Rahmat Hidayat
Universitas Borneo Lestari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Rahmat Hidayat; Yustin Ari Prihandini; Nafila Nafila; Aulia Ramadhani; Adies Riyana; Dicky Septiannoor Khaira; Bandawati Bandawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.18719

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a serious global health issue caused by Mycobacterium tuberculosis. In South Kalimantan, the province ranks seventh in the number of cases, with Puskesmas Martapura 1 recording 1,364 cases of pulmonary TB in 2022. Evaluating the TB program at this health center is essential for identifying the strengths and weaknesses of program implementation. The study was conducted at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District in 2023. A qualitative research method was employed to assess the evaluation of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1. The input components of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 were found to be suboptimal. There were limitations in the examination facilities, as TCM testing could not be performed at this health center. The process components of the pulmonary TB program were also not optimal, with record-keeping and reporting, as well as cross-checking, often not conducted timely. In terms of output, while the case detection rate met the target, the conversion and cure rates did not meet the targets set by the Banjar District Health Office. The error rate at Puskesmas Martapura 1 was 1.8%. To improve the success of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District, several improvements are necessary. A weekly checklist cross-checking schedule should be established to prevent the accumulation of documents that can occur when checks are conducted quarterly. Daily record-keeping and reporting should also be implemented after patients complete their treatment to avoid report backlogs. Additionally, planning for patients who miss their treatments is essential to ensure they do not default on their medication and complete their treatment courses. Keywords: Tuberculosis, Evaluation of TB Program, TCM, Community Health Center  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global serius yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Di Kalimantan Selatan, provinsi ini menempati posisi ketujuh dalam jumlah kasus. Puskesmas Martapura 1 mencatat 1.364 kasus TB Paru pada 2022. Evaluasi program TB di Puskesmas ini penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan program. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif karena untuk mengetahui Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023.  Penelitian dari komponen input dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Terdapat keterbatasan fasilitas pemeriksaan TCM tidak dapat dilakukan di Puskesmas Martapura 1. Hasil dari komponen proses dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Pencatatan dan pelaporan serta Cross check sering kali tidak tepat waktu sesuai jadwal. Sedangkan output dalam program TB di Puskesmas Martapura 1 dalam angka penemuan kasus sudah mencapai target sedangkan angka konversi dan angka kesembuhan belum mencapai target yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Error rate di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar sebesar 1,8 persen. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar maka diperlukan perbaikan yaitu dengan dibuat jadwal checklist cross check setiap minggunya agar tidak terjadi penumpukan berkas jika dilakukan pertiga bulan sekali. Juga diperlukan perbaikan dengan melakukan pencatatan dan pelaporan setiap harinya setelah pasien selesai pengobatan agar tidak terjadi penumpukan laporan. Dan diperlukan pula perencanaan terhadap pasien yang mangkir dalam pengobatan agar pasien tersebut tidak mangkir dari pengobatan dan menyelesaikan pengobatannya. Kata Kunci: Tuberkulosis, Evaluasi Program TB, TCM, Puskesmas
Pengaruh Status Gizi Kehamilan, ASI Eksklusif, dan Imunisasi Dasar dengan Stunting Pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan: Pengaruh Status Gizi Kehamilan, ASI Eksklusif, dan Imunisasi Dasar dengan Stunting Pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan Dicky Septiannoor Khaira; Rahmat Hidayat; Aulia Ramadhani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i1.349

Abstract

Abstrak Pada bulan Juni 2023 Indonesia telah resmi lepas dari masa pandemi Covid-19 dan menjadi masa endemi. Masa peralihan dari pandemi ke endemi tentunya akan ada dampak baik maupun buruk terutama pada aspek kesehatan yaitu stunting. Terjadi perburukan stunting ketika masa pandemi Covid-19 dan dampak dari stunting sudah tentu buruk bagi masa depan anak secara fisik maupun motorik. Penelitian ini dilaksanakan 2 Kecamatan dan 6 Desa lokasi fokus stunting Kabupaten Balangan pada bulan Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel dengan perbandingan 1:2 maka total sampel untuk kelompok kasus sebanyak 22 balita usia 24-59 bulan yang stunting dan kelompok kontrol sebanyak 44 balita usia 24-59 bulan yang normal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh status gizi kehamilan, ASI eksklusif, dan imunisasi dasar dengan stunting pasca pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan. Hasil analisis statistik chi square menunjukkan bahwa status gizi kehamilan, ASI eksklusif, dan imunisasi dasar berpengaruh dengan stunting pasca pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan. Para calon ibu dan para ibu agar lebih memperhatikan kesehatan yaitu aspek keseimbangan status gizi, pemberian ASI secara eksklusif, dan pemberian imunisasi dasar yang lengkap sesuai dengan umur anak. Kata kunci: ASI Eksklusif, Imunisasi Dasar, Pasca Pandemi, Status Gizi Kehamilan, Stunting Abstract In June 2023, Indonesia officially emerged from the COVID-19 pandemic and has become an endemic period. The transition period from pandemic to endemic will of course have both good and bad impacts, especially on the health aspect, namely stunting. Stunting worsened during the Covid-19 pandemic and the impact of stunting is certainly bad for children's future physically and motorically. This research was carried out in 2 sub-districts and 6 villages where the stunting focus was located in Balangan Regency in October 2023. This research used a case-control design. With a sample ratio of 1:2, the total sample for the case group was 22 toddlers aged 24-59 months who were stunted and the control group was 44 toddlers aged 24-59 months who were normal. This research aims to analyze the effect of pregnancy nutritional status, exclusive breastfeeding, and basic immunization on stunting after the COVID-19 pandemic in Balangan Regency. The results of the chi-square statistical analysis show that the nutritional status of pregnancy, exclusive breastfeeding, and basic immunization influence stunting after the COVID-19 pandemic in Balangan Regency. Expectant mothers and mothers should pay more attention to health, namely aspects of balancing nutritional status, exclusive breastfeeding, and providing complete basic immunization according to the child's age. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Basic Immunization, Post-Pandemic, Pregnancy Nutritional Status, Stunting