Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Literasi Keuangan Dalam Meningkatkan Pengelolaan Keuangan Pada Siswa SDN Ketawanggede Malang Alya Imanda Shafa; Ari Prastyo; Muhammad Jamaluddin
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v5i2.4820

Abstract

Literasi merupakan kegiatan dan kemampuan seseorang dalam menulis, membaca, maupun mengolah informasi. Literasi ini adalah hal yang sangat penting bagi semua kalangan, terutama literasi keuangan. Literasi keuangan mencakup pemahaman tentang bagaimana uang berfungsi dan kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan. Pendidikan literasi keuangan penting dilakukan sejak dini membantu anak-anak memahami cara uang bekerja, nilai uang, dan pentingnya mengelola keuangan dengan benar agar dapat membantu mereka menghindari masalah keuangan di masa depan. Dengan begitu, pelatihan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa efektif pelatihan literasi keuangan dalam meningkatkan pengelolaan keuangan pada siswa kelas 2 SDN Ketawanggede. Kegiatan ini dilakukan selama satu hari dengan waktu 1 jam pelajaran dan hanya mengambil satu kelas yakni kelas 2B dengan jumlah siswa sebanyak 19 siswa. Hasil pelatihan didapatkan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi (quasi-eksperimental design) dengan analisis data menggunakan uji normalitas terlebih dahulu sebelum melakukan uji hipotesis. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, pada Asymp. Sig, tertulis nilai 0,046. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil literasi sebelum dan sesudah diberi perlakuan.
Efektivitas Token Economy terhadap Kedisiplinan Waktu pada Mahasiswa: Studi SSR Ishomudin Al Aziz; Shelin Nawansih; Muhammad Jamaluddin
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v2i4.4327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari pemberian token ekonomi terhadap kedisiplinan waktu pada mahasiswa. Kedisiplinan waktu merupakan salah satu bentuk sikap yang dapat dibentuk melalui pembiasaan dan penguatan. Penelitian ini menggunakan desain Single Subject Research dengan model A-B pada satu subjek dengan kecenderungan terlambat masuk kelas. Fase baseline dilakukan selama 5 hari tanpa intervensi dan fase intervensi selama 5 hari dengan token ekonomi. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan konsep pre dan post. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan berdasarkan skor kedisiplinan fase baseline dan intervensi. Meskipun perubahan belum stabil, hasil ini menunjukkan indikasi intervensi yang berdampak positif terhadap perilaku disiplin subjek.
Efektivitas Penerapan Reinforcement Positif dalam Mengurangi Frekuensi Perilaku Merokok pada Mahasiswa Nadistya Faradila Putri; Fajriatus Sa’ada; Muhammad Jamaluddin
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada usia dewasa awal, khususnya di kalangan mahasiswa, biasanya disebabkan oleh tekanan teman sebaya dan beban akademik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan seberapa efektif penguatan positif dalam mengurangi perilaku merokok pada mahasiswa UIN Malang. Penelitian ini melibatkan dua siswa yang termasuk dalam kategori sedang perokok aktif, yang dipilih secara purposive sebagai sampel eksperimen satu kasus. Intervensi berlangsung selama dua minggu dengan penghargaan lisan dan hadiah. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan statistik deskriptif setelah dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner perilaku merokok (α = 0,970). Hasil menunjukkan bahwa strategi penguatan positif tidak efektif dalam mengurangi perilaku merokok. Oleh karena itu, hipotesis ini ditolak. Subjek pertama mengalami peningkatan 2,69% dari skor 76 menjadi 79, sedangkan subjek kedua tidak berubah (skor 78). Faktor-faktor berikut menyebabkan ketidakefektifan ini: stres akademik, pengaruh kuat teman sebaya, dan nilai penguat yang rendah.
Efektivitas Pemberian Punishment Dalam Meningkatkan Intensitas Shalat Berjamaah Shubuh Pada Mahasiswa Di Pesantren Naya Nazhifa Firdausi; Muhammad Raihan Naufal Ash Shidiqy; Muhammad Jamaluddin
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 5 No. 01 (2026): EDISI JUNI 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/12z4yv73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan hukuman dalam meningkatkan intensitas perilaku makmum muwafiq pada pelaksanaan shalat Subuh berjamaah di kalangan mahasantri Pondok Pesantren Masjid Agung Jami' Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain One-Group Time-Series Design . Sebanyak 25 mahasantri dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keterlambatan dalam mengikuti shalat Subuh berjamaah. Intervensi berupa hukuman yang diberikan secara konsisten kepada mahasantri yang tidak memenuhi kriteria makmum muwafiq . Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan serta Wilcoxon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada intensitas perilaku setelah intervensi, ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata sebelum (M = 37,28, SD = 7,87) dan sesudah intervensi (M = 43,68, SD = 4,96), t(24) = 6,411, p < 0,001, dengan ukuran efek besar (d = 0,97). Analisis Wilcoxon Signed Rank Test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (Z = 4,119, p = 0,001), dengan 22 dari 25 partisipan mengalami peningkatan perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan hukuman secara konsisten efektif meningkatkan kedisiplinan perilaku makmum muwafiq dalam shalat berjamaah. Penelitian ini memperkuat relevansi Teori Operant Conditioning dalam konteks pendidikan Islam serta menawarkan strategi modifikasi perilaku yang dapat diterapkan dalam pelatihan ibadah di lingkungan pesantren.
Efektivitas Pelatihan Public Speaking untuk Mengurangi Gejala Communication Apprehension dalam Berbicara di Depan Umum Galih Muhammad; Liza Luayatinniswah; Muhammad Jamaluddin
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v2i4.4195

