Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PADA REMAJA DI DUSUN ALUR HITAM DESA SECURAI SELATAN KECAMATAN BABALAN PANGKALAN BERANDAN TAHUN 2021 Muthia Sari Mardha, Endriyani Syafitri, Sri Dewi
Jurnal_Kebidanan Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Kebidanan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v11i2.151

Abstract

Perilaku seksual remaja di Indonesia semakin memprihatinkan, data dari Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mengungkap sekitar 2% remaja wanita usia 14-25 tahun dan 8% remaja pria direntang usia yang sama, telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. sebanyak 11% diantaranya mengaku mengalami kehamilan tidak diinginkan, 2% mengalami penyakit menular seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan perilaku seks dikalangan remaja. Desain penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 230 orang, dengan menggunakan rumus slovin didapat 146 responden tekhnik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Uji analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ada hubungan faktor pengetahuan agama dengan perilaku seks pada remaja dengan nilai p value 0,001 < 0,05, ada hubungan faktor peran orangtua dengan perilaku seks pada remaja dengan nilai p value 0,003 < 0,05, ada hubungan factor paparan media social dengan perilaku seks pada remaja dengan nilai p value 0,001< 0,05. Saran bagi orangtua untuk memberikan pengetahuan agama yang baik kepada remaja dengan rutin ke masjid atau ibadah minggu untuk yang nasrani, merubah peran orangtua menjadi teman agar para remaja mau untuk bercerita tentang segala hal dalam kehidupannya, dan memantau setiap media social yang di lakukan oleh para remaja
Penyuluhan tentang Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu di Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesai Muthia Sari Mardha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v1i1.4625

Abstract

Masalah yang terjadi pada masa menyusui antara lain tersumbatnya saluran ASI yang menyebabkan rasa sakit, demam, payudara berwarna merah teraba ada benjolan yang terasa sakit atau bengkak dan payudara mengeras, hal ini dapat mempengaruhi proses pemberian ASI. Pengetahuan ibu tentang pemberian ASI yang benar dimulai dari dari waktu dan teknik menyusui yang benar, dapat membantu ibu agar dapat menyusui bayi dengan baik dan ASI dapat keluar dengan lancar.  Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan penyuluhan tentang inisiasi menyusui sejak dini. Metode. Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah ibu-ibu yang sedang hamil pada trisemester 3 di Desa Lau Mulgap sejumlah 35 orang. Kegiatan pengabdian ini melalaui beberapa tahapan yaitu melakukan post test dan pre test tentang inisiasi menyusui sejak dini. Hasil Pengabdian ini didapatkan pre test pengetahuan baik responden tentang inisiasi menyusui dini sebanyak 4 responden dan post test pengetahuan baik responden meningkat menjadi 23 responden. Kesimpulan terjadinya peningkatan pengetahuan ibu tentang inisiasi menyusui dini pada ibu di Desa Lau Mulgap Kecamatan Selesei.
Edukasi Menggosok Gigi yang Baik dan Benar pada Anak Sekolah Dasar Endriyani Syafitri; Muthia Sari Mardha; Ivansri Marsaulina Panjaitan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v2i2.5538

