Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Diversifikasi Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Sungai Tiung Cast Torizellia; Yustin Ari Prihandini; Siti Wafroh; Bandawati Bandawati; Adies Riyana; Dicky Septiannoor Khaira; Lisa Setia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10298

Abstract

ABSTRAK Kurangnya asupan gizi anak akibat dari lemahnya ekonomi dapat menjadi penyebab stunting secara langsung, namun dapat diatasi dengan upaya diversidikasi pangan lokal yang ekonomis. Melakukan permberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Penyuluhan stunting dan pendampingan pengolahan kue modern kastangel berbahan dasar tepung ikan seluang yang dilaksanakan selama 3 bulan yaitu sejak bulan juli sampai dengan bulan September 2022 di Posyandu Papikau Kelurahan Sungai Tiung Banjarbaru. Pengabdian masyarakat dilakukan di Posyandu Papikau Kelurahan Sungai Ulin Banjarbaru, di hadiri sebanyak 12 orang ibu. Kegiatan penyuluhan tentang stunting dan kandungan gizi ikan saluang serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Terjadi peningkatan pengetahuan para ibu tentang stunting dan keterampilan pengolahan kue berbahan dasar ikan seluang. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan kepada ibu hamil di wilayah kerja Kelurahan Sungai Tiung telah dilaksanakan dengan baik dan diharapkan dapat dilaksanakan berkelanjutan. Kata Kunci: Ibu Hamil, Diversifikasi Pangan Lokal, Ikan Seluang, Stunting  ABSTRACT Lack of child nutrition as a result of a weak economy can be a direct cause of stunting but can be overcome by efforts to diversify economically local food. Conducting community empowerment through counseling and utilization of local food as an effort to prevent stunting. Counseling on stunting and assistance in processing modern castangel cake made from seluang fish flour which was carried out for 3 months, from July to September 2022 at Posyandu Papikau, Sungai Tiung Banjarbaru Village. The community service was carried out at the Papikau Posyandu, Sungai Ulin Village, Banjarbaru, attended by 12 women. Counseling activities about stunting and the nutritional content of selung fish and its use in everyday life. There was an increase in mothers' knowledge about stunting and skills in processing selung fish-based cakes. Community service activities carried out for pregnant women in the Sungai Tiung Village work area have been carried out well and are expected to be carried out sustainably. Keywords : Pregnant Mother, Local Food Diversification, Selung Fish, Stunting
PENGENALAN NUTRIFIKASI DAUN KELOR (Moringa Oleifera) DAN KEGIATAN EDUKASI PADA IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN GUNTUNG MANGGIS BANJARBARU Yustin Ari Prihandini; Cast Torizellia; Dicky Septiannoor Khaira; Lisa Setia; Adies Riyana; Bandawati Bandawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6498

Abstract

Masalah gizi di Kalimantan Selatan perlu diberikan perhatian lebih dikarenakan masih terdapat balita (usia 0-59 bulan) yang mengalami masalah gizi kategori sangat kurus berada pada prevalensi 3,9% di atas angka nasional yaitu 3,5% dan kategori kurus 9,2% jauh di atas angka nasional 6,7% dan kategori pendek yaitu 21,1% di atas angka nasional 19,3% dan kategori sangat pendek 12% juga di atas angka nasional 11,5%. Kelurahan Guntung Manggis adalah satu di antara kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Memiliki luas wilayah 2.150 hektar. Jumlah penduduk pada 2018 terdata sebanyak 2.568 KK. Metode pelatihan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan kegiatan senam hamil di Posyandu Assyifa Kelurahan Guntung Manggis tentang proses pengolahan inovasi produk olahan makanan berbahan dasar pangan lokal Daun Kelor yang dijadikan Cemilan Stik. Kegiatan senam hamil dipandu oleh petugas puskesmas serta penyampaian materi dilakukan dengan pemberian edukasi dan penyuluhan langsung kepada ibu hamil melalui sosialisasi pola pemilihan makanan yang bergizi, serta pengetahuan mengenai gizi seimbang, sikap pola asuh dan rencana penggunaan metode kontrasepsi yang digunakan saat persalinan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan kesimpulan bahwa dengan dilaksanakannya edukasi dan penyuluhan terjadi peningkatan kapasitas (pengetahuan, keterampilan, dan mengedukasi) bagi Ibu Hamil selama kegiatan berlangsung.
Penyuluhan Asi Eksklusif dan MP-ASI Berbasis Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting melalui Program Komprehensif Beranting (Bersama Atasi Stunting) Dicky Septiannoor Khaira; Cast Torizellia; Yustin Ari Prihandini; Lisa Setia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12570

