Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Keterdapatan Lapisan Air Tanah Berdasarkan Data Resistivitas Listrik pada Blok Utara Area Penambangan PT. LIPS desa Lambo Kecamatan Moramo–Konawe Selatan I Komang Agus Saputra; Jahidin; Hasan Erzam S
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol. 7 No. 03 (2025): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Program Studi Teknik Geofisika FITK UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/jrgi.v7i03.59

Abstract

A study has been conducted to identify the 2D distribution of groundwater layers based on electrical resistivity data in the North Block of PT LIPS Mining Area, Lambo Village, Moramo District, South Konawe. The data used is secondary data in the form of geoelectric data with the Wenner-Schlumberger configuration totaling 8 passes with a length of 310 m. Processing used Res2DInv software to produce subsurface resistivity in the form of 2D cross sections. Based on the results of the 2D resistivity cross section interpretation, the depth of groundwater in track 1 is 16-25 m, track 2 is 18,8-48,0 m, track 3 is 12,8-30,0 m, track 4 is 12,8-24,9 m, track 5 is 15-26 m, track 6 is 12,8-30,0 m, track 7 is 12,8-28,0 m and track 8 is 19-35 m.
Ethnic Study of Traditional Medicinal Plants of Buton Jahidin; La Maronta Galib; Muzuni; Damhuri
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 (Maret 2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tumbuhan atau organnya sebagai obat tradisional oleh komunitas etnisButon bertahan dan turun temurun dari generasi ke generasi. Penelitian kegunaan tumbuhan dalam obat tradisional oleh Etnis Buton Keknauwe dilakukan di Desa Barangka, Kamelanta, Lawela Selatan, Pogalampa, Watiginanda, Kaongkeongkea, Lontoi, Lapara, Biwinapada, dan Karae. Metode penelitian merupakan survei eksploratif dengan interview dan pengamatan langsung di lapangan. Subjek merupakan dukun atau tabib yang berjumlah 11 orang yang diwariskan cara pengambilan tumbuhan atau oragannya untuk obat tradisional. Pengumpulan organ tumbuhan obat terdiri dari: (1) daun dikumpulkan selama musim perbungaan dan sebelum buah ranum, (2) batang dan ritidoma dikumpulkan setelah pertumbuhan batang yang sempurna, (3) hasil dikumpulkan sebelum atau setelah musim berbunga, (4) buah dipetik saat matang, (5) biji dikumpulkan sebelum buah matang,dan (6) akar (Radix), rimpang (rhizome), umbi (tuber) dikumpulkan selama tumbuh. Hasil tercatat 78 spesies, 75 Genera, dan 49 familitumbuhan yang digunakan komunitas Etnis Buton sebagai komposisi obat tradisional. Umumnya jenis tumbuhan merupakan 22 spesies tumbuhan liar kecuali ditanam atau dipelihara sebagai tumbuhan dapur. Tumbuhan yang digunakan yaitu daun sebanyak 44 spesies, 6 spesies akar dan umbi, 14 spesies kulit dan batang, 8 macam yang digunakan seluruhnya (herba), 12 macam digunakan buah dan bijinya, 2 macam bunga yang digunakan, dan 2 macam resin yang digunakan. Dalam penggunaannya tumbuhan obat digunakan untuk mengobati 59 macam penyakit. Penggunaan tumbuhan jenis lain, diproses sendiri atau dicampur organ tumbuhan lainnya. Ada 9 spesies tumbuhan dalam penggunaannya sebagai herba obat dicampur dengan organ tumbuhan lain contoh tumbuhan wou(Garuga floribunda Decne), kumis kucing (Orthosipon spictus BBS), nipa (Nypa fruticans Wurmb), tolise (Terminalia catappa L.),fafa (Vitex cofassus Reinw. Ex Blume), rabundalili (Euphorbia tirucalli L.), kaai'ai (Phyllanthus niruri L.), wua (Areca catechu L.), and katimboka (Drynaria sparsisora Moore).