Abstract

Rongga mulut yang sehat memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif, menikmati berbagai jenis makanan, meningkatkan kualitas hidup , percaya diri dan mempunyai kehidupan sosial yang lebih baik. Sebaliknya, rongga mulut yang tidak sehat dapat berpengaruh pada kehidupan sosial seseorang, keterbatasan fungsi pengunyahan, keterbatasan fungsi bicara, rasa sakit dan terganggunya waktu bekerja atau sekolah. Usia sekolah merupakan usia penting dalam  pertumbuhan  dan perkembangan fisik anak. Periode ini juga disebut sebagai periode kritis karena pada masa ini mulai mengembangkan kebiasaan yang biasanya cenderung menetap sampai dewasa. Salah satunya adalah kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi merupakan upaya paling mudah menjaga kesehatan gigi dan mulut. Usia anak sekolah dasar memiliki kerentanan timbulnya masalah pada gigi dan mulut. Faktor risiko yang masih mendorong tingginya prevalensi kasus gigi berlubang (karies) pada anak antara lain adalah teknik menggosok gigi yang salah.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan  pengetahuan  dan  ketrampilan murid SD Harapan Bangsa tentang cara  menggosok  gigi  dengan  benar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan penyuluhan dan demonstrasi cara menggosok gigi yang baik dan benar. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan didapat hasil yang cukup memuaskan, peserta dapat mengikuti gerakan-gerakan yang di instruksikan sehingga dapat di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya karies gigi pada anak sekolah dan agar hygiene mulut anak tetap terjaga dengan baik.
Edukasi Menggosok Gigi yang Baik dan Benar pada Anak Sekolah Dasar Endriyani Syafitri; Muthia Sari Mardha; Ivansri Marsaulina Panjaitan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v2i2.5538

Abstract

Rongga mulut yang sehat memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif, menikmati berbagai jenis makanan, meningkatkan kualitas hidup , percaya diri dan mempunyai kehidupan sosial yang lebih baik. Sebaliknya, rongga mulut yang tidak sehat dapat berpengaruh pada kehidupan sosial seseorang, keterbatasan fungsi pengunyahan, keterbatasan fungsi bicara, rasa sakit dan terganggunya waktu bekerja atau sekolah. Usia sekolah merupakan usia penting dalam  pertumbuhan  dan perkembangan fisik anak. Periode ini juga disebut sebagai periode kritis karena pada masa ini mulai mengembangkan kebiasaan yang biasanya cenderung menetap sampai dewasa. Salah satunya adalah kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi merupakan upaya paling mudah menjaga kesehatan gigi dan mulut. Usia anak sekolah dasar memiliki kerentanan timbulnya masalah pada gigi dan mulut. Faktor risiko yang masih mendorong tingginya prevalensi kasus gigi berlubang (karies) pada anak antara lain adalah teknik menggosok gigi yang salah.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan  pengetahuan  dan  ketrampilan murid SD Harapan Bangsa tentang cara  menggosok  gigi  dengan  benar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan penyuluhan dan demonstrasi cara menggosok gigi yang baik dan benar. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan didapat hasil yang cukup memuaskan, peserta dapat mengikuti gerakan-gerakan yang di instruksikan sehingga dapat di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya karies gigi pada anak sekolah dan agar hygiene mulut anak tetap terjaga dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI DI BPM WANTI Mardha, Muthia Sari; Syafitri , Endriyani; Marsaulina, Ivansri; Harefa, Yulia Siskaherawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 02 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2981

Abstract

Kualitas tidur bayi yang kurang baik dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga anak menjadi mudah sakit. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur bayi, termasuk faktor lingkungan, pola makan, dan kondisi kesehatan, banyak orang tua melaporkan masalah tidur pada bayi mereka, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan bayi serta orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur bayi di BPM Wanti. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi yang terdaftar di klinik Bpm Wanti dari usia 3- 10 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 30 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chis square. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara pijat bayi dengan kualitas tidur bayi dengan nilai p-value 0,002. Terdapat hubungan antara usia bayi dengan kualitas tidur bayi dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas tidur bayi dengan p-value 0,019. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada hubungan antara pijat bayi, usia bayi dan jenis kelamin bayi dengan kualitas tidur bayi di Klinik BPM Wanti Tahun 2024. Diharapkan kepada petugas kesehatan yang ada di klinik untuk memberikan informasi, mengenai manfaat dari kualitas tidur bayi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI DI BPM WANTI Mardha, Muthia Sari; Syafitri , Endriyani; Marsaulina, Ivansri; Harefa, Yulia Siskaherawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2981

Abstract

Kualitas tidur bayi yang kurang baik dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga anak menjadi mudah sakit. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur bayi, termasuk faktor lingkungan, pola makan, dan kondisi kesehatan, banyