Ramadhoni Aulia Gusli
Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Mutu Pendidikan Islam Di MTsN 2 Kota Pariaman Ramadhoni Aulia Gusli; Zulfani Sesmiarni; Kurnia Mira Lestari; Muaddyl Akhyar
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v11i1.15591

Abstract

Lembaga pendidikan islam harus mengembangkan mutu pendidikannya agar bisa menghadapi perkembangan zaman pada saat sekarang ini. Maka dari itu peran pemimpin madrasah sangatlah penting sekali dalam mewujudkan pengembangan mutu lembaga pendidikan islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitiannya yaitu studi kasus di lapangan. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dokumen, buku, penelitian terdahulu, serta jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Lokasi penelitian ini yaitu di MTsN 2 Kota Pariaman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepala Madrasah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui: (1) kepemimpinan yang efektif yang mendorong bimbingan, pengawasan, dan peningkatan keterampilan di antara staf pendidikan, (2) Manajemen yang terampil yang mencakup empat fungsi utama: perencanaan, pengorganisasian, memotivasi, dan pengendalian; (3) pengawasan yang teliti yang mencakup pengawasan dan bimbingan bagi guru dalam pengembangan profesional, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil siswa, serta penyediaan platform bagi guru untuk menyampaikan keluhan atau saran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peran kepemimpinan kepala madrasah yang kuat dan penerapan manajemen yang baik memiliki dampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Dampak yang dicapai yaitu: peningkatan kompetensi guru, efisiensi kinerja lembaga, pengawasan berkelanjutan, dan peningkatan daya saing lembaga.
Upaya Pencegahan Cyberbullying di Era Digital dengan Mengintegrasikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Ramadhoni Aulia Gusli
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2025): Murabby Vol. 8 No. 2 September 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mrb.v8i2.3551

Abstract

Lembaga Pendidikan harus berupaya melindungi siswa yang lemah agar tidak terjadinya cyberbullying didalam sebuah Lembaga Pendidikan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk memanalisir terjadinya cyberbullying di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan pendekatan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif jenis penelitiannya studi kasus dilapangan. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dokumen, buku, penelitian terdahulu, serta jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Lokasi penelitian ini yaitu di SMKN 1 Kota Pariaman. Hasil penelitian ini mengidentifikasi tiga aspek utama: pertama, penerapan nilai-nilai kearifan lokal dilakukan dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum tersembunyi, kegiatan keagamaan seperti pembacaan Yasin dan program Al-Qur'an, program penguatan karakter, aktivitas ekstrakurikuler, serta kerja sama sekolah dengan institusi keagamaan. Tim anti-bullying yang terdiri dari siswa, guru pendidikan agama, guru BK, dan tenaga kependidikan lainnya turut berperan aktif. Kedua, penguatan keterampilan sosial yang mendukung pencegahan Cyberbullying mencakup kemampuan berempati, pengendalian diri, kerja sama, komunikasi efektif, serta literasi digital. Ketiga, pendekatan berbasis kearifan lokal terbukti memberi dampak positif bagi siswa dalam hal peningkatan kesadaran terhadap bahaya Cyberbullying, pemahaman yang lebih baik, penguatan identitas budaya, peningkatan literasi digital, dan kesejahteraan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa perpaduan nilai budaya dan agama dapat menjadi strategi yang komprehensif dalam menangani permasalahan Cyberbullying di dunia pendidikan.
Intregrasi Model Penafsiran Hermeneutika Al-Qur’an dan Hadits di Era Kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam Ramadhoni Aulia Gusli; Charles Charles
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5669

