Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kolam Terpal, Parasit, dan Ikan Nila: Telaah Interaksi dalam Sistem Budidaya Sederhana Yenni Sofian; Eryka Lukman; Febryanti Febryanti
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 2 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/r7w33d39

Abstract

Ikan nila (oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih ke samping dengan warna putih kehitaman. Penyebab penyakit yang menyerang ikan budidaya adalah parasit. Parasit dapat dibedakan menjadi ektoparasit dan endoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis parasit yang menginfeksi ikan nila (oreochromis niloticus) yang dibudidaya pada kolam terpal di lingkungan Universitas Darussalam Ambon dan seberapa besar tingkat serangannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022. Sampel ikan diperoleh dari kolam budidaya Mina Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di lingkungan Universitas Darussalam Ambon dan pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium Hama dan Penyakit Ikan yang berlokasi di Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon. Dari hasil penelitian, ditemukan sebanyak 15 ekor sampel ikan nila yang terinfeksi ektoparasit dari 20 sampel yang diambil dan tidak ditemukan adanya endoparasit. Jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu Dactylogyrus sp., Trichodina sp., Chilodonella sp., Gyrodactylus sp., dan Scuticocilliatos sp., dengan tingkat prevalensi tertinggi sebanyak 70% yang terdapat pada insang dan lendir dengan jenis ektoparasit Dactylogyrus sp., dan termasuk kategori infeksi sedang serta tingkat intensitas tertinggi sebanyak  ind/ekor yang terdapat pada lendir dengan jensi ektoparasit Chilodonella sp., dan termasuk kategori intensitas sedang.  Kualitas air yang diukur pada saat penelitian terdiri dari suhu, pH, DO, nitrit, nitrat dan amonia dengan kisaran suhu: 23-29°C, pH: 6-8.5, DO: 3.85-4.47 mg/L, Nitrit: 0.042-1.32 mg/L, Nitrat: <0.050 mg/L, dan amonia: 2.69-2.79 mg/L
Respon Cabai Rawit setelah di pupuk Limbah Pengolahan Sagu dan Budidaya Bioflok Ikan Mujair Hadidjah Latuponu; Yenni Sofian; Mohammat Saleh Kumkelo; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi optimal antara limbah bioflok dan ela sagu sebagai pupuk alami bagi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Potensi pemanfaatan limbah bioflok dan sagu berasal dari sektor perikanan dan pengolahan sagu yang berkembang di Maluku. Limbah bioflok, yang kaya nutrisi organik, dan limbah padat sagu (ela sagu), yang kaya bahan organik, dipadukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor: air limbah bioflok dan ela sagu, dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa kombinasi air limbah bioflok dan ela sagu memiliki pengaruh signifikan terhadap beberapa variabel pertumbuhan, termasuk jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan kombinasi terbaik diperoleh pada taraf A₂P₂, yaitu dengan 75% air limbah bioflok dan 50% ela sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua limbah tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang efektif dalam meningkatkan hasil tanaman cabai rawit, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia
Respon Cabai Rawit setelah di pupuk Limbah Pengolahan Sagu dan Budidaya Bioflok Ikan Mujair Hadidjah Latuponu; Yenni Sofian; Mohammat Saleh Kumkelo; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/g8fgmv50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi optimal antara limbah bioflok dan ela sagu sebagai pupuk alami bagi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Potensi pemanfaatan limbah bioflok dan sagu berasal dari sektor perikanan dan pengolahan sagu yang berkembang di Maluku. Limbah bioflok, yang kaya nutrisi organik, dan limbah padat sagu (ela sagu), yang kaya bahan organik, dipadukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor: air limbah bioflok dan ela sagu, dengan lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwakombinasi air limbah bioflok dan ela sagu memiliki pengaruh signifikan terhadap beberapa variabel pertumbuhan, termasuk jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan kombinasi terbaik diperoleh pada taraf A₂P₂, yaitu dengan 75% air limbah bioflok dan 50% ela sagu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua limbah tersebut dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang efektif dalam meningkatkan hasil tanaman cabai rawit, serta berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Komunitas Gastropoda di Zona Intertidal Kilbutak, Seram Timur: Struktur dan Dinamikanya Anita Padang; Jahra Wasahua; Madehusen Sangadji; Yenni Sofian
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 2 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/w34zbf28

Abstract

Gastropoda termasuk phylum molluska ditemukan di perairan dengan berbagai tipe substrat. Gastropoda penting secara ekologi dan merupakan sumberdaya perairan yang bernilai ekonomis. Perairan intertidal Dusun Kilbutak Kecamatan Wakate Kabupaten Seram Bagian Timur, memiliki topografi pantai yang landai dengan substrat pasir, berbatu dan adanya vegetasi lamun merupakan habitat yang sesuai bagi Gastropoda. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Gastropoda di perairan intertidal dusun Kilbutak Kecamatan Wakate Kabupaten Seram Bagian Timur dan dilaksanakan pada bulan Desember 2023-Januari 2024. Lokasi penelitian dibagi 2 stasiun yaitu stasiun I dengan luas 10.500 m2 dekat dengan pemukiman, substratnya didominasi pasir halus dan terdapat vegetasi lamun sedangkan stasiun II jauh dari pemukiman dengan luas 700 m2, substrat didominasi pasir kasar dan karang mati serta tidak ditemukan lamun. Sampel yang dikoleksi menggunakan metode Line Transek, dengan kuadran ukuran 1x1 m. Jarak antar kuadran 5 meter dan jarak antar transek 50 meter. Sampel dikoleksi dan diawetkan dengan alkohol 70%, guna identifikasi lanjutan di Laboratorium Biologi Pusat Riset Laut Dalam BRIN Ambon. Komposisi jenis gastropoda sebanyak 21 jenis dari 9 family dengan kepadatan tertinggi jenis Strombus luhuanus (Linnaeus 1758). Indeks keanekaragaman jenis rendah dan sedang, indeks dominansi jenis rendah dan indeks keseragaman tinggi. Pola distribusi gastropoda seragam dan mengelompok.