Muhammad Najib
Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Genealogi Hukum Islam di Indonesia Fatichatus Sa'diyah; Islamiyah Islamiyah; Muhammad Najib; Abdul Fattah
Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/althiqah.v6i2.149

Abstract

Artikel ini mengkaji ulang bagaimana sejarah hukum Islam di Indonesia serta bentuk konkritnya dalam sebuah lembaga. Pembahasan ini menarik untuk dikaji dengan mempertimbangakan beberapa hal. Pertama, pelacakan terhadap asal usul hukum di Indonesia harus diluruskan untuk menghindari asumsi bahwa hukum positif Indonesia mengabaikan hukum Islam. Kedua, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, namun tidak menerapkan pancasila sebagai dasar hukumnya. Kajian terhadap sejarah hukum Islam harus dilanjutkan untuk menunjukkan posisi hukum Islam di Indonesia. Penelitian inia dalah penelitian deskriptif-historis dengan menggunaka teori Arnold J Toynbee tentang Challenge dan Opportunities. Pada dasarnya, hukum Islam sudah dipraktikkan di Indonesia sejak zaman kerajaan. Berdasarkan teori Toynbee, keadaan yang berliku saat terancamnya pemberlakuan hukum Islam, hingga saat masa-masa awal Indonesia merdeka merupakan sebuah challenge atau sebuah tantangan dalam pelaksanaan hukum Islam. Terbentuknya hukum Islam dalam sebuah lembaga pengadilan agama dan Majelis Ulama Indonesia merupakan sebuah tanggapan atas fenomena lika-liku tersebut. Kini, pengadilan agama dan Majelis Ulama Indonesia mengalami perkembangan pesat terutama pada struktur, kekuasaan dan prosedurnya yang sama dengan peradilan yang lainnya di Indonesia. Tidak hanya berkembang secara struktur, keduanya telah memiliki produk yang menjadi acuan umat Islam hingga saat ini; Pengadilan Agama dengan Kompilasi Hukum Islamnya dan Majelis Ulama Indonesia dengan Fatwanya.
The Application of Usul Al-Fiqh Methodology in Bahtsul Masail Practices at Mambaus Sholihin Islamic Boarding School Suci Manyar Gresik Bilal Ramadhan; Muhammad Najib
Al-Kindi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how ushul fiqh methodology is practiced in bahtsul masail activities at Mambaus Sholihin Islamic Boarding School, Suci, Manyar, Gresik, and to explore its implications for Islamic legal education in the pesantren context. This research employed a qualitative field approach through direct observation of bahtsul masail sessions and in-depth interviews with teachers and students involved in the discussions. The findings indicate that bahtsul masail follows a flexible but recognizable procedural pattern, beginning with problem formulation, followed by the exploration of classical legal sources, argumentative exchange, and collective decision making. Legal reasoning in the forum is not limited to the reproduction of juristic opinions, but involves the practical use of ushul fiqh tools such as identifying legal causes, analogical reasoning, and the application of legal maxims, although these tools are rarely stated explicitly. The study also shows that bahtsul masail plays a central role in shaping students’ methodological understanding of Islamic law. However, junior students often experience difficulty in tracing the reasoning process behind legal conclusions. This study concludes that bahtsul masail provides an effective learning space for internalizing ushul fiqh, while stronger integration with formal instruction is needed to enhance conceptual clarity and broader participation