Pariyal Nadianto
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANTANGAN METODE TARGHIB DAN TARHIB BERDASARKAN AL-QUR'AN DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI Z Pariyal Nadianto; Yelfi Dewi; Merisa; Rahmayanti; Nur Ulfa Rohdi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5061

Abstract

This study examines the challenges in implementing the targhib (encouraging) and tarhib (dissuading) methods based on the Qur'an to shape the character of Generation Z. Generation Z, growing up in the digital age with vast access to information, faces various difficulties in developing personalities and character aligned with Islamic values. The targhib and tarhib methods, rooted in Qur'anic teachings, have great potential to foster positive attitudes and prevent negative behaviors among the youth. However, the application of these methods encounters challenges such as shifting social values, the influence of digital technology, and rapid changes in mindset. This study employs a qualitative method with a literature review approach and content analysis of various scholarly sources, including journals, articles, and relevant books. The data are analyzed using thematic analysis techniques to identify key factors and effective strategies for implementing these methods. The findings reveal that the application of targhib and tarhib methods can enhance awareness and positive behavior if conducted with an appropriate approach, including the integration of Islamic values into education and the wise use of digital media. However, the main challenges identified include resistance to change and the need for greater support from family and community environments.
Politik Pendidikan dan Kekuasaan Dalam Pendidikan Dela Desra Murni; Pariyal Nadianto; Januar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10066

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara politik, pendidikan, dan kekuasaan dalam konteks sistem pendidikan nasional. Politik pendidikan dipahami sebagai proses pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, dan pelaksanaan tindakan dalam bidang pendidikan yang dipengaruhi oleh kepentingan ideologis, sosial, ekonomi, dan budaya suatu bangsa. Pendidikan tidak bersifat netral karena selalu berada dalam pengaruh kekuasaan politik yang menentukan arah, isi, dan tujuan pendidikan. Penelitian ini menggunkan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur yang relevan untuk menganalisis keterkaitan antara politik, kekuasaan, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik berperan dalam menentukan kebijakan kurikulum, sistem pembelajaran, serta distribusi sumber daya pendidikan, sedangkan kekuasaan berfungsi sebagai instrumen pengendali dan pengarah terhadap implementasi kebijakan tersebut. Pendidikan pada warga negara berperan sebagai sarana pembentukan kesadaran politik, moral, dan sosial warga negara agar mampu mengawasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan timbal balik ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi alat kekuasaan untuk mempertahankan legitimasi politik, namun juga dapat berfungsi sebagai sarana paksa dan pemberdayaan masyarakat jika dijalankan secara demokratis dan berkeadilan. Oleh karena itu, politik, pendidikan, dan kekuasaan harus bersinergi untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil, demokratis, dan berorientasi pada kemanusiaan