Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INVENTARISASI TUMBUHAN INVASIF DI RESORT DOROPETI GRID 312 KAWASAN TAMAN NASIONAL TAMBORA Daniansyah Daniansyah; Baiq Arriyadul Badi’ah
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12257

Abstract

Tumbuhan invasive merupakan tumbuhan asing yang memiliki daya tumbuh dan daya saing tinggi, sehingga menekan pertumbuhan tanaman lokal di suatu wilayah. Tumbuhan invasive berdampak negative karena perkembangbiakannya yang cepat dan bersifat kompetitif terhadap tanaman lokal. Dominasi tanaman invasif menyebabkan kelimpahan tanaman lokal menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman tumbuhan invasif di Demplot Resort DoroPeti. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode garis berpetak dengan 23 plot pengamatan dengan jarak antar plot 50 m. Ukuran plot berukuran 20×20 m (pohon), 10×10 m (tiang), 5×5 m (pancang), 2×2 m (semai). Hasil inventarisi menunjukkan bahwa ada sembilan jenis tanaman invasif yang ditemukan di Kawasan Resort DoroPeti, yaitu Alang-alang (Imperata cylindrica) 117 individu, Jambu Biji (Psidium guajava) 3 individu, Sintrong (Crassocephalum crepidioides) 18 individu, Kirinyu (Choromolaena odorata) 318 individu, Pare Hutan (Momordica balsamina) 23 individu, Putri Malu (Mimosa pudica) 2 individu, Rumput Knop (Hyptis capitata) 14 individu, Tembelekan (Lantana camara) 8 individu, dan Takokang (Solanum torvum) 4 individu.  Indeks Nilai Penting menunjukkan bahwa ada empat jenis yang dominan di Kawasan Resort DoroPeti yaitu Kirinyuh, Alang-alang, Pare Hutan, dan Sintrong. Adapun hasil analisis Indeks Keragaman Shannon-Wiener adalah 1,14. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keragaman tumbuhan invasif di Kawasan Resort DoroPeti adalah keragaman sedang.
ANALISIS KOMPARATIF SERANGAN HAMA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN POHON SERTA KENYAMANAN PENGUNJUNG: STUDI KASUS HUTAN KOTA PAGUTAN DAN HUTAN KOTA UDAYANA Husnul Jannah; Wayan Wangiyana; I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Baiq Arriyadul Badi’ah; Ida Ayu Widhiantari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat serangan hama serta dampaknya terhadap kesehatan pohon dan kenyamanan pengunjung di dua kawasan hutan kota, yaitu Hutan Kota Pagutan dan Hutan Kota Udayana. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif berbasis data sekunder, yang diperoleh dari laporan instansi terkait, penelitian terdahulu, dan dokumentasi lapangan. Hasil dari peneliian ini adalah rata-rata tingkat serangan hama di Hutan Kota Pagutan sebesar 27,5%, yang dikategorikan serangan sedang. Jenis hama yang dominan di lokasi ini adalah ulat penggerek daun (Lepidoptera) dengan tingkat serangan 35%, dan penggerek batang (Cerambycidae) sebesar 20%. Sementara itu, di Hutan Kota Udayana, tingkat serangan mencapai 37,5%, masuk dalam kategori serangan tinggi, dengan jenis hama utama adalah ulat penggerek daun (45%) dan kutu putih (Aleyrodidae) (30%). Serangan hama di kedua lokasi berdampak pada penurunan kesehatan pohon, ditandai dengan gejala seperti daun menguning, rontok dini, dan pertumbuhan yang terhambat. Dampak terhadap kenyamanan pengunjung juga terlihat dari keluhan terkait bau tidak sedap akibat pembusukan, kehadiran serangga mengganggu, serta penurunan estetika lanskap. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan hama secara berkelanjutan dalam menjaga fungsi ekologis dan sosial hutan kota.