Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran PJBL pada Literasi Visual Multibahasa Melalui Poster “Anti Bullying” oleh Siswa Sekolah Dasar Lailatul Afifah; Yunita Suryani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1814

Abstract

Literasi visual multibahasa oleh siswa merujuk pada kemampuan siswa dalam membaca, memahami, merespon, dan menghasilkan pesan visual dengan beberapa bahasa. Hal ini diharapkan siswa dapat berinteraksi serta membuat pesan visual dengan beberapa bahasa. Literasi visual multibahasa secara bersama melibatkan pemahaman tentang elemen visual dan bahasa sehingga pesan dapat disampaikan dengan jelas dan efektif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran PJBL pada literasi visual multibahasa melalui poster “Anti Bullying” oleh siswa SDIT Al-Uswah Tuban; dan 2) mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi kemampuan menghasilkan media visual multibahasa melalui poster “Anti Bullying” oleh siswa SDIT Al-Uswah Tuban. Metode penelitian ini adalah deksriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah: 1) terdapat pengaruh model pembelajaran PJBL pada literasi visual multibahasa melalui poster “Anti Bullying” oleh siswa SDIT Al-Uswah Tuban; 2) faktor yang mempengaruhi adalah siswa memperoleh pendidikan dan penerapan penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Arab selain bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dalam kurikulum pembelajaran di sekolah berbasis agama.
Variasi Bahasa Sosiolek dalam Film Pendek Ke Jogja di Kanal Youtube Paniradya Kaistimewan Irfan Abdullah Azam; Sri Yanuarsih; Yunita Suryani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2710

Abstract

Penelitian ini membahas variasi bahasa sosiolek yang muncul dalam film pendek Ke Jogja di kanal YouTube Paniradya Kaistimewan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk sosiolek yang digunakan para tokoh serta mengungkap faktor sosial yang melatarbelakangi pemakaiannya. Kajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan berlandaskan teori sosiolinguistik menurut Chaer dan Agustina (2014). Data diperoleh melalui metode simak dan catat terhadap dialog-dialog yang terdapat dalam film, kemudian dianalisis berdasarkan konteks sosial dan latar penuturnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk variasi bahasa sosiolek dalam film tersebut, yakni akrolek, basilek, slang, kolokial dan jargon. Setiap bentuk memiliki fungsi sosial yang berbeda. Akrolek menggambarkan kesopanan dalam berbahasa, sementara slang dan kolokial menunjukkan keakraban dan spontanitas. Basilek memperlihatkan identitas lokal dan kedekatan budaya masyarakat kelas bawah, sedangkan jargon mencerminkan pengaruh modernisasi serta kemampuan tokoh-tokohnya beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menariknya, tidak ditemukan bentuk bahasa argot, ken dan vulgar dalam film. Hal ini menandakan bahwa seluruh tokoh berkomunikasi tanpa menggunakan istilah rahasia, serta tetap menjaga etika dan kesantunan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam film pendek Ke Jogja tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi cerminan identitas sosial, budaya, dan nilai-nilai kesopanan masyarakat Jawa yang terus bertahan di tengah arus perubahan zaman.
Analisis Wacana Kritis Program 'Lapor Pak' Episode Roasting Kiki Saputri Terhadap Gubernur Anies Baswedan Pada Kanal Youtube Novita Fitrianingsih; Sri Yanuarsih; Yunita Suryani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2713

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa dalam tayangan “Lapor Pak” episode roasting Kiki Saputri terhadap Gubernur Anies Baswedan di kanal YouTube dengan perspektif analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Fokus penelitian diarahkan pada pemanfaatan humor sebagai sarana penyampaian kritik sosial dan pembentukan citra politik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa transkrip tuturan yang diperoleh melalui teknik simak dan catat. Analisis dilakukan pada tiga dimensi utama, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Temuan menunjukkan bahwa Kiki Saputri menggunakan strategi bahasa berupa satire, ironi, dan permainan kata untuk menyalurkan pesan kritis tanpa menimbulkan konfrontasi. Humor berfungsi tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media reflektif yang menegosiasikan relasi kekuasaan dan membentuk opini publik secara halus. Tayangan ini menggambarkan bagaimana media hiburan mampu menjadi ruang diskursif bagi penyampaian pandangan politik dan sosial melalui bahasa yang cerdas dan komunikatif.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL ABOUT YOU KARYA VISYA NABILA : KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Cicik Dwi Nur Atiqoh; Yunita Suryani; Suantoko
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i2.33956

Abstract

This study aims to describe the basic concepts of sociolinguistics with a focus on the phenomenon of code switching and code mixing, as well as its causative factors in the novel About You by Visya Nabila. The approach used is a qualitative descriptive method with samples in the form of dialogue excerpts between characters. The data collection technique is carried out through document analysis or content analysis. The results of the study show that code switching appears in two types, namely internal and external code switching, with the switch from Indonesian to English. Meanwhile, code mixing occurs through the insertion of English elements in the form of words, phrases, and clauses in the character's speech. Factors that cause code switching include speakers, counter-speakers, changes in the situation due to the presence of a third person, change of topics, desire to look modern, and the creation of humor. The factors that cause code mixing are related to the attitude of the speaker and the linguistic background they have. In addition, the results of this study show that the study of code transfer and code mixing in literary works can contribute to the development of sociolinguistic science, especially in understanding the dynamics of language use in multilingual societies, and can be used as a reference in learning Indonesian language and literature to understand the social function of language, cultural identity, and the development of bilingual communication in modern literary works.