Cecilia Paulina Sianipar
Sanata Dharma University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FACILITATING THE INVOLVEMENT OF COMMUNITY LEADERS IN THE DEVELOPMENT OF CULTURE-BASED EDUCATION IN MAPPI DISTRICT, SOUTH PAPUA PROVINCE Bernardinus Agus Arswimba; Eny Winarti; Hendra Michael Aquan; Cecilia Paulina Sianipar; Ignatius Yulius Kristio Budiasmoro
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 11, No 2 (2023): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v11i2.53613

Abstract

This research analyzed the strategic role of community leaders in developing culture-based education and formulating a social facilitation model for community leaders in improving quality education in Mappi Regency, Papua. This is a qualitative action research. Data collection used Focus Group Discussions (FGD) and data analysis used SWOT analysis. The findings showed that community leaders have a strategic role in culture-based education to preserve cultural values as important social capital for the Mappi younger generation. The main challenges for community leaders include lacking facilities, infrastructure, formal qualifications, and weak coordination. In their involvement in schools, community leaders have opportunities through utilizing school operational assistance funds and guidance from community organizations. In addition, optimizing the role of community leaders required improved coordination, facilities, and affirmative policies. The facilitated engagement model involving community leaders in teaching local skills and knowledge has proven effective in developing culture-based education in schools. The community leader teaching program is considered an important tool to advance culture-based education in Mappi. Schools that have implemented this social facilitation model should continue to be promoted as role models for other schools in integrating Mappi cultural elements into the school curriculum. Keywords: culture-based education, social facilitation model, Mappi cultural education, teaching figures
Pengaruh Diskresi Mahasiswa dalam Penggunaan Media Sosial Terhadap Terbentuknya Ruang-Ruang Perjumpaan di Komunitas Pendikkat Sanata Dharma dalam Terang Dokumen Christus Vivit Valentino Aji Pambudi; Mariano Jaimes Josiano; Muwahiddin Qolbu Salim; Lusia Erva Widiati; Cecilia Paulina Sianipar
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i2.10204

Abstract

This article examines how discretion of Catholic Religion Ed-ucation students of Sanata Dharma University Yogyakarta in the use of social media affects the formation of encounter rooms offline. Research for this article was conducted using the quantitative research method. The purpose of this quanti-tative study is to investigate how students at Sanata Dharma University use social media to build social connections, share information, and build an offline community room. Research demonstrates that social interaction in the community is sig-nificantly affected by students' discretion in using social me-dia platforms, content, and interactions. The deep and inti-mate discretion allows the Catholic Religion Education stu-dents of Sanata Dharma University to build and create en-counter rooms that are inclusive, diverse, and supportive of the learning process and build social relations among the stu-dents' community. This intimate discretion also brings the expectation of good communication in classroom dynamics and the learning process.AbstrakArtikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengungkap sejauh mana dampak diskresi mahasiswa Pendikkat, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dalam memanfaatkan media sosial pada pembentukan ruang perjumpaan di dalam komunitas offline.  Metode yang digunakan dalam penelitian artikel ini adalah metode penelitian kuantitatif. Pendekatan kuantitatif membantu peneliti dalam menganalisis bagaimana mahasiswa pendidikan memanfaatkan fitur-fitur media sosial untuk menciptakan koneksi sosial, berbagi informasi, dan membangun ruang perjumpaan komunitas offline di Kampus Pendidikan Keagamaan Katolik, Universitas Sanata Dharma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskresi mahasiswa dalam menggunakan platform, konten, dan interaksi di media sosial secara signifikan mempengaruhi dinamika interaksi sosial dalam komunitas. Diskresi yang intim dan mendalam memungkinkan mahasiswa Pendikkat Sanata Dharma membangun dan menciptakan ruang-ruang perjumpaan yang inklusif, beragam, dan mendukung pembelajaran serta membangun hubungan sosial di antara komunitas mahasiswa. Selain itu, diskresi yang intim ini juga membawa harapan untuk terbentuknya komunikasi yang baik dalam dinamika belajar dan perkuliahan di kelas. 
PENGARUH PHUBBING TERHADAP KUALITAS RELASI ANTAR PRIBADI MAHASISWA PENDIKKAT Rafael Nathan Parama; Daniel Dananjaya Sugiono; Marsyanda Sekar Deshinta; Cornelius Joan Miguel; Dian Marcelinus Manalu; Cecilia Paulina Sianipar
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i2.10212

Abstract

Di era digital yang semakin maju, handphone menjadi bagian integral dari sebuah tren, terutama di kalangan generasi muda. Penggunaan gawai ini tidak hanya terbatas pada komunikasi, tetapi juga merambah ke berbagai sektor, termasuk pendidikan. Fenomena baru yang muncul sebagai dampak dari penggunaan smartphone yang berlebihan adalah phubbing, atau yang dikenal sebagai mabuk gawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh phubbing terhadap relasi antar pribadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PENDIKKAT) Universitas Sanata Dharma. Metode yang dipakai yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis statistik dan pengumpulan data melalui kuesioner. Fokus penelitian ini adalah untuk menilai dampak phubbing terhadap kualitas relasi antar pribadi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing berpotensi merusak keintiman dan kepuasan dalam hubungan interpersonal. Para mahasiswa mengungkapkan dampak fenomena phubbing yang dapat mempengaruhi kualitas relasi antar individu. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya kesadaran mahasiswa akan dampak negatif phubbing dan perlunya pembatasan penggunaan smartphone saat berinteraksi sosial.