Abstract

ABSTRAK Tren terjadinya stunting sebagian besar disebabkan oleh tidak diberikannya ASI Eksklusif dan praktik pemberian MP-ASI kurang dari usia 6 bulan yang berawal mula dari rendahnya pengetahuan. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan sebagai upaya mengatasi stunting. Pengabdian kepada masyarakat melalui Program komprehensif BERANTING menggunakan metode yang sederhana yaitu penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 27 September 2023 dan dilakukan evaluasi yaitu mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Program komprehensif BERANTING melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di Wilayah Kelurahan Sungai Tiung Kota Banjarbaru di hadiri sebanyak 17 orang peserta yaitu diantaranya adalah ibu menyusui dan ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Didapatkan hasil yaitu peningkatan pengetahuan para ibu setelah diberikan penyuluhan yang ditinjau dari hasil evaluasi pre-test dan post-test. Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui program komprehensif beranting diharapkan dapat dilaksanakan berkelanjutan guna mengatasi masalah stunting. Kata Kunci: Penyuluhan, Ibu Menyusui, ASI Eksklusif, MP-ASI, Stunting ABSTRACT The trend of stunting is largely caused by not giving exclusive breast milk and the practice of giving MP-ASI to less than 6 months of age which originates from low knowledge. Carrying out community service in the form of counseling as an effort to overcome stunting. Community service through the comprehensive BERANTING program uses a simple method, namely counseling which was carried out on September 27 2023 and an evaluation was carried out, namely measuring the level of knowledge before and after the counseling. The comprehensive BERANTING program through outreach activities carried out in the Sungai Tiung Subdistrict, Banjarbaru City was attended by 17 participants, including breastfeeding mothers and mothers with babies aged 6-12 months. The results obtained were an increase in mothers' knowledge after being given counseling which was reviewed from the results of the pre-test and post-test evaluation. It is hoped that community service carried out through the comprehensive relay program can be carried out sustainably to overcome the problem of stunting. Keywords: Counseling, Breastfeeding Mothers, Exclusive Breastfeeding, Weaning Food, Stunting
PENGENALAN NUTRIFIKASI DAUN KELOR (Moringa Oleifera) DAN KEGIATAN EDUKASI PADA IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN GUNTUNG MANGGIS BANJARBARU Yustin Ari Prihandini; Cast Torizellia; Dicky Septiannoor Khaira; Lisa Setia; Adies Riyana; Bandawati Bandawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6498

