Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal Di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Muhammad Subhan Hamka; Andika Prawanto; Ikromatun Nafsiyah; Maisya Zahra Al Banna; Widiastini Arifuddin; Arif Rahman Azis
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i1.308

Abstract

Seberang Musi sub-district launched a food security program through catfish farming using tarpaulins in 2020. This is one way for the sub-district government to socialize household-scale fish farming, especially catfish commodities, so that people get additional income benefits by utilizing the yard around the house. The problems that exist in the residents of Talang Babatan Village and Benuang Galing Village are the lack of technical skills in fish farming, because both villages are villages that produce plantation products. Therefore, the service team was invited to provide training in an effort to succeed the village development program. In addition to being an effort to alleviate poverty in rural communities, and accelerate poverty alleviation programs in rural areas. The purpose of this activity is to provide training in catfish farming in tarpaulin ponds as well as a medium for disseminating knowledge and transferring technology through community service activities. The methods used were: 1. counseling to participants about catfish farming in tarpaulin ponds; 2. demonstration of methods and practices by giving examples of how to assemble tarpaulins as maintenance containers and how to handle fish directly to participants; 3. evaluation. The collected data were tabulated and analyzed using descriptive analysis method. The purpose of the evaluation was to assess the response of participants in the transfer of knowledge and skills. This was done by assessing the results of the initial and final questionnaires filled out by the participants. The results of the questionnaire showed that there was an increase in participants' knowledge by 12.5% with a minimum value in the pre-test of 37.5 and a maximum value of 87.5 while the minimum value in the post-test was 50.0 and a maximum value of 87.5.
Workshop Pengomposan Limbah Organik Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Widiastini Arifuddin; Alin Liana; Maisya Zahra Al Banna; Sulfaidah Sulfaidah; Rezeki Amaliah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/q7dwjg29

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat menyebabkan peningkatan volume sampah rumah tangga yang memerlukan penanganan tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Majelis Taklim Istiqomah dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi kompos. Metode yang digunakan adalah workshop interaktif dan praktik langsung yang meliputi pemilahan sampah, demonstrasi pembuatan kompos menggunakan starter biofertilizer, serta aplikasi kompos pada media tanam. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 di Pelataran Masjid Al Ikhlas Citra Bontomarannu Kabupaten Gowa yang dihadiri oleh 14 peserta. Berdasarkan hasil evaluasi partisipatif, seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman signifikan yang tercermin dari kemampuan mereka mempraktikkan pengomposan secara mandiri dan perubahan perilaku nyata dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui wirausaha kompos kemasan skala rumah tangga, sekaligus mendukung pencapaian SDGs khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pemberdayaan perempuan. Sebagai upaya pengelolaan sampah keberlanjutan, masyarakat umum diharapkan dapat menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle, dalam kehidupan sehari-hari