Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respon Cabai Rawit setelah di pupuk Limbah Pengolahan Sagu dan Budidaya Bioflok Ikan Mujair Hadidjah Latuponu; Yenni Sofian; Mohammat Saleh Kumkelo; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi optimal antara limbah bioflok dan ela sagu sebagai pupuk alami bagi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Potensi pemanfaatan limbah bioflok dan sagu berasal dari sektor perikanan dan pengolahan sagu yang berkembang di Maluku. Limbah bioflok, yang kaya nutrisi organik, dan limbah padat sagu (ela sagu), yang kaya bahan organik, dipadukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor: air limbah bioflok dan ela sagu, dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa kombinasi air limbah bioflok dan ela sagu memiliki pengaruh signifikan terhadap beberapa variabel pertumbuhan, termasuk jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan kombinasi terbaik diperoleh pada taraf A₂P₂, yaitu dengan 75% air limbah bioflok dan 50% ela sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua limbah tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang efektif dalam meningkatkan hasil tanaman cabai rawit, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia
Respon Cabai Rawit setelah di pupuk Limbah Pengolahan Sagu dan Budidaya Bioflok Ikan Mujair Hadidjah Latuponu; Yenni Sofian; Mohammat Saleh Kumkelo; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/g8fgmv50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi optimal antara limbah bioflok dan ela sagu sebagai pupuk alami bagi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Potensi pemanfaatan limbah bioflok dan sagu berasal dari sektor perikanan dan pengolahan sagu yang berkembang di Maluku. Limbah bioflok, yang kaya nutrisi organik, dan limbah padat sagu (ela sagu), yang kaya bahan organik, dipadukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor: air limbah bioflok dan ela sagu, dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwakombinasi air limbah bioflok dan ela sagu memiliki pengaruh signifikan terhadap beberapa variabel pertumbuhan, termasuk jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan kombinasi terbaik diperoleh pada taraf A₂P₂, yaitu dengan 75% air limbah bioflok dan 50% ela sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua limbah tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang efektif dalam meningkatkan hasil tanaman cabai rawit, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Kontributor dan Faktor Utama Kerawanan Pangan pada Daerah 3T: Studi Kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur M. Indra Rumasukun; Kamaruddin Kamaruddin; Weksi Budiaji; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/erg1h275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan studi kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan data primer serta sekunder dari tahun 2023, penelitian ini menganalisis aspek ketersediaan, distribusi, konsumsi pangan, serta ketahanan pangan rumahtangga. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi besar dalam produksi pangan lokal seperti sagu, ikan laut, dan protein hewani, kerawanan pangan masih tinggi akibat distribusi yang terbatas, infrastruktur lemah, serta rendahnya diversifikasi konsumsi pangan. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) dan tingkat konsumsi energi per kapita juga berada di bawah standar ketahanan pangan nasional. Rekomendasi diarahkan pada peningkatan konektivitas antarwilayah, optimalisasi komoditas lokal, serta edukasi konsumsi gizi seimbang