Abstract

Penelitian ini berupaya mengintetgrasikan model penafsiran hermeneutika Al-Qur’an dan Hadits di era kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam. Model penafiran hermeneutika ini dipandang semakin relevan di era kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam. Ketika wacana tafsir mudah tersebar secara cepat namun seringkali bersifat parsial, reduktif, bahkan dijadikan legitimasi untuk sikap ekstrem dan intoleran. Maka dari itu pentingnya penelitian ini dilakukan untuk melihat dan melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman pada saat sekarang ini. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan sumber data dari buku, jurnal yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti. Proses analisis dilakukan dengan menelaah, membandingkan, dan mengintegrasikan berbagai perspektif untuk membangun kerangka teori yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika integratif dapat menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh, seimbang, dan kontekstual. Walaupun ada yang mendukung ataupun menolak hermeneutika ini dalam penerapan penafsiran Al-Qur’an dan hadits namun metode ini juga diperlukan untuk penafsiran kita suci umat Islam. Pendekatan ini membuka peluang bagi Al-Qur’an dan hadis untuk memberikan jawaban terhadap problem-problem kontemporer di Lembaga Pendidikan Islam. Dengan demikian, hermeneutika integratif tidak hanya bernilai teoretis dalam ranah akademik, tetapi juga memiliki fungsi praktis sebagai pedoman sosial yang mampu menjaga otoritas wahyu sekaligus relevan dengan dinamika global. Dengan adanya hermeneutika ini penafsiran Al-Qur’an dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam Lembaga Pendidikan Islam pada saat sekarang ini.
DINAMIKA SOSIAL-EMOSIONAL PELAKU BULLYING SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN INTERVENSI DI SEKOLAH DASAR Ramadhoni Aulia Gusli; Novi Hendri; Zulfani Sesmiarni; Supratman Zakir; Junaidi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.980

Abstract

Bullying pada jenjang sekolah dasar merupakan permasalahan kompleks yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana dinamika sosial pelaku bullying di sekolah dasar?, bagaimana dinamika emosional pelaku bullying di sekolah dasar?, dan bagaimana dinamika tersebut dapat dijadikan dasar dalam pengembangan intervensi untuk mengatasi perilaku bullying di sekolah dasar?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sosial dan emosional pelaku bullying sebagai landasan dalam merancang intervensi yang efektif di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 6 siswa kelas V di SDN 09 V Koto Kampung Dalam yang teridentifikasi sebagai pelaku bullying. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bullying dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu kategori tinggi yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi, kecenderungan perilaku agresif, serta rendahnya empati, dan kategori sedang yang lebih dipengaruhi oleh tekanan kelompok sebaya serta faktor situasional, dengan kemampuan regulasi emosi yang relatif lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku bullying tidak hanya bersumber dari faktor individual tetapi juga dipengaruhi secara signifikan oleh dinamika kelompok sebaya yang cenderung menormalisasi perilaku tersebut.
Peran Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Mutu Pendidikan Islam Di MTsN 2 Kota Pariaman Ramadhoni Aulia Gusli; Zulfani Sesmiarni; Kurnia Mira Lestari; Muaddyl Akhyar
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v11i1.15591

Abstract

Lembaga pendidikan islam harus mengembangkan mutu pendidikannya agar bisa menghadapi perkembangan zaman pada saat sekarang ini. Maka dari itu peran pemimpin madrasah sangatlah penting sekali dalam mewujudkan pengembangan mutu lembaga pendidikan islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitiannya yaitu studi kasus di lapangan. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dokumen, buku, penelitian terdahulu, serta jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Lokasi penelitian ini yaitu di MTsN 2 Kota Pariaman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepala Madrasah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui: (1) kepemimpinan yang efektif yang mendorong bimbingan, pengawasan, dan peningkatan keterampilan di antara staf pendidikan, (2) Manajemen yang terampil yang mencakup empat fungsi utama: perencanaan, pengorganisasian, memotivasi, dan pengendalian; (3) pengawasan yang teliti yang mencakup pengawasan dan bimbingan bagi guru dalam pengembangan profesional, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil siswa, serta penyediaan platform bagi guru untuk menyampaikan keluhan atau saran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peran kepemimpinan kepala madrasah yang kuat dan penerapan manajemen yang baik memiliki dampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Dampak yang dicapai yaitu: peningkatan kompetensi guru, efisiensi kinerja lembaga, pengawasan berkelanjutan, dan peningkatan daya saing lembaga.