhadap perumusan Gerak Jatuh Bebas yag sering digunakan namun mengabaikan gesekan udara. Hasil penentuan nilai percepatan gravitasi yang diperoleh lebih kecil dari nilai sesungguhnya, yaitu sebesar 9,5 m/s2 untuk bola besar dan 8,9 m/s2 untuk bola kecil. Penyimpangan hasil percepatan gravitasi bumi melalui percobaan gerak jatuh bebas disebabkan karena adanya remanensi magnet yang menahan bola tidak segera jatuh saat saklar pengukur waktu dioperasikan.