Irfan Abdullah Azam
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Variasi Bahasa Sosiolek dalam Film Pendek Ke Jogja di Kanal Youtube Paniradya Kaistimewan Irfan Abdullah Azam; Sri Yanuarsih; Yunita Suryani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2710

Abstract

Penelitian ini membahas variasi bahasa sosiolek yang muncul dalam film pendek Ke Jogja di kanal YouTube Paniradya Kaistimewan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk sosiolek yang digunakan para tokoh serta mengungkap faktor sosial yang melatarbelakangi pemakaiannya. Kajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan berlandaskan teori sosiolinguistik menurut Chaer dan Agustina (2014). Data diperoleh melalui metode simak dan catat terhadap dialog-dialog yang terdapat dalam film, kemudian dianalisis berdasarkan konteks sosial dan latar penuturnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk variasi bahasa sosiolek dalam film tersebut, yakni akrolek, basilek, slang, kolokial dan jargon. Setiap bentuk memiliki fungsi sosial yang berbeda. Akrolek menggambarkan kesopanan dalam berbahasa, sementara slang dan kolokial menunjukkan keakraban dan spontanitas. Basilek memperlihatkan identitas lokal dan kedekatan budaya masyarakat kelas bawah, sedangkan jargon mencerminkan pengaruh modernisasi serta kemampuan tokoh-tokohnya beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menariknya, tidak ditemukan bentuk bahasa argot, ken dan vulgar dalam film. Hal ini menandakan bahwa seluruh tokoh berkomunikasi tanpa menggunakan istilah rahasia, serta tetap menjaga etika dan kesantunan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam film pendek Ke Jogja tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi cerminan identitas sosial, budaya, dan nilai-nilai kesopanan masyarakat Jawa yang terus bertahan di tengah arus perubahan zaman.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Pendek "Topi Tindak Tanduk Subasita" di Kanal Youtube Paniradya Kaistimewan Irfan Abdullah Azam; I Wayan Letreng; M. Imron Abadi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the illocutionary speech acts in the dialogue of the short film Topi Tindak Tanduk Subasita on the Paniradya Kaistimewan YouTube channel. The study uses a qualitative descriptive approach with data sources in the form of speech between characters in the film. Data were collected through the listening and note-taking method, then analyzed by identifying the types of illocutionary speech acts based on the context of the speech situation. The results show that the dialogue in the film contains various types of illocutionary speech acts, including assertive, directive, expressive, and commissive. These speech acts function to build social interactions between characters, clarify social relations, and move the film's storyline. Abstrak Artikel ini mendeskripsikan tindak tutur ilokusi dalam dialog film pendek Topi Tindak Tanduk Subasita di kanal YouTube Paniradya Kaistimewan. Penelitian  menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan antartokoh dalam film. Data dikumpulkan melalui metode simak dan catat, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi jenis tindak tutur ilokusi berdasarkan konteks situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam film mengandung berbagai jenis tindak tutur ilokusi, meliputi asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur tersebut berfungsi membangun interaksi sosial antartokoh, memperjelas relasi sosial, serta menggerakkan alur cerita film.