Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Guru Bimbingan Dan Konseling Berbasis Nilai-Nilai Islami Dalam Meningkatkan Keterbukaan Siswa Di SMP Negeri 1 Sumbergempol Tulungagung Danar Nanda Rachmawati; Khoirotul Niamah; Nur Yanah
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v8i1.5086

Abstract

Layanan BK masih menghadapi berbagai hambatan, terutama adanya stigma negatif yang melekat pada guru BK sebagai “polisi sekolah”, sehingga menimbulkan ketidakterbukaan siswa dalam menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi. Kondisi tersebut berpotensi menghambat efektivitas layanan konseling dan proses pembinaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi yang diterapkan oleh guru BK, mengidentifikasi hambatan komunikasi yang muncul dalam proses layanan konseling, serta menganalisis penerapan nilai-nilai Islami dalam membangun hubungan komunikasi yang lebih efektif dengan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di SMP Negeri 1 Sumbergempol. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan guru BK, wali kelas, serta siswa yang pernah mengikuti layanan konseling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi guru BK yang efektif meliputi penerapan teknik active listening, empati komunikatif, komunikasi persuasif, humor terapeutik, serta pendekatan informal melalui interaksi di luar ruang konseling. Strategi tersebut diperkuat dengan integrasi nilai-nilai Islami, khususnya prinsip Qaulan Layyinan, Qaulan Ma’rufan, dan Mau’izhah Hasanah yang menekankan kelembutan, kesantunan, dan pemberian nasihat secara bijaksana. Hambatan utama yang ditemukan meliputi stigma ruang BK sebagai tempat penghukuman, perbedaan persepsi guru dan siswa terhadap fungsi BK, serta penggunaan bahasa yang kurang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Upaya mengatasi hambatan tersebut, sekolah mengembangkan program “BK Sahabat Siswa” yang berorientasi pada pendekatan humanis, religius, dan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi guru BK yang dipadukan dengan nilai-nilai Islami memiliki peran penting dalam meningkatkan keterbukaan siswa serta membangun citra positif layanan BK di lingkungan sekolah.
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENULISAN KARYA ILMIAH DI UNIVERSITAS ISLAM BALITAR Nik Haryanti; Danar Nanda Rachmawati; Pendik Hanafi; Suyitno Suyitno
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v5i1.2282

Abstract

Kemampuan menulis karya ilmiah merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa maupun calon pendidik dalam mendukung pengembangan profesional dan akademik. Namun, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami metodologi penelitian, khususnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan penulisan karya ilmiah mahasiswa di Universitas Islam Balitar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, prosedur, dan teknik penyusunan proposal maupun laporan PTK serta meningkatkan keterampilan peserta dalam menulis karya ilmiah sesuai kaidah akademik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi, diskusi, praktik penyusunan proposal PTK, dan pendampingan penulisan karya ilmiah. Peserta kegiatan adalah mahasiswa Universitas Islam Balitar yang memiliki minat dalam penelitian dan penulisan ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tahapan PTK, kemampuan mengidentifikasi permasalahan pembelajaran, menyusun rancangan penelitian, serta menulis karya ilmiah secara lebih sistematis dan terstruktur. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama pelatihan dan mampu menghasilkan draft proposal PTK sebagai luaran kegiatan. Dengan demikian, pelatihan Penelitian Tindakan Kelas terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penulisan karya ilmiah mahasiswa serta dapat menjadi salah satu strategi untuk mendukung budaya akademik dan produktivitas penelitian di lingkungan perguruan tinggi.