Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Masyarakat Konsumen dalam Perspektif Teori Kritis Jean Baudrillard dalam Kajian Komunikasi Robby Aditya Putra; Anrial Anrial; Dete Konggoro; Oktavia Juwita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 2 (2025): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.518

Abstract

Penelitian ini mengkaji masyarakat konsumen dalam perspektif teori kritis Jean Baudrillard dengan pendekatan komunikasi. Baudrillard memandang konsumsi tidak lagi sekadar aktivitas ekonomi, tetapi sebagai proses komunikasi simbolik yang berkaitan dengan makna, tanda, dan citra. Barang dikonsumsi bukan hanya karena kegunaannya, melainkan karena mampu menunjukkan status, identitas, dan gaya hidup. Media massa dan teknologi digital berperan penting dalam membentuk realitas semu (hiperrealitas) yang memengaruhi cara masyarakat memahami kebutuhan dan keinginan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kritis, mengacu pada pemikiran Baudrillard serta didukung oleh tokoh Mazhab Frankfurt dan Colin Campbell. Kajian ini juga melihat perubahan masyarakat dari orientasi produksi menuju konsumsi hingga tahap simulasi, di mana simbol lebih dominan daripada realitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dalam masyarakat modern berfungsi sebagai alat komunikasi yang membentuk norma sosial, gaya hidup, dan identitas individu. Media dan budaya populer memperkuat pola konsumsi melalui penyebaran simbol dan citra. Akibatnya, konsumsi menjadi sarana kontrol sosial yang halus, di mana keinginan masyarakat dibentuk oleh sistem tanda dalam kapitalisme.
Intercultural Verbal and Nonverbal Communication Between Lembak and Javanese Communities in Rejang Lebong, Bengkulu Robby Aditya Putra; Exsan Adde; Pajrun Kamil; Anrial Anrial; Ainul Mamnuah
Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi VOL 10, No. 01 (2026): LENTERA
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/lentera.v10i01.12707

Abstract

This study aims to understand how the Lembak and Javanese communities interact amid significant language differences. The research was conducted in Rejang Lebong Regency, Bengkulu, focusing on both verbal and nonverbal interactions in daily life. Language and cultural value differences often pose challenges in intercultural communication. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with members of both ethnic groups. Data analysis was conducted interactively, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings reveal notable differences in verbal language use, specifically lexical ambiguities and "linguistic shock" caused by the distinct phonological endings of the Col dialect, which create initial communication barriers. Strategies to bridge these differences include using Indonesian as a lingua franca, joint language learning, and linguistic adaptation by migrants. Nonverbal communication through body gestures, facial expressions, and intonation also plays a crucial role, although cultural differences, such as the interpretation of direct eye contact as confrontational by Javanese or Javanese silence as indecisiveness by Lembak, can lead to misunderstandings. The study implies that cultural awareness, openness, and adaptive communication skills are key to fostering harmonious social interactions in multicultural societies.