Abstract

Masalah gizi di Kalimantan Selatan perlu diberikan perhatian lebih dikarenakan masih terdapat balita (usia 0-59 bulan) yang mengalami masalah gizi kategori sangat kurus berada pada prevalensi 3,9% di atas angka nasional yaitu 3,5% dan kategori kurus 9,2% jauh di atas angka nasional 6,7% dan kategori pendek yaitu 21,1% di atas angka nasional 19,3% dan kategori sangat pendek 12% juga di atas angka nasional 11,5%. Kelurahan Guntung Manggis adalah satu di antara kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Memiliki luas wilayah 2.150 hektar. Jumlah penduduk pada 2018 terdata sebanyak 2.568 KK. Metode pelatihan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan kegiatan senam hamil di Posyandu Assyifa Kelurahan Guntung Manggis tentang proses pengolahan inovasi produk olahan makanan berbahan dasar pangan lokal Daun Kelor yang dijadikan Cemilan Stik. Kegiatan senam hamil dipandu oleh petugas puskesmas serta penyampaian materi dilakukan dengan pemberian edukasi dan penyuluhan langsung kepada ibu hamil melalui sosialisasi pola pemilihan makanan yang bergizi, serta pengetahuan mengenai gizi seimbang, sikap pola asuh dan rencana penggunaan metode kontrasepsi yang digunakan saat persalinan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan kesimpulan bahwa dengan dilaksanakannya edukasi dan penyuluhan terjadi peningkatan kapasitas (pengetahuan, keterampilan, dan mengedukasi) bagi Ibu Hamil selama kegiatan berlangsung.
Penyuluhan dan Pendampingan Pengolahan Pangan Lokal Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Khaira, Dicky Septiannoor; Setia, Lisa; Restapaty, Ratna; Artha, Ema Khairunnisa
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat : Edisi Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/pengabdian.v5i1.1938

Abstract

Abstrak Prevalensi stunting di Indonesia sedang terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan karena stunting dapat memberikan dampak buruk jangka pendek dan jangka panjang pada balita sebagai generasi penerus. Kegiatan ini bertujuan melaksanakan pendampingan kepada masyarakat melalui penyuluhan dan pengolahan pangan lokal labu kuning sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dihadiri sebanyak 24 orang peserta yang diantaranya ibu yang memiliki balita dan masyarakat sekitar bertempat di Posyandu Mawar Putih 1 Desa Sungai Batang Kabupaten Banjar. Hasil dari terlaksananya kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa para peserta mendapatkan informasi tambahan perihal stunting dan cara mencegahnya yaitu salah satunya dengan keterampilan dalam memanfaatkan pangan lokal labu kuning. Kata Kunci: Stunting, Pangan Lokal, Labu Kuning Abstract Stunting is becoming increasingly prevalent in Indonesia, which is a major cause for concern as it can have both short-term and long-term negative impacts on young children who are the future of the country. To help prevent stunting, an educational event was organized where local pumpkins were processed into food for the community. The event took place at Posyandu Mawar Putih 1, Sungai Batang Village, Banjar Regency, and was attended by 24 participants, including mothers with young children and members of the local community. The event served to increase awareness about stunting and how to prevent it, and also provided participants with the skills needed to prepare nutritious food using local pumpkin. Keywords: Stunting, Local Food, Yellow Pumpkin
Intervensi Penyuluhan Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia di Kelas Ibu Hamil Puskesmas Rawat Inap Cempaka Khaira, Dicky Septiannoor; Hidayat, Rahmat; Ayanti, Bio Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21285

