Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Daya Keluaran Panel Surya Dengan Motor DC Sebagai Tracking Matahari Ike Bayusari; Caroline Caroline; Hermawati Hermawati; Rahmawati Rahmawati; M Ichsan Dwi Putranto
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v4i1.61

Abstract

Matahari merupakan sumber energi yang sangat berkaitan bagi kebutuhan manusia, dimana energi tersebut bisa didapatkan dari panas yang merambat sampai permukaan bumi, atau cahaya yang jatuh sampai permukaan bumi. Energi yang bersifat terbarukan mempunyai peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi mengingat sumber tersebut sangat melimpah. Hal ini disebabkan penggunaan bahan bakar untuk pembangkit-pembangkit listrik konvensional dalam jangka waktu yang panjang akan menguras sumber minyak bumi, gas dan batu bara yang makin menipis dan juga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satunya upaya yang telah dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Suatu alat tracking cahaya matahari dengan penampang yang dapat mengikuti arah datangnya cahaya, sehingga jika ditempatkan modul solar cell di atasnya, energi listrik yang dihasilkan lebih optimal dibandingkan dengan modul solar cell yang menghadap satu arah tertentu saja. Nilai arus maksimum 0,32A, nilai tegangan maksimum 13,74V, dan nilai daya maksimum 4,41W yang dihasilkan panel surya tracking lebih besar dibandingan nilai dari panel surya tanpa tracking dengan nilai arus maksimum 0,25A, nilai tegangan maksimum 11,95V, dan nilai daya maksimum 2,45W.
DESAIN PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK SUMBER ENERGI ALTERNATIF PADA MESIN STERILISASI ALAT MEDIS PORTABLE Rahmawati; Ike Bayusari; Caroline Caroline; Hermawati Hermawati; Lerisa Mawarni
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v4i2.85

Abstract

Energi matahari memiliki jumlah yang sangat melimpah dan ramah terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, seluruh makhluk hidup memanfaatkan matahari sebagai sumber kehidupan. Oleh karena persediaan energi kovensional yang tidak akan bisa digunakan dengan terus menerus dalam waktu yang sangat lama, maka dibutuhkan suatu energi alternatif yang mampu dimanfaatkan sebagai pembangkit energi listrik yaitu energi matahari atau surya, dengan menggunakan sel surya untuk menghasilkan energi listrik. Terdapat beberapa peralatan rumah tangga, perkantoran, dan juga rumah sakit yang menggunakan alat-alat listrik. Contohnya pada rumah sakit, salah satu alat listrik yang digunakan yaitu mesin sterilisasi alat medis. Sterilisasi adalah pelepasan suatu alat dan juga bahan dari berbagai mikroorganisme hidup atau stadium istirahatnya. Salah satu medote sterilisasi yakni sterilisasi panas yang terdiri dari 2 jenis yaitu sterilisasi panas kering dalam oven dengan suhu 1600C selama waktu 120 menit - 1700C selama waktu 60 menit. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber energi alternatif pada mesin sterilisasi portable untuk alat medis dengan suhu 1700C. Dari percobaan yang telah dilakukan alat yang telah dibuat sudah mampu menghasilkan daya yang cukup untuk pengisian aki yang dapat digunakan sebagai sumber energi pada mesin sterilisasi alat medis portable dengan tegangan dan arus maksimal yaitu 20,9 V dan 8,1 A. Sedangkan pada cuaca yang mendung menghasilkan tegangan dan arus yang paling kecil yakni hanya mampu menghasilkan tegangan sebesar 17,6 V dan arus sebesar 1 A. Aki yang harus memiliki minimal tegangan 12 V untuk mencapai 1700C. Data untuk mencapai 1700C, panel surya menghasilkan daya paling maksimal sebesar 163,13 Watt dan minimal 62,08 Watt. Artinya semakin besar daya maka semakin cepat pegisian aki, begitupun sebaliknya.
Pengaruh Diameter Kawat Kumparan Terhadap Suhu Mesin Sterilisasi Alat Medis Portabel Rahmawati; Ike Bayusari; Caroline; Hermawati; Akmal Syukri Hanafi
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v5i1.84

Abstract

Setiap kegiatan rumah sakit harus memenuhi standar medis yang telah disepakati, termasuk sterilisasi penggunaan alat medis. Dengan metode sterilisasi panas kering dalam oven, diperlukan mesin sterilisasi yang bisa mudah dibawa dalam bentuk portabel. Penggunaan kawat kumparan sebagai penghantar panas diperlukan untuk membuat mesin sterilisasi, dimana semakin besar diameter kumparan dapat memperkecil daya yang digunakan dan semakin kecil diameter kumparan dapat mempercepat perubahan suhu pada kumparan. Penelitian ini dilakukan dengan cara merangkai mesin sterilisasi dengan berbagai komponen yang diperlukan agar dapat dilakukan pengukuran terhadap tegangan, arus, waktu untuk mencapai suhu steril serta perhitungan daya yang dihasilkan. Dalam membuat mesin sterilisasi alat medis portabel, telah diuji penggunaan kawat kumparan berdiameter 0,8 mm, 1 mm, 1,2 mm, dan 1,3 mm sebagai pemicu suhu panas pada mesin dimana pada kawat kumparan berdiameter 0,8 mm mampu memberikan hasil yang terbaik daripada diameter kawat kumparan yang lain. Dari keempat variasi diameter kawat kumparan, kawat kumparan yang berdiameter 0,8 mm menghasilkan nilai maksimum dengan tegangan sebesar 56,2 volt, arus listrik sebesar 4,08 Ampere, dan waktu pemanasan tercepat yaitu 18,51 menit. Hal ini sesuai berdasarkan hubungan antara diameter dan hambatan dimana semakin kecil diameter maka semakin besar nilai hambatan pada suatu rangkaian yang dapat mempengaruhi nilai arus dan tegangan yang mengalir. Nilai daya terbesar berasal dari kawat kumparan berdiameter 0,8 mm yang bernilai 114,64 Watt. Hal ini berdasarkan pada korelasi antara nilai daya serta nilai tegangan dan arus yaitu semakin besar nilai tegangan dan arus maka akan semakin besar juga nilai daya yang dihasilkan. Untuk nilai daya terkecil berasal dari kawat kumparan berdiameter 1,3 mm yang bernilai 19,31 Watt.
Rancang Bangun Prototipe Speed Bump (Polisi Tidur) Memanfaatkan Piezoelectric PZT (Publum Zirconat Titanate) Dengan Mengaplikasikan Boost Converter Hermawati Hermawati; Caroline; Ike Bayusari; Rahmawati; Destri Mutiara
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v5i1.94

