This Author published in this journals
All Journal Matlamat Minda
Julisyafika
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakter Pemimpin dalam Persfektif Budaya Melayu; Telaaah atas Buku Tunjuk Ajar Melayu Karya Tenas Effendy Amrizal Rizal; M. Guntur Putera Utama; Julisyafika
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): Vol 3. No. 2 Desember 2023
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jdki.v3i2.873

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan tunjuk ajar melayu tentang kepemimpinan dan karakter pemimpin berdasarkan persfektif budaya melayu menurut buku tunjuk ajar melayu karya Tenas Effendy. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, yaitu menggambarkan, memahami dan menjelaskan data-data yang diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analyisis). Hasil penelitian ini ada lima belas karakter pemimpin berdasarkan tunjuk ajar melayu, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, berilmu, bekerja keras, rajin dan tekun, bijaksana dan adil, jujur dan benar, memiliki kekuatan dan semangat, pemurah dan penyayang, ikhlas dan rela berkorban, terbuka dan berbaik sangka, santun dan rendah hati, amanah dan bertanggung jawab, berani dan tegas, hemat dan cermat, baik budi dan elok kelakuan, sederhana.
STRATEGI DAKWAH MAJELIS PENGAJIAN MUHAMMAD DUNG DI DESA KEMBUNG LUAR KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS Julisyafika; Amrizal
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jdki.v5i2.1302

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi dakwah “majelis pengajian Muhammad Dung di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dakwah yang diterapkan oleh majelis pengajian Muhammad Dung dan mengevaluasi dampak positifnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kajian pustaka dan dokumentasi secara langsung dengan jumlah informan 10 orang meliputi pimpinan majelis Pengajian, Pengurus yang termasuk di dalam struktur kepengurusan, serta jama’ah majelis pengajian. Beberapa variabel utama akan digunakan untuk mengukur efektivitas dakwah, seperti perencanaan dan pelaksanaan dakwah yang meliputi beberapa indikator, yaitu perumusan tujuan dakwah, identifikasi sasaran dakwah (mad’u), penyusunan materi dakwah, penjadwalan kegiatan, pemilihan metode dakwah, Rapat koordinasi sebelum kegiatan, pelaksanaan kegiatan pengajian sesuai jadwal, penyampaian materi oleh da’i, Penerapan metode dakwah, penggunaan media dakwah, partisipasi jama’ah, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis pengajian Muhammad Dung menerapkan strategi dakwah terpadu dengan pendekatan multimetodologis, yakni menggunakan berbagai macam metode atau cara secara bersamaan atau bergantian untuk mencapai tujuan tertentu. Meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala seperti kurangnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan sarana prasarana, kegiatan dakwah tetap konsisten dilaksanakan. Strategi ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran keagamaan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Dengan demikian, strategi dakwah terpadu dengan pendekatan multimetodologis yang diterapkan oleh majelis pengajian Muhammad Dung di Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, dapat menjadi model dalam pengembangan dakwah.
Gerakan Dakwah Wahabi Dalam Bingkai Moderasi Beragama: Antara Purifikasi Akidah Dan Tantangan Pluralitas Julisyafika
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juli 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan dakwah Wahabi berlandaskan pada semangat pemurnian akidah, yakni usahamengembalikan ajaran Islam kepada kemurnian tauhid sebagaimana dicontohkan oleh RasulullahSAW dan generasi salafus shalih. Gagasan ini dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahhab padaabad ke-18 sebagai gerakan reformasi terhadap praktik keagamaan yang dianggap telahmenyimpang dari prinsip tauhid, seperti bid’ah dan khurafat. Tujuan utamanya adalah menegakkankembali kemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa campuran tradisi ataupraktik yang tidak memiliki dasar syar‘i. Di Indonesia, pemikiran Wahabi berkembang melalui jalurdakwah, pendidikan, serta lembaga sosial-keagamaan. Namun, kehadirannya sering kalimenimbulkan dinamika dan perdebatan karena adanya perbedaan pendekatan antara Islam kulturalNusantara yang akomodatif terhadap tradisi lokal dengan ajaran Wahabi yang lebih tekstual danpuritan. Ketegangan ini menjadi semakin kompleks ketika dihadapkan pada paradigma moderasiberagama yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan, toleransi, dankeharmonisan sosial di tengah kemajemukan masyarakat. Penelitian ini berupaya menelaah posisigerakan Wahabi dalam konteks moderasi beragama di Indonesia dengan menyoroti dialektika antarasemangat purifikasi akidah dan nilai-nilai moderasi. Melalui pendekatan kualitatif dan studikepustakaan (library research), kajian ini menafsirkan relasi antara prinsip teologis Wahabi danrealitas sosial masyarakat Indonesia yang plural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipunberbeda dalam orientasi dan metode dakwah, Wahabi dan moderasi beragama dapat menemukantitik temu dalam penegakan tauhid, amar ma’ruf nahi munkar, serta dakwah yang bijaksana dankontekstual.