Abstract

ABSTRAK Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab stunting pada anak. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Banjarbaru tahun 2023, Puskesmas Rawat Inap Cempaka memiliki prevalensi tertinggi anemia pada ibu hamil sebesar 25,77%. Minimnya pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang dan pencegahan anemia menjadi tantangan dalam upaya pengendalian stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia melalui intervensi penyuluhan di kelas ibu hamil. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Kota Banjarbaru. Sebanyak 29 ibu hamil mengikuti penyuluhan. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa 10 butir pernyataan benar atau salah. Materi penyuluhan disampaikan menggunakan media poster dan leaflet, serta disertai diskusi interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 75,9% peserta memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang (nilai <70). Setelah penyuluhan, 51,7% peserta mencapai kategori pengetahuan baik (nilai 80–90). Persentase peningkatan pengetahuan berdasarkan N-Gain Score adalah 77,58% yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Intervensi penyuluhan gizi seimbang dan pencegahan anemia terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penyuluhan yang kontekstual, interaktif, dan menggunakan pendekatan partisipatif berperan penting dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil akan pentingnya asupan gizi selama kehamilan. Saran yang dapat diberikan adalah melaksanakan kegiatan serupa secara berkala di kelas ibu hamil dan melibatkan anggota keluarga agar tercapai dampak yang lebih luas dalam pencegahan anemia dan stunting. Kata Kunci: Gizi Seimbang, Pencegahan Anemia, Ibu Hamil, Stunting  ABSTRACT Anemia in pregnant women is one of the main risk factors contributing to stunting in children. According to the 2023 Banjarbaru City Health Profile, Puskesmas Rawat Inap Cempaka had the highest prevalence of anemia among pregnant women, at 25.77%. Limited knowledge among pregnant women about balanced nutrition and anemia prevention remains a challenge in stunting control efforts. This activity aimed to improve pregnant women's knowledge of balanced nutrition and anemia prevention through educational interventions in antenatal classes. The community service activity was carried out at Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Banjarbaru City, and was attended by 29 pregnant women. Knowledge was measured using pre-test and post-test instruments consisting of 10 true or false statements. The educational materials were delivered using posters and leaflets, accompanied by interactive discussions. Evaluation results showed that before the intervention, 75.9% of participants had knowledge levels categorized as poor (score <70). After the intervention, 51.7% of participants reached the good knowledge category (scores between 80–90). The percentage increase in knowledge based on the N-Gain Score was 77.58%, which falls into the high effectiveness category. The intervention on balanced nutrition and anemia prevention proved effective in increasing pregnant women's knowledge. Contextual, interactive education using a participatory approach played a significant role in raising awareness of the importance of adequate nutrition during pregnancy. The suggestion that can be given is to carry out similar activities periodically in pregnant women's classes and involve family members to achieve a wider impact in preventing anemia and stunting. Keywords: Balanced Nutrition, Anemia Prevention, Pregnant Women, Stunting
Pengaruh Status Gizi Kehamilan, ASI Eksklusif, dan Imunisasi Dasar dengan Stunting Pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan: Pengaruh Status Gizi Kehamilan, ASI Eksklusif, dan Imunisasi Dasar dengan Stunting Pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan Khaira, Dicky Septiannoor; Hidayat, Rahmat; Ramadhani, Aulia
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i1.349

Abstract

Abstrak Pada bulan Juni 2023 Indonesia telah resmi lepas dari masa pandemi Covid-19 dan menjadi masa endemi. Masa peralihan dari pandemi ke endemi tentunya akan ada dampak baik maupun buruk terutama pada aspek kesehatan yaitu stunting. Terjadi perburukan stunting ketika masa pandemi Covid-19 dan dampak dari stunting sudah tentu buruk bagi masa depan anak secara fisik maupun motorik. Penelitian ini dilaksanakan 2 Kecamatan dan 6 Desa lokasi fokus stunting Kabupaten Balangan pada bulan Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel dengan perbandingan 1:2 maka total sampel untuk kelompok kasus sebanyak 22 balita usia 24-59 bulan yang stunting dan kelompok kontrol sebanyak 44 balita usia 24-59 bulan yang normal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh status gizi kehamilan, ASI eksklusif, dan imunisasi dasar dengan stunting pasca pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan. Hasil analisis statistik chi square menunjukkan bahwa status gizi kehamilan, ASI eksklusif, dan imunisasi dasar berpengaruh dengan stunting pasca pandemi Covid-19 di Kabupaten Balangan. Para calon ibu dan para ibu agar lebih memperhatikan kesehatan yaitu aspek keseimbangan status gizi, pemberian ASI secara eksklusif, dan pemberian imunisasi dasar yang lengkap sesuai dengan umur anak. Kata kunci: ASI Eksklusif, Imunisasi Dasar, Pasca Pandemi, Status Gizi Kehamilan, Stunting Abstract In June 2023, Indonesia officially emerged from the COVID-19 pandemic and has become an endemic period. The transition period from pandemic to endemic will of course have both good and bad impacts, especially on the health aspect, namely stunting. Stunting worsened during the Covid-19 pandemic and the impact of stunting is certainly bad for children's future physically and motorically. This research was carried out in 2 sub-districts and 6 villages where the stunting focus was located in Balangan Regency in October 2023. This research used a case-control design. With a sample ratio of 1:2, the total sample for the case group was 22 toddlers aged 24-59 months who were stunted and the control group was 44 toddlers aged 24-59 months who were normal. This research aims to analyze the effect of pregnancy nutritional status, exclusive breastfeeding, and basic immunization on stunting after the COVID-19 pandemic in Balangan Regency. The results of the chi-square statistical analysis show that the nutritional status of pregnancy, exclusive breastfeeding, and basic immunization influence stunting after the COVID-19 pandemic in Balangan Regency. Expectant mothers and mothers should pay more attention to health, namely aspects of balancing nutritional status, exclusive breastfeeding, and providing complete basic immunization according to the child's age. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Basic Immunization, Post-Pandemic, Pregnancy Nutritional Status, Stunting
Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Hidayat, Rahmat; Prihandini, Yustin Ari; Nafila, Nafila; Ramadhani, Aulia; Riyana, Adies; Khaira, Dicky Septiannoor; Bandawati, Bandawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.18719

