Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEGAWAI DALAM MELAYANANI PEMBUATAN KARTU KUNING KEPADA CALON TENAGA KERJA BARU PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA BANDAR LAMPUNG Mike Meiranti
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.5809

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan bentuk komunikasi konvensional yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi dua arah yang bertujuan memberi informasi serta proses pelayanan dalam sistem di dunia kerja. Pelayanan publik ialah suatu fungsi fundamental yang harus diemban pemerintah baik di tingkat pusat maupun di daerah. Mengingat fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarakat maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang baik dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas suatu pelayanan publik dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor kemampuan dan motivasi pegawai dalam melaksanakan pelayanan publik. Disnakertrans sebagai sebuah instansi pelayanan masyarakat dalam bidang kependudukan, harus selalu meningkatkan mutu pelayanannya dari waktu ke waktu agar tetap dipercaya dan menjadi pilihan utama masyarakat di bidang kependudukan. Pembuatan ak.1 (kartu kuning) ini dapat berfungsi untuk mendata jumlah para pencari kerja di bandar lampung. Ak.1 (kartu kuning) merupakan kartu tanda pencari kerja yang dijadikan salah satu syarat untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan atau instansi baik di negeri atau swasta.
MODIFIKASI PENERAPAN KONSEP - KONSEP DASAR KOMUNIKASI PUBLIK DALAM KEGIATAN DAKWAH KONTEMPORER Mike Meiranti
INTERCODE Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ire.v2i1.807

Abstract

Komunikasi publik adalah komunikasi yang di lakukan di depan khalayak yang jumlahnya banyak atau komunikasi yang dilakukan dalam sebuah lingkup yang di hadiri audiens yang banyak. Menurut Jim Grunig komunikasi publik memiliki empat konsep atau model dasar yang digunakan dalam proses penyampaian informasi antara lain, yang pertama model press agentry model ini di lakukan dengan komunikasi satu arah misalnya kampanye, mengajak, persuasif yang sifat audiens nya pasif. Dakwah merupakan bentuk komunikasi publik yang sering kita saksikan. Menurut Jim Grudig komunikasi publik juga disebut public relation dimana istilah public relation sering digunakan sebagai narahubung atau pelantara komunikasi antar organisasi dan lembaga. Pada dasarnya komunikasi publik merupakan proses komunikasi yang di lakukan untuk menyampaikan pesan atau informasi untuk orang banyak dan dapat di akses oleh orang banyak. Dalam hal ini dakwah dan konsep dasar komunikasi publik tidak dapat di pisahkan penerapannya karna dakwah tidak akan berjalan dengan maksimal ketika tidak ada konsep komunikasi publik didalamnya, begitu juga sebaliknya ketika tidak ada pesan dakwah yang di sampiakan maka tidak akan terjadi proses komunikasi publik.
Dampak Viral Marketing Terhadap Minat Beli Konsumen Cilok Rondo Tahun 2024 (Studi pada Akun Instagram @elma_bakulcilok) Priatna Utami Ning Putri; Sri Choiriyati; Mike Meiranti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5847

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi juga memengaruhi metode atau teknik pemasaran baru yang bergantung pada kemajuan dalam bidang tersebut. Akun Instagram @elma_bakulcilok menggunakan kemajuan teknologi internet sebagai sarana pemasaran yang cepat dan efisien, serta menyediakan konten yang segar, kreatif, dan menarik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak viral marketing terhadap minat beli konsumen Cilok Rondo melalui media sosial Instagram. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini berfokus pada Dampak Viral Marketing Terhadap Minat Beli Konsumen Cilok Rondo Tahun 2024. Hasil penelitian menyatakan bahwa dampak viral marketing terhadap minat beli konsumen Cilok Rodo sangat signifikan. Hal ini dikarenakan pemanfaatan media sosial dengan cara live streaming pada saat berjualan dan mengunggah konten yang menarik mengenai aktivitas jualan mulai dari membuat cilok, kegiatan persiapan jualan dan pada saat berjualan. Hal ini yang membuat Cilok Rondo Viral di media sosial.
ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN PADA PEMBERITAAN MENINGKATNYA ANGKA GOLPUT PILKADA JAKARTA 2024 DI TEMPO.COM DAN METROTVNEWS Nur Azizah; Sri Choiriyati; Mike Meiranti
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/j1ehe532

Abstract

Fenomena meningkatnya angka golput dalam Pilkada Jakarta 2024 menjadi perhatian penting dalam dinamika politik Indonesia. Angka partisipasi pemilih yang menurun menunjukkan adanya persoalan dalam kesadaran masyarakat dalam pemilihan. Media massa memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang publik terhadap isu tersebut, salah satunya melalui pembingkaian (framing) dalam pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Tempo.com dan Metrotvnews membingkai isu golput menggunakan teori framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Entman yang mencakup empat elemen utama: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data diambil dari berita-berita yang diterbitkan oleh Tempo.com dan Metrotvnews pada pemberitaan “Meningkatnya Angka Golput Pilkkada Jakarta 2024” Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media membingkai isu golput dengan cara yang berbeda. Tempo.com lebih banyak menyoroti kekecewaan masyarakat terhadap kandidat dan sistem politik, sedangkan Metrotvnews menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab publik dalam berpartisipasi dalam pemilu, angka partisipasi pemilih yang menurun menunjukkan adanya persoalan dalam kesadaran masyarakat dalam pemilihan. Perbedaan framing ini turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap makna golput. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing media sangat memengaruhi cara masyarakat memahami isu politik. Oleh karena itu, media diharapkan dapat menyajikan pemberitaan yang lebih objektif dan edukatif agar dapat meningkatkan kesadaran politik serta menekan angka golput di masa mendatang.
Negotiation of Salafi Da’wah Discourse in Digital Space : An Islamic Communication Study of Rumaysho.com Ali Ridho; Rusdiyanto; Mardan Umar; Mike Meiranti; Zainun Nur Hisyam Tahrus
Dialogia Vol. 24 No. 01 (2026): DIALOGIA: JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : Ushuluddin, Adab, and Dakwah Faculty of State Islamic University Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v24i01.12196

Abstract

Digital transformation in religious communication has triggered significant changes in Islamic da’wah strategies and narratives, including among ideologically recognized groups such as Salafi. This study aims to examine how Salafi da’wah discourse is negotiated, adapted, and represented in digital spaces through Rumaysho.com, a popular da’wah platform managed by Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal. Using a qualitative approach and Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA) method, this research analyzes 30 articles on creed (aqidah), worship (ibadah), and contemporary issues published between 2024 and mid 2025. The analysis follows Fairclough’s three dimensions, namely textual analysis, discourse practice, and social practice, to reveal how ideological messages are recontextualized to align with the participatory and plural characteristics of digital public spaces. The findings show that Rumaysho.com represents a shift in Salafi da’wah discourse, where textual orthodoxy is strategically adapted through communicative, aesthetic, and symbolic approaches, thereby maintaining ideological authority while reaching a broader public sphere. This study contributes a framework for understanding how theologically rigid groups strategically adapt their communicative repertoire in digital environments without doctrinal compromise.