Abstract

Energi listrik adalah hal yang paling dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga manusia mencoba menemukan solusi dengan menciptakan alat penghasil energi listrik alternatif selain dari sumber bahan bakar. Salah satu contohnya ialah dengan memanfaatkan pijakan atau tekanan sepeda motor pada speed bump (polisi tidur) yang dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan tranduser berupa piezoelectric PZT. Piezoelectric menghasilkan daya yang rendah, maka dari itu penulis menambahkan atau mengaplikasikan boost converter yang berfungsi sebagai step up atau penaik tegangan dengan rangkaian prototipe dirangkai secara seri kemudian membandingkan keluaran berupa tegangan, arus dan daya tanpa boost converter dan menggunakan boost converter. Keluaran dari prototipe berupa tegangan dan arus AC yang akan dikonversikan menjadi tegangan dan arus DC dengan menggunakan dioda bridge. Berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan menggunakan 6 jenis berat total berupa gabungan berat sepeda motor dan berat badan pengendara menghasilkan keluaran terbesar yang berasal dari rangkaian menggunakan boost converter pada berat total 170 Kg dengan tegangan 5,31 V dan arus 0,32 mA, sehingga daya yang dihasilkan sebesar 13,535×10-4 Watt. Dan dapat disimpulkan bahwa keluaran yang dihasilkan berbanding lurus dengan berat dari sepeda motor dan berat pengendara.
Effect of fresnel lens distance on the output power of the prowe plant solar-based electricity transistor 2N3055 Akbar Nugraha; Caroline Caroline; Ike Bayusari; Rahmawati Rahmawati; Hermawati Hermawati
Sriwijaya Electrical and Computer Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Sriwijaya Electrical and Computer Engineering Journal
Publisher : Control and Computational Intelligent System (CoCIS) Research Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62420/selco.v1i1.3

Abstract

Developments in the human life sector have progressed rapidly today, paralleled by the continuous advancement of technology. This trend is expected to significantly elevate the demand for electricity as one of the primary requirements. Currently, power plants heavily rely on petroleum as their main fuel source for electricity generation, contributing to environmental unfriendliness. In response to this, renewable energy has emerged as a viable solution to reduce dependence on petroleum fuel. One notable example of renewable energy is solar power, harnessed through Solar Power Plants. Research has been conducted to develop a transistor-based solar power plant using the 2N3055 model, with three variations in the distance of the Fresnel lens: 5 cm, 10 cm, and 20 cm over 14 days. The research yielded the highest output power, with an average voltage value of 13.868 V and a current value of 0.000038 A recorded on the 13th day. The power value reached 0.0005199 W on a prototype with a lens distance of 5 cm on the 14th day of research. This phenomenon occurs during sunny environmental conditions, leading to the transistor producing higher voltage and current due to focused light. However, different lens distances can result in improper focusing of light or even prevent light from reaching the transistors altogether, causing suboptimal electricity production or no production. Therefore, the influence of different Fresnel lens distances affects the light focusing on the transistor, consequently impacting the overall power output value.
Pengaruh Karakteristik Material Alumunium, PVC dan Fiberglass Terhadap Efisiensi Energi pada Kincir Angin Skala Kecil Rahmawati; Jamil Hafizh; Ike Bayusari; Hermawati; Caroline
Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jres.v6i2.148

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi variasi material sudu pada turbin Savonius dalam skala mikro yang digunakan untuk pengisian baterai ponsel. Mengingat pentingnya pengembangan energi terbarukan akibat berkurangnya ketersediaan energi fosil, penelitian ini fokus pada pemanfaatan energi angin sebagai alternatif energi terbarukan. Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan variasi material sudu berupa PVC, aluminium, dan fiberglass diuji untuk menentukan material yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukkan variasi material sudu yang berbeda memiliki pengaruh signifikan terhadap energi listrik yang di hasilkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa material sudu alumunium bekerja lebih baik di bandingkan dengan dua material lainnya, disusul oleh fiberglass dan PVC. Alumunium menghasilkan tegangan sebesar 8.4 V, Arus sebesar 0.2 A dan daya sebesar 0.1688 Watt ketika di berikan angin paling tinggi yaitu 7,1 m/s. Yang menandakan bahwa alumunium dapat bekerja secara optimal dikarenakan massa yang ringan dan cocok digunakan sebagai material sudu turbin PLTB.