Abstract. Dental caries is a demineralization disease of the teeth caused by microorganisms that attack the enamel and dentin. To overcome this, it can be done by controlling the growth of bacteria that cause dental caries, namely Streptococcus mutans and Streptococcus sanguinis. One way is to use synthetic materials containing chlorhexidine, but the materials are known to have detrimental effects if used for the long term, so alternative material is needed with as few as possible effect. The jawer kotok plant can be used as a candidate for natural ingredients that have antibacterial activity. This study aims to determine the characteristics, presence of activity from minimum inhibitory concentration (MIC) value of ethanol extract of jawer kotok leaves against bacteria that cause dental caries. The test method used is the well diffusion method with parameters in the form of a clear zone formed around the well. The test results showed that the ethanol extract of jawer kotok leaves (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) had antibacterial activity against bacteria that cause dental caries with the MIC (Minimum Inhibitory Concentration) value for Streptococcus mutans bacteria is 4% with an inhibitory diameter of 0,15 mm, while for Streptococcus sanguinis bacteria it is 5% with an inhibitory diameter of 0,25 mm. Abstrak. Karies gigi adalah penyakit demineralisasi pada gigi akibat mikroorganisme yang menyerang bagian enamel dan dentin. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan mengontrol pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Streptococcus sanguinis. Salah satunya dapat menggunakan bahan sintetis yang mengandung klorheksidin. Namun, salah satu kekurangannya memiliki efek merugikan apabila digunakan untuk jangka panjang sehingga diperlukan suatu alternatif bahan dengan efek seminimal mungkin. Tanaman jawer kotok dapat dijadikan kandidat bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antibakteri berdasarkan nilai konsentrasi hambat minimun (KHM) dari ekstrak etanol daun jawer kotok terhadap bakteri penyebab karies gigi. Metode uji yang digunakan adalah metode difusi agar cara sumuran, adanya aktivitas antibakteri ditunjukkan dengan nilai diameter zona bening. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etanol daun jawer kotok (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab karies gigi dengan nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) untuk bakteri Streptococcus mutans sebesar 4% dengan diameter hambat 0,15 mm, sedangkan untuk bakteri Streptococcus sanguinis sebesar 5% dengan diameter hambat sebesar 0,25 mm.