Penelitian ini berupaya mengintetgrasikan model penafsiran hermeneutika Al-Qur’an dan Hadits di era kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam. Model penafiran hermeneutika ini dipandang semakin relevan di era kontemporer dalam Lembaga Pendidikan Islam. Ketika wacana tafsir mudah tersebar secara cepat namun seringkali bersifat parsial, reduktif, bahkan dijadikan legitimasi untuk sikap ekstrem dan intoleran. Maka dari itu pentingnya penelitian ini dilakukan untuk melihat dan melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman pada saat sekarang ini. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan sumber data dari buku, jurnal yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti. Proses analisis dilakukan dengan menelaah, membandingkan, dan mengintegrasikan berbagai perspektif untuk membangun kerangka teori yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika integratif dapat menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh, seimbang, dan kontekstual. Walaupun ada yang mendukung ataupun menolak hermeneutika ini dalam penerapan penafsiran Al-Qur’an dan hadits namun metode ini juga diperlukan untuk penafsiran kita suci umat Islam. Pendekatan ini membuka peluang bagi Al-Qur’an dan hadis untuk memberikan jawaban terhadap problem-problem kontemporer di Lembaga Pendidikan Islam. Dengan demikian, hermeneutika integratif tidak hanya bernilai teoretis dalam ranah akademik, tetapi juga memiliki fungsi praktis sebagai pedoman sosial yang mampu menjaga otoritas wahyu sekaligus relevan dengan dinamika global. Dengan adanya hermeneutika ini penafsiran Al-Qur’an dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam Lembaga Pendidikan Islam pada saat sekarang ini.
Copyrights © 2026