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a serious global health issue caused by Mycobacterium tuberculosis. In South Kalimantan, the province ranks seventh in the number of cases, with Puskesmas Martapura 1 recording 1,364 cases of pulmonary TB in 2022. Evaluating the TB program at this health center is essential for identifying the strengths and weaknesses of program implementation. The study was conducted at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District in 2023. A qualitative research method was employed to assess the evaluation of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1. The input components of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 were found to be suboptimal. There were limitations in the examination facilities, as TCM testing could not be performed at this health center. The process components of the pulmonary TB program were also not optimal, with record-keeping and reporting, as well as cross-checking, often not conducted timely. In terms of output, while the case detection rate met the target, the conversion and cure rates did not meet the targets set by the Banjar District Health Office. The error rate at Puskesmas Martapura 1 was 1.8%. To improve the success of the pulmonary TB program at Puskesmas Martapura 1 in Banjar District, several improvements are necessary. A weekly checklist cross-checking schedule should be established to prevent the accumulation of documents that can occur when checks are conducted quarterly. Daily record-keeping and reporting should also be implemented after patients complete their treatment to avoid report backlogs. Additionally, planning for patients who miss their treatments is essential to ensure they do not default on their medication and complete their treatment courses. Keywords: Tuberculosis, Evaluation of TB Program, TCM, Community Health Center  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global serius yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Di Kalimantan Selatan, provinsi ini menempati posisi ketujuh dalam jumlah kasus. Puskesmas Martapura 1 mencatat 1.364 kasus TB Paru pada 2022. Evaluasi program TB di Puskesmas ini penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan program. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif karena untuk mengetahui Evaluasi Program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023.  Penelitian dari komponen input dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Terdapat keterbatasan fasilitas pemeriksaan TCM tidak dapat dilakukan di Puskesmas Martapura 1. Hasil dari komponen proses dalam program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 belum optimal. Pencatatan dan pelaporan serta Cross check sering kali tidak tepat waktu sesuai jadwal. Sedangkan output dalam program TB di Puskesmas Martapura 1 dalam angka penemuan kasus sudah mencapai target sedangkan angka konversi dan angka kesembuhan belum mencapai target yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Error rate di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar sebesar 1,8 persen. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan program TB Paru di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar maka diperlukan perbaikan yaitu dengan dibuat jadwal checklist cross check setiap minggunya agar tidak terjadi penumpukan berkas jika dilakukan pertiga bulan sekali. Juga diperlukan perbaikan dengan melakukan pencatatan dan pelaporan setiap harinya setelah pasien selesai pengobatan agar tidak terjadi penumpukan laporan. Dan diperlukan pula perencanaan terhadap pasien yang mangkir dalam pengobatan agar pasien tersebut tidak mangkir dari pengobatan dan menyelesaikan pengobatannya. Kata Kunci: Tuberkulosis, Evaluasi Program TB, TCM, Puskesmas
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN RAMANIA TERHADAP INSULIN DAN GDP PADA TIKUS OBESITAS DM TIPE 2 Ramadhani, Aulia; Hidayat, Rahmat; Khaira, Dicky Septiannoor
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 1 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i1.2497

