Asep Muhyidin
Sultan Ageng Tirtayasa University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BENTUK DAN MAKNA REDUPLIKASI PADA SURAT KABAR ELEKTRONIK BIDIK UTAMA EDISI MARET–APRIL 2023 Fevi Indah Sari; Asep Muhyidin; Ade Anggraini Kartika Devi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.9038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna reduplikasi pada surat kabar Bidik Utama Maret–April 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menganalisis data dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan ortografis dengan alat penentunya tulisan sedangkan teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP) dengan cara memilah satuan kebahasaan yang dianalisis dengan alat penentu yang berupa daya pilah yang bersifat mental, mengandalkan intuisi, dan menggunakan pengetahuan teoretis yang dimiliki oleh peneliti.Temuan data yang dihasilkan dalam penelitian adalah bentuk dan makna kata ulang dalam surat kabar elektronik Bidik Utama. Hasil dari penelitian ini ditemukan 29 data pengulangan seluruh, 2 data pengulangan sebagian, 2 data pengulangan proses dengan pembubuhan afiks, dan 2 data pengulangan dengan perubahan fonem. Makna reduplikasi yang ditemukan sebanyak 29 makna banyak, dan 6 makna perubahan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan berulang-ulang.Kata Kunci: kata ulang, bentuk, makna
PENGARUH DUA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS SISWA SMA Ilmi Solihat; Tatu Hilaliyah; Asep Muhyidin; Muldawati Muldawati; Dede Tri Guntoro
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12696

Abstract

Keterampilan menulis puisi artinya terampil dalam menciptakan puisi yang berlandaskan pada unsur-unsur pembangun puisi. Namun, keterampilan menulis puisi tidak lahir begitu saja, harus berlatih terus menerus dengan berbekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan informasi yang diimplementasikan oleh penulis tersebut. Berdasarkan wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa kerap kesulitan dalam menulis puisi karena sulitnya memunculkan ide di awal. Adapun, tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan pengaruh dua metode pembelajaran inovatif terhadap keterampilan menulis puisi siswa di SMA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitaif dan pemilihan desain berupa pretest- posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dari hasil tes menulis puisi berupa pretest dan  posttest kelas eksperimen dan kontrol dengan instrumen penilaian yaitu tema, imajinasi, majas, diksi, dan makna. Hasil menunjukkan pengaruh metode sugesti imajinasi dengan rata-rata nilai pretest sebesar 59,1 dan posttest sebesar 82,5. Kemudian, pengaruh metode copy the master dengan rata-rata nilai pretest sebesar 54,6 dan posttest sebesar 74,3. Terakhir, hasil perbedaan posttest menunjukkan metode sugesti imajinasi lebih unggul dengan selisih sebesar 8,2 poin. Disimpulkan bahwa metode sugesti imajinasi lebih unggul dibandingkan dengan metode copy the master untuk diterapkan dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Kata Kunci: dua metode pembelajaran inovatif, keterampilan menulis, siswa SMA
SIMBOLISME BANGUNAN JAM GEDE JASA SEBAGAI IKON BARU TANGERANG: KAJIAN ETNOPEDAGOGI BERNILAI BUDAYA SERTA IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ilmi Solihat; Asep Muhyidin; Suroso Mukti Leksono
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam setiap kode-kode yang ditonjolkan serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan kajian semiotika Peirce seorang filsuf dari Amerika yang menandaskan bahwa tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya memiliki hubungan sebab-akibat dengan tanda-tanda atau karena ikatan konvensional dengan tanda-tanda tersebut. Melalui kajian semiotika Peirce dapat mengungkapkan bagaimana makna, ide, serta nilai-nilai tertentu yang disosialisasikan lewat karya seni. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskripsi. Data yang diperoleh dengan cara observasi objek Bangunan Jam Gede Jasa, metode cakap, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada informan terpilih yang diasumsikan mengetahui seluk-beluk didirikannya bangunan Jam Gede Jasa Kota Tangerang Provinsi Banten beserta kandungan nilai ikon kotanya. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Jam Gede Jasa makna kata berasal dari Bahasa Sunda Tangerang yang berarti sangat besar sekali, bangunan tersebut berbentuk gear memiliki makna sebagai kota Industri, dan tinggi bangunan 17 meter menandakan tanggal kemerdekaan negara Indonesia. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dari temuan ini adalah pentingnya pemahaman konteks budaya dan sejarah dalam bahasa. Dengan mengetahui asal usul dan makna simbolik dari suatu kata atau objek, siswa dapat mengembangkan keterampilan membaca dan memahami teks yang kaya akan nilai historis dan budaya. Kata kunci : Simbolisme, Jam Gede Jasa, Kajian Etnopedagogi, Nilai Budaya
Introduction Of Indonesian Traditional Clothes in The Multicultural-Based Pancasila Student Profile Strengthening Project In SMKN 2 Tangerang City Bening Mujianti Rahayu; Asep Muhyidin; Suroso Mukti Leksono; Ujang Jamaludin
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(3).294-301

Abstract

Multicultural education in Indonesia should be a means to promote the values of tolerance and respect for ethnic, cultural, racial, religious and linguistic differences. The application of the introduction of traditional clothing by means of contests or parades between classes makes not only students gain insight between cultural diversity and traditional clothing, but teachers and other staff will also gain insight and also increase interest in cultural diversity in Indonesia. This research aims to introduce diversity and diversity about traditional clothing in Indonesia as a wealth of Indonesian culture which is implemented in the subject of Pancasila and Citizenship Education. This research was conducted using descriptive qualitative methods, with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results showed that a positive impact occurred after the introduction of traditional clothing contest, namely an increased sense of tolerance, increased insight, the learning and teaching process was more interactive and not boring for students and teachers. The quality of multiculturalism education indirectly increases with the existence of learning media to strengthen the profile of Pancasila students by introducing traditional clothing to SMKN 2 Tangerang for multiculturalism education in accordance with the vision of Pancasila education in Indonesia.Keywords: Multiculturalism, Bhinneka Tunggal Ika, P5 Project, Indonesian Traditional Clothes.  
Cisadane Festival Local Tradition as a Learning Resources in Improving Students’ Writing Skill on Descriptive Text Hery Nuraini; Asep Muhyidin; Ujang Jamaludin; Suroso Mukti Leksono
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.15(3).302-313

Abstract

Understanding descriptive text in learning English is not easy for Al-Husna Senior High School at tenth grade. Most of students still found difficulties in elaborating the text such as find the idea, explore the sub-topic, and separate the characteristics of descriptive text. The aim of this study was to investigate the used of local culture as a learning resource in improving students’ writing skill on descriptive text. This study applied descriptive qualitative with the total subjects of research were 35 students. Written test and interview were used in collecting the data. The result of written test showed that the students’ average score on the post-test had increased compared to the average score on the pre-test. The result of written test was in line with the result of interview which showed a positive response to the use of local culture in learning descriptive texts. All respondents felt happy and interested in learning descriptive text based on local culture of Tangerang City, so they could get to know this culture more closely. Using cultural festivals as a learning resource not only improve their writing skill on descriptive text but also helps students develop an appreciation for local culture, increases their awareness of the region’s rich cultural heritage, and develops a sense of pride in their cultural identity. These findings demonstrate the importance of integrating more local cultural festivals into the learning curriculum to enrich students’ writing skills through strengthening connections with local culture and traditions.Keywords: Cisadane festival, Descriptive text, Learning resources, Writing skill.