Narkoba masih menjadi isu global yang serius dan kompleks, setiap tahunnya terdapat 600.000 kematian di dunia akibat penyalahgunaan narkoba (WHO, 2024). Di Kota Jakarta Utara, Kampung Muara Bahari Kecamatan Tanjung Priok menjadi satu-satunya wilayah yang terlabel sebagai kampung narkoba sekaligus “kantong” peredaran narkoba. Sebagai respon, strategi P4GN dilaksanakan oleh BNNK Jakarta Utara sebagai leading sector. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi pelbagai kendala, seperti masih maraknya kasus narkoba; kegiatan pengelolaan informasi dan edukasi belum optimal; keterbatasan SDM; serta belum tersedianya fasilitas teknologi penyadapan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif strategi bagi BNNK Jakarta Utara dalam upaya P4GN di Kampung Muara Bahari Kecamatan Tanjung Priok dengan menggunakan model manajemen strategi Hunger dan Wheelen (2003) pada tahap pengamatan lingkungan (analisis eksternal dan internal) dengan metode analisis SWOT. Teknik pengumpulan data meliputi penyebaran kuesioner, observasi non partisipasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui uji validitas dan reliabilitas sebagai uji instrumen, serta analisis SWOT melalui IFAS dan EFAS. Hasil menunjukkan strategi yang tepat adalah strategi agresif (growth strategy) berbasis Strength–Opportunity (SO), berfokus pada pemanfaatan secara optimal atas kekuatan internal organisasi untuk merespons peluang eksternal yang ada.