Januar
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hakikat dan Implementasi Pendidikan Multikultural di SD Muhammadiyah 1 Koto Baru, Kab. Solok Amirul Akbar Marfit; Rahmayanti; Januar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9697

Abstract

Pendidikan multikultural adalah proses sadar yang bertujuan mengembangkan kepribadian peserta didik untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya, ras, etnis, dan agama dalam masyarakat, sehingga tercipta karakter yang toleran dan rasa persatuan antar individu dan kelompok yang berbeda latar belakang, Pada penulisan artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kegiatan penulisan dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data yang menggambarkan, menjelaskan, dan menampilkan keadaan objek penelitian sesuai dengan situasi dan kondisi saat penelitian dilakukan. Tujuan dari pembuatan artikel ini untuk pemahaman dan menguasai ilmu tentang hakikat pendidikan multikultural, dan mengetahui bagaimana implementasi pendidikan multikultural di SD Muhammadiyah 1 Koto Baru, Kab. Solok. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan multikultural berupaya membantu peserta didik untuk meningkatkan rasa hormat kepada orang yang berbeda budaya, Implementasi pendidikan multikultural di SD Muhammadiyah 1 Koto Baru, Kab. Solok menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural diintegrasikan dalam pembelajaran tematik, kegiatan keagamaan, serta ekstrakurikuler. Guru mengajarkan toleransi melalui kegiatan diskusi kelompok dan permainan edukatif yang menumbuhkan kerja sama lintas latar belakang siswa. Pada kegiatan “pekan budaya sekolah”, siswa menampilkan tarian daerah, lagu tradisional, dan cerita rakyat dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rekonstruksi Pendidikan Indonesia di Era Globalisasi: Upaya Mengatasi Permasalahan Melalui Transformasi Teknologi Muhammad Sharif; Hayatul Khairi; Januar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9698

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa dan sepanjang sejarah mengalami transformasi sesuai perkembangan zaman dan teknologi. Memasuki abad ke-21, pendidikan menghadapi tantangan kompleks, terutama digitalisasi dan perubahan paradigma kurikulum dalam kerangka globalisasi. Pendidikan dituntut menjadi lebih adaptif, inovatif, dan kontekstual agar dapat menjawab kebutuhan zaman, termasuk membentuk kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi. Di Indonesia, terdapat ketimpangan akses teknologi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, kesiapan guru yang belum merata, serta kurikulum yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan global. Oleh sebab itu, rekonstruksi pendidikan melalui transformasi teknologi sangat penting guna meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan secara nasional di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang komprehensif dengan menganalisis berbagai sumber tertulis terkait pendidikan, globalisasi, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa transformasi teknologi mampu meningkatkan kualitas, efektivitas, aksesibilitas pendidikan, serta mendukung inovasi pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Namun, masih terdapat tantangan seperti kesenjangan digital dan kesiapan sumber daya manusia yang harus diatasi secara sistematis untuk mewujudkan pendidikan yang berdaya saing global.
Politik Pendidikan dan Kekuasaan Dalam Pendidikan Dela Desra Murni; Pariyal Nadianto; Januar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10066

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara politik, pendidikan, dan kekuasaan dalam konteks sistem pendidikan nasional. Politik pendidikan dipahami sebagai proses pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, dan pelaksanaan tindakan dalam bidang pendidikan yang dipengaruhi oleh kepentingan ideologis, sosial, ekonomi, dan budaya suatu bangsa. Pendidikan tidak bersifat netral karena selalu berada dalam pengaruh kekuasaan politik yang menentukan arah, isi, dan tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunkan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur yang relevan untuk menganalisis keterkaitan antara politik, kekuasaan, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik berperan dalam menentukan kebijakan kurikulum, sistem pembelajaran, serta distribusi sumber daya pendidikan, sedangkan kekuasaan berfungsi sebagai instrumen pengendali dan pengarah terhadap implementasi kebijakan tersebut. Pendidikan pada warga negara berperan sebagai sarana pembentukan kesadaran politik, moral, dan sosial warga negara agar mampu mengawasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan timbal balik ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi alat kekuasaan untuk mempertahankan legitimasi politik, namun juga dapat berfungsi sebagai sarana paksa dan pemberdayaan masyarakat jika dijalankan secara demokratis dan berkeadilan. Oleh karena itu, politik, pendidikan, dan kekuasaan harus bersinergi untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil, demokratis, dan berorientasi pada kemanusiaan
Pendidikan Agama Islam sebagai Ekologi Kapital Religius: Integrasi Kapital Manusia, Budaya, Sosial, dan Simbolik dalam Paradigma Tauhid Dessy Maulana; Hartoni; Januar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10402

Abstract

This study attempts to reconstruct the paradigm of Islamic education through a religious capital ecology approach, which integrates human, cultural, social, and symbolic capital within the framework of the tauhid paradigm. Using the library research method with a philosophical hermeneutics approach, this study analyzes the works of Pierre Bourdieu and a number of Islamic educational thinkers such as Al-Ghazali, Al-Attas, and M. A. Abdullah. The results show that Islamic Religious Education (IRE) acts as an ecosystem that nurtures and maintains various forms of religious capital, which originate from the values of faith, knowledge, charity, and manners. Within this framework, each form of capital does not stand alone but is interconnected within a system of tawhid values that harmonizes the worldly and spiritual dimensions. The concept of Religious Capital Ecology expands Bourdieu's theory of capital by incorporating transcendental and spiritual dimensions, while strengthening efforts to decolonize the epistemology of Islamic education.
The Role of Islamic Education In The Struggle For Palestine Independence: History of Resistance and Education Under Israel Opposition Januar; Alfi Rahmi; Al Ihksan; Md Noor Bin Hussin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i2.10682

Abstract

This research aims to find out the history of the Palestinian struggle and the close relationship between Islamic education and the struggle for independence. In addition, this research explores the role of education as a source of strength, how the struggle for independence is reflected in the curriculum, and the challenges and hopes of Islamic education in Palestine. The research method used is a qualitative descriptive approach, which makes it possible to explore and explain the contribution of Islamic education to the Palestinian struggle. Research methods include document analysis, literature study, and interviews with Islamic education experts. In this case, those interviewed were Islamic Education experts from UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi and Islamic Education experts from UIN Arraniry Banda Aceh. The research results show that Islamic education had a key role in the struggle for independence under Israeli occupation, despite facing significant challenges such as access restrictions, school closures, and limited resources. Even so, Islamic education remains an important force in maintaining the spirit of struggle, nurturing cultural identity, and connecting the young Palestinian generation with the history of their struggle. The educational curriculum reflects the values ​​of struggle and justice, which are the motivation for efforts to achieve independence. Amid ongoing conflict and pressure resulting from the occupation, education remains one of the main pillars of maintaining Palestinian identity and advancing the ideals of independence.