Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL DALAM PERANCANGAN KAWASAN WISATA ALAM DESA SELOTAPAK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO Yoga Septian Alea Sembada; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan; Benny Bintarjo
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 编号 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.130

Abstract

Studi ini mengeksplorasi implementasi Arsitektur Kontekstual dalam desain kawasan wisata alam di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dimotivasi oleh potensi alam dan budaya desa yang signifikan, yang belum dikelola secara optimal, serta kebutuhan akan pendekatan desain yang menyelaraskan pembangunan dengan karakteristik lingkungan dan sosial budaya setempat. Tujuan utama studi ini adalah untuk merumuskan konsep desain kawasan wisata yang responsif terhadap lanskap fisik, budaya lokal, dan dinamika masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis digunakan, yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur kontekstual—seperti adaptasi terhadap topografi, integrasi dengan lanskap pertanian, penggunaan material lokal, dan dukungan terhadap ekonomi lokal— berkontribusi pada terciptanya lingkungan wisata yang autentik, berkelanjutan, dan berbasis tempat. Studi ini menyimpulkan bahwa Arsitektur Kontekstual tidak hanya berfungsi sebagai metode desain, tetapi juga sebagai pendekatan holistik yang mampu memperkuat identitas lokal, mendorong partisipasi masyarakat, dan mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Desain yang diusulkan diharapkan dapat berfungsi sebagai model referensi untuk pengembangan kawasan wisata alam di konteks pedesaan lainnya di Indonesia.
Terminal Pandaan di Kabupaten Pasuruan : Studi Kasus Peralihan menjadi Terminal Transit untuk Pariwisata Octavia Eka Putri Yuantika; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan; Dadoes Soemarwanto
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): SADE Oktober 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i2.121

Abstract

Kabupaten Pasuruan yang ada di Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi terkait pariwisata dengan berbagai destinasi wisatanya yang menarik. Terminal Pandaan yang bertipe A dan berfungsi sebagai terminal transit di Kabupaten Pasuruan, akan dialih fungsikan menjadi terminal transit untuk pariwisata. Perubahan fungsi terminal bertujuan untuk mendukung aksesibilitas wisatawan di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan mengevaluasi potensi peralihan Terminal Pandaan menjadi terminal transit untuk pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Terminal Pandaan memiliki beberapa fasilitas, tetapi masih perlu adanya peningkatan dalam hal aksesibilitas, fasilitas untuk penyandang disabilitas, dan promosi terkait destinasi wisata. Oleh karena itu, disarankan untuk menambah fasilitas seperti area parkir, alternatif angkutan wisata, dan pusat informasi yang lebih informatif. Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan Terminal Pandaan dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat transit yang mendukung sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Qualitative assessment of riparian vegetation and management options for flood mitigation in The Satui River, South Kalimantan Rahman Hakim; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan
Jurnal Arsitektur Lansekap Vol.12, No.1, April 2026
Publisher : Prodi Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JAL.2026.v12.i01.p08

Abstract

The Satui River in South Kalimantan, Indonesia, faces significant riparian landscape degradation due to settlements, erosion, and land-use changes, which have intensified flood and landslide risks. This study provides an exploratory assessment of the current ecological functions of the riparian landscape of the river and identifies potential strategies for flood risk mitigation. An exploratory, descriptive qualitative approach was employed, involving field surveys to evaluate the existing vegetation and a literature review of local management plans. Due to the current lack of detailed quantitative data, management strategies and vegetation effectiveness were evaluated using a qualitative rating scale of high (H), medium (M), and low (L) based on technical effectiveness, sustainability, and community adaptation criteria. Field observations revealed that the existing vegetation is dominated by fruit trees and shallow-rooted plants, such as Mangifera indica and Musa paradisiaca, which offer limited riverbank stabilization and habitat support. Qualitative analysis suggests that integrated strategies—combining watershed-scale conservation, riparian corridor restoration, and selective structural measures— should be prioritized for sustainable risk reduction over isolated hard-engineering solutions. Specific recommendations include implementing nature-based solutions, such as vetiver (Chrysopogon zizanioides) for edge reinforcement, reforestation of the upper watershed, and adaptive management involving local communities. While these strategies show high potential in a qualitative framework, the study notes that empirical data on the effectiveness of nature-based solutions in humid tropical regions remain limited, highlighting the need for further quantitative research and pilot projects to validate these findings.
Studi Penerapan Prinsip Arsitektur Pesisir pada Perancangan Sentra Wisata Kuliner di Kota Balikpapan Ahmad Farhan; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan; Suko Istijanto
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2026): SADE April 2026
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v5i1.155

Abstract

Kawasan pesisir memiliki karakter lingkungan yang berbeda dengan wilayah daratan, seperti paparan angin laut, kelembapan tinggi, dan potensi korosi, yang menuntut pendekatan perancangan arsitektur yang adaptif. Kota Balikpapan sebagai kota pesisir memiliki potensi pengembangan sentra wisata kuliner yang berfungsi tidak hanya sebagai fasilitas komersial, tetapi juga sebagai ruang publik. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan prinsip arsitektur pesisir dalam perancangan sentra wisata kuliner di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan studi preseden arsitektural tanpa observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip arsitektur pesisir meliputi respon terhadap iklim dan angin laut, orientasi bangunan ke arah laut, penggunaan ruang transisi semi-outdoor, serta pemilihan bentuk, struktur, dan material yang adaptif terhadap lingkungan pesisir. Studi preseden Sydney Fish Market dan Gushan Fish Market memperlihatkan bahwa penerapan prinsip tersebut bersifat kontekstual terhadap kondisi tapak dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip arsitektur pesisir dapat menjadi landasan konseptual yang relevan dalam perancangan sentra wisata kuliner pesisir untuk meningkatkan kenyamanan, kualitas ruang, dan keberlanjutan bangunan. Kata kunci: Arsitektur Pesisir; Sentra Wisata Kuliner; Kawasan Pesisir; Ruang Publik; Kota Balikpapan
IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR KONTEKSTUAL DALAM PERANCANGAN KAWASAN WISATA ALAM DESA SELOTAPAK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO Yoga Septian Alea Sembada; Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan; Benny Bintarjo
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 期 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.130

Abstract

Studi ini mengeksplorasi implementasi Arsitektur Kontekstual dalam desain kawasan wisata alam di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dimotivasi oleh potensi alam dan budaya desa yang signifikan, yang belum dikelola secara optimal, serta kebutuhan akan pendekatan desain yang menyelaraskan pembangunan dengan karakteristik lingkungan dan sosial budaya setempat. Tujuan utama studi ini adalah untuk merumuskan konsep desain kawasan wisata yang responsif terhadap lanskap fisik, budaya lokal, dan dinamika masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis digunakan, yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan lokal, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur kontekstual—seperti adaptasi terhadap topografi, integrasi dengan lanskap pertanian, penggunaan material lokal, dan dukungan terhadap ekonomi lokal— berkontribusi pada terciptanya lingkungan wisata yang autentik, berkelanjutan, dan berbasis tempat. Studi ini menyimpulkan bahwa Arsitektur Kontekstual tidak hanya berfungsi sebagai metode desain, tetapi juga sebagai pendekatan holistik yang mampu memperkuat identitas lokal, mendorong partisipasi masyarakat, dan mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Desain yang diusulkan diharapkan dapat berfungsi sebagai model referensi untuk pengembangan kawasan wisata alam di konteks pedesaan lainnya di Indonesia.