Abstract

Obesity is a major nutritional issue that can trigger insulin resistance, hyperlipidemia, and contribute to Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). Ramania leaves, rich in antioxidants such as flavonoids, have potential as antidiabetic and anti-obesity agents. This study aimed to evaluate the effects of ethanol extract of Ramania leaves on insulin levels and fasting blood glucose (FBG) in obese rats with T2DM. The research employed a true experimental laboratory method with a Randomized Pre-Posttest Control Group design to examine the effects of Ramania leaf ethanol extract on insulin levels and FBG in male Wistar rats (Rattus norvegicus) with obesity-induced T2DM. The study was conducted over six weeks at the PSPG Laboratory of Gadjah Mada University. Subjects were divided into six groups: KNo (normal control, non-obese model group), KN (negative control, obese T2DM rats), KP (positive control, obese T2DM rats treated with metformin), and P1, P2, and P3 (obese T2DM rats treated with Ramania leaf extract at doses of 150,300, and 600 mg/kg BW for 14 days). Obesity and T2DM induction were conducted using a high-fat diet for 14 days, followed by streptozotocin administration at 45 mg/kg BW/day for three days. ANOVA testing revealed significant differences between groups (P<0.000), demonstrating the effectiveness of Ramania leaf ethanol extract (EEDR). Treatment with EEDR significantly increased insulin levels across all treatment groups (KP,P1,P2,P3) compared to the negative control (KN), highlighting the potential of EEDR in insulin regulation for obese T2DM rats. Ramania leaf extract showed significant potential in enhancing insulin levels and reducing FBG levels.
Faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan di kota banjarbaru: studi kasus-kontrol Hidayat, Rahmat; Khaira, Dicky Septiannoor; Sari, Putri Kartika; Rahman, Andri Nur; Puspawati, Puspawati
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2025): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i3.2460

Abstract

Background: Stunting is a growth failure condition in toddlers caused by chronic malnutrition, impacting physical and cognitive development as well as national productivity. In Banjarbaru City, stunting prevalence significantly decreased from 22,1% to 10,3% in 2023, likely due to factors such as high exclusive breastfeeding coverage, good maternal nutritional status, and adequate access to health services and sanitation.Objective: To analyze factors influencing the reduction of stunting in Banjarbaru City to support effective stunting prevention policies.Methods: The study was conducted in six public health center working areas with the lowest performance in Banjarbaru City in April 2024. This retrospective population-based case-control study involved children aged 12 to 59 months with stunting as cases and normal children as controls. Sample size was calculated using OpenEpi with a total of 78 samples in a 1:2 ratio. Cluster random sampling was used, and data were analyzed using chi-square tests or Fisher’s exact test when chi-square assumptions were not met.Results: The study found that only maternal anemia during pregnancy showed a significant association with stunting after controlling for other variables, with more than six times increased risk (aOR=6,54; 95% CI: 1,79–23,92; p=0,004). This indicates that maternal anemia is the dominant risk factor influencing stunting incidence in Banjarbaru.Conclusion: Maternal anemia affects stunting occurrence in Banjarbaru City, with pregnant women without anemia having a 7,5 times greater chance of having children who are not stunted.s.