Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengukuran Usability System Aplikasi JMO Menggunakan USE Questionnaire (Studi Kasus PT Sapta Sari Tama Cabang Palembang) Irpan Irpan; Iin Seprina
Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jtik.v9i2.1733

Abstract

PT Sapta Sari Tama Palembang bergerak di bagian distributor semua barang-barang farmasi contohnya obat-obatan yang aman dan juga sudah dalam pengawasan BPOM (Badan pengawasan obat dan makanan). PT Sapta Sari Tama Palembang sebagai perusahaan yang sudah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan juga sudah menggunakan aplikasi Jamsostek  Mobile (JMO). Aplikasi JMO adalah salah satu aplikasi yang bersifat mobile untuk memberi pelayanan kepada anggota khususnya terkait ketenagakerjaan. Karyawan PT Sapta Sari Tama cabang Palembang sebelum menggunakan aplikasi JMO memiliki permasalahan terkait dengan informasi dana Jaminan Hari Tua (JHT). Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur Aplikasi JMO secara terperinci. Penelitian ini mengukur kemudahan dari pengguna aplikasi dari segi Efficiency (Efisiensi), Memorability (Mudah diingat), Learnability (Kemudahan) Satisfaction (Kesalahan dan Kepuasan), Errors (Keamanan). Pengukuran ini bermanfaat untuk keberlangsungan dan perkembangan Aplikasi. Adapun alat yang dipakai untuk evaluasi dalam pengukuran adalah usability dengan menggunakan USE Questionnaire. Terdapat beberapa aspek usability diantaranya adalah kegunaan (usefulness), kepuasan (satisfaction), kemudahan belajar (ease of learning), dan kemudahan pengguna (ease of use). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 92 responden. Hasil nilai yang didapatkan dari masing-masing aspek Usability adalah aspek Ease Of Use mendapatkan kelayakan 90%, Ease Of Learning mendapatkan kelayakan 89%, Satisfaction mendapatkan kelayakan 89%, Usefulness mendapatkan kelayakan sebesar 91%, perhitungan dari semua Hasil Usability mendapatkan kelayakan 92%, maka Aplikasi JMO sangat layak digunakan oleh atasan maupun karyawan dikarenakan aplikasi ini mudah dipelajari, mudah digunakan, dan dapat memberikan kepuasan dan juga sangat berguna bagi pengguna pada PT Sapta Sari Tama Cabang Palembang.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASI GURU SMA MUHAMMADIYAH TUBOHAN MELALUI PELATIHAN TERSTRUKTUR BERBASIS KODING SCRATCH Melly Ariska; Hamdi Akhsan; Yenny Anwar; Iin Seprina; Amanda Rahmannisa; Lira Diska Wati; Muhammad Afrizal
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan di era Revolusi Industri 4.0 menuntut guru memiliki keterampilan digital, khususnya kemampuan berpikir komputasi dan koding. SMA Muhammadiyah Tubohan sebagai sekolah berbasis nilai keagamaan dan lingkungan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap penguatan kompetensi digital guru. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum memahami dasar-dasar koding dan belum menerapkan pendekatan berpikir komputasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi guru melalui pelatihan terstruktur berbasis Scratch sebagai media pengenalan koding visual yang ramah bagi pemula lintas mata pelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan pendekatan pelatihan tiga tahap, meliputi: (1) pengenalan konsep berpikir komputasi, (2) praktik koding visual menggunakan Scratch, dan (3) penyusunan proyek mini berbasis mata pelajaran. Peserta terdiri dari 20 guru lintas bidang studi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan berpikir komputasi, observasi praktik langsung, serta kuesioner umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor post-test sebesar 82,6% dibanding pre-test rata-rata 46,1%, dengan tingkat retensi pemahaman konsep mencapai 78% setelah dua minggu. Sebanyak 90% peserta mampu menyusun proyek koding sederhana, seperti simulasi ujian, permainan edukatif, dan alat bantu hitung berbasis geometri. Urgensi penelitian ini terletak pada minimnya model pelatihan yang kontekstual dan aplikatif bagi guru di wilayah semi-perkotaan. Kontribusi nyata dari kegiatan ini adalah terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif dan terbuka terhadap teknologi, sekaligus mendorong guru untuk mengintegrasikan koding sebagai media pengayaan dan penilaian alternatif. Hasil ini memperkuat pentingnya program pengembangan profesional guru berbasis teknologi yang berkelanjutan dalam menciptakan sekolah yang tangguh terhadap tantangan era digital.