Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Diameter Kawat Kumparan Terhadap Suhu Mesin Sterilisasi Alat Medis Portabel Rahmawati; Ike Bayusari; Caroline; Hermawati; Akmal Syukri Hanafi
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v5i1.84

Abstract

Setiap kegiatan rumah sakit harus memenuhi standar medis yang telah disepakati, termasuk sterilisasi penggunaan alat medis. Dengan metode sterilisasi panas kering dalam oven, diperlukan mesin sterilisasi yang bisa mudah dibawa dalam bentuk portabel. Penggunaan kawat kumparan sebagai penghantar panas diperlukan untuk membuat mesin sterilisasi, dimana semakin besar diameter kumparan dapat memperkecil daya yang digunakan dan semakin kecil diameter kumparan dapat mempercepat perubahan suhu pada kumparan. Penelitian ini dilakukan dengan cara merangkai mesin sterilisasi dengan berbagai komponen yang diperlukan agar dapat dilakukan pengukuran terhadap tegangan, arus, waktu untuk mencapai suhu steril serta perhitungan daya yang dihasilkan. Dalam membuat mesin sterilisasi alat medis portabel, telah diuji penggunaan kawat kumparan berdiameter 0,8 mm, 1 mm, 1,2 mm, dan 1,3 mm sebagai pemicu suhu panas pada mesin dimana pada kawat kumparan berdiameter 0,8 mm mampu memberikan hasil yang terbaik daripada diameter kawat kumparan yang lain. Dari keempat variasi diameter kawat kumparan, kawat kumparan yang berdiameter 0,8 mm menghasilkan nilai maksimum dengan tegangan sebesar 56,2 volt, arus listrik sebesar 4,08 Ampere, dan waktu pemanasan tercepat yaitu 18,51 menit. Hal ini sesuai berdasarkan hubungan antara diameter dan hambatan dimana semakin kecil diameter maka semakin besar nilai hambatan pada suatu rangkaian yang dapat mempengaruhi nilai arus dan tegangan yang mengalir. Nilai daya terbesar berasal dari kawat kumparan berdiameter 0,8 mm yang bernilai 114,64 Watt. Hal ini berdasarkan pada korelasi antara nilai daya serta nilai tegangan dan arus yaitu semakin besar nilai tegangan dan arus maka akan semakin besar juga nilai daya yang dihasilkan. Untuk nilai daya terkecil berasal dari kawat kumparan berdiameter 1,3 mm yang bernilai 19,31 Watt.
Rancang Bangun Prototipe Speed Bump (Polisi Tidur) Memanfaatkan Piezoelectric PZT (Publum Zirconat Titanate) Dengan Mengaplikasikan Boost Converter Hermawati Hermawati; Caroline; Ike Bayusari; Rahmawati; Destri Mutiara
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v5i1.94

Abstract

Energi listrik adalah hal yang paling dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga manusia mencoba menemukan solusi dengan menciptakan alat penghasil energi listrik alternatif selain dari sumber bahan bakar. Salah satu contohnya ialah dengan memanfaatkan pijakan atau tekanan sepeda motor pada speed bump (polisi tidur) yang dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan tranduser berupa piezoelectric PZT. Piezoelectric menghasilkan daya yang rendah, maka dari itu penulis menambahkan atau mengaplikasikan boost converter yang berfungsi sebagai step up atau penaik tegangan dengan rangkaian prototipe dirangkai secara seri kemudian membandingkan keluaran berupa tegangan, arus dan daya tanpa boost converter dan menggunakan boost converter. Keluaran dari prototipe berupa tegangan dan arus AC yang akan dikonversikan menjadi tegangan dan arus DC dengan menggunakan dioda bridge. Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan menggunakan 6 jenis berat total berupa gabungan berat sepeda motor dan berat badan pengendara menghasilkan keluaran terbesar yang berasal dari rangkaian menggunakan boost converter pada berat total 170 Kg dengan tegangan 5,31 V dan arus 0,32 mA, sehingga daya yang dihasilkan sebesar 13,535×10-4 Watt. Dan dapat disimpulkan bahwa keluaran yang dihasilkan berbanding lurus dengan berat dari sepeda motor dan berat pengendara.
Pengaruh Karakteristik Material Alumunium, PVC dan Fiberglass Terhadap Efisiensi Energi pada Kincir Angin Skala Kecil Rahmawati; Jamil Hafizh; Ike Bayusari; Hermawati; Caroline
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v6i2.148

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi variasi material sudu pada turbin Savonius dalam skala mikro yang digunakan untuk pengisian baterai ponsel. Mengingat pentingnya pengembangan energi terbarukan akibat berkurangnya ketersediaan energi fosil, penelitian ini fokus pada pemanfaatan energi angin sebagai alternatif energi terbarukan. Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan variasi material sudu berupa PVC, aluminium, dan fiberglass diuji untuk menentukan material yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukkan variasi material sudu yang berbeda memiliki pengaruh signifikan terhadap energi listrik yang di hasilkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa material sudu alumunium bekerja lebih baik di bandingkan dengan dua material lainnya, disusul oleh fiberglass dan PVC. Alumunium menghasilkan tegangan sebesar 8.4 V, Arus sebesar 0.2 A dan daya sebesar 0.1688 Watt ketika di berikan angin paling tinggi yaitu 7,1 m/s. Yang menandakan bahwa alumunium dapat bekerja secara optimal dikarenakan massa yang ringan dan cocok digunakan sebagai material sudu turbin PLTB.