Muhammad Syafar
Universitas Tamalatea Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Petani Rumput Laut Di Kelurahan Pallantikang Kabupaten Bantaeng Hartina Hartina; Diana Mirja Togubu; Muhammad Syafar
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja pada petani rumput laut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kondisi kerja fisik yang berat, posisi kerja yang monoton, dan durasi kerja yang panjang. Petani rumput laut seringkali bekerja dalam posisi berdiri, membungkuk, atau jongkok dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan kelelahan otot dan sendi. Selain itu, faktor individu seperti usia dan beban juga dapat mempengaruhi tingkat kelelahan.Jenis dan metode penelitian digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini semua petani rumput laut yang berada di Kelurahan Pallantikang Kabupaten Bantaeng sebanyak 108 orang. Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah sebagian petani rumput laut sebanyak 52 orang. Pengambilan sampel penelitian dilakukan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan durasi kerja dengan kelelahan kerja petani rumput laut didapatkan nilai p=0,010. Terdapat hubungan durasi kerja dengan kelelahan kerja petani rumput laut didapatkan nilai p=0,002. Terdapat hubungan posisi tubuh dengan kelelahan kerja petani rumput laut didapatkan nilai p=0,013.
Ketidakseimbangan Kehidupan-Kerja Dan Kesejahteraan Psikologis Terhadap Keterikatan Kerja Dokter Umum Makassar Alif Nur Ramadhan; Rahmawati Azis; Muhammad Syafar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55619

Abstract

Abstrak Ketidakseimbangan kehidupan-kerja (work-life imbalance/WLI) semakin sering dialami dokter umum Generasi Z yang menghadapi beban kerja tinggi, jadwal tidak teratur, dan fase transisi karier awal, sehingga berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being/PWB) dan keterikatan kerja (work engagement/WE). Penelitian ini menganalisis pengaruh WLI terhadap PWB serta peran mediasi PWB pada hubungan WLI dan WE pada dokter umum di Kota Makassar. Desain penelitian kuantitatif potong lintang (cross-sectional) digunakan pada 60 responden berusia 24–28 tahun yang dipilih dengan purposive sampling. WLI diukur menggunakan adaptasi Work Family Conflict Scale (9 item; Likert 1–5), PWB menggunakan Ryff’s PWB Scale versi pendek (12 item; 4 dimensi; Likert 1–6), dan WE menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9; Likert 0–6). Analisis mencakup korelasi Pearson, regresi linier, serta uji mediasi (path analysis) dengan bootstrapping. Hasil menunjukkan WLI berhubungan negatif signifikan dengan PWB (r = -0,38; p < 0,01) dan WE (r = -0,295; p < 0,05). PWB berpengaruh positif signifikan terhadap WE (β = 0,51; p < 0,001). Uji mediasi menunjukkan efek tidak langsung WLI terhadap WE melalui PWB signifikan (β = -0,193; p = 0,008), sedangkan efek langsung tetap signifikan (β = -0,295; p = 0,021), menandakan mediasi parsial dengan kontribusi 46,3%. Hanya 25% responden memiliki keterikatan kerja tinggi. Kata Kunci: Ketidakseimbangan Kehidupan-Kerja, Kesejahteraan Psikologis, Keterikatan Kerja, Dokter Umum, Generasi Z, Makassar.