Abstract

Kecemasan komunikasi atau communication apprehension merupakan hambatan psikologis yang sering dialami mahasiswa saat berbicara di depan umum, dan dapat mengganggu perkembangan akademik serta profesional, terutama pada mahasiswa psikologi yang dituntut memiliki keterampilan komunikasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan public speaking dalam menurunkan tingkat kecemasan komunikasi. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test pada 18 mahasiswa psikologi yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan melalui pelatihan intensif yang mencakup materi, praktik, serta pemberian reinforcement positif. Hasil analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan komunikasi secara signifikan (p = 0,006) setelah pelatihan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan public speaking efektif dalam mengurangi gejala kecemasan komunikasi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga pendidikan dalam merancang program pelatihan komunikasi berbasis bukti untuk mendukung pengembangan keterampilan interpersonal mahasiswa.
Efektivitas Modifikasi Perilaku Dengan Teknik Token Ekonomi Dalam Mengurangi Penggunaan Handphone Berlebih Pada Anak Auralif Dewa; Hanif Rosyidin; Muhammad Jamaluddin
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v2i4.4228

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode ekonomi token dalam mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak usia sekolah dasar untuk menggunakan ponsel.  Metode yang digunakan adalah desain eksperimen kasus tunggal (single-case experimental design), yang menggunakan model A–B. Eksperimen ini mencakup fase baseline selama tujuh hari dan fase intervensi selama dua minggu.  Pada tahap intervensi, subjek diberi token sebagai penguatan positif setiap kali berhasil mengurangi penggunaan ponsel dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih sesuai, seperti membaca, menggambar, atau membantu orang tua. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, penggunaan handphone rata-rata adalah 6 jam 52 menit per hari. Setelah intervensi diterapkan, ini turun menjadi 5 jam 38 menit per hari, dengan penurunan total 8 jam 41 menit per minggu.  Selain penurunan ini, ada peningkatan keterlibatan dalam aktivitas non-digital dan perubahan dalam refleksi emosi.  Seiring dengan pemberian token yang konsisten, subjek juga menunjukkan peningkatan kontrol diri terhadap penggunaan gawai. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa teknik token economy efektif dalam membentuk perilaku baru yang lebih sehat secara digital. Intervensi ini dapat menjadi strategi praktis bagi guru, konselor, dan orang tua dalam menangani kecanduan gawai pada anak dengan pendekatan yang terstruktur dan mudah diterapkan di lingkungan pendidikan maupun rumah.
Efektivitas Teknik Journaling terhadap Penurunan Stres Akademik pada Mahasiswa Muhammad Alim; Ahmad Khaeroini; Muhammad Jamaluddin
Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v2i4.4308

Abstract

This study tested the effectiveness of journal techniques (catharsis and gratitude) in reducing academic stress in college students. The method used was a quasi-experimental one-group pretest-posttest design, involving college students with above-average stress levels. The intervention was carried out for one week through three stages: (1) free writing for emotional expression, (2) gratitude journaling to build a positive perspective, and (3) independent daily journaling exercises. The results showed a significant decrease in academic stress levels after the intervention. The journal technique was proven to be effective as a simple, flexible, and independently adopted emotion regulation tool by college students to manage long-term academic stress. These findings support the use of writing-based interventions as an easily accessible and low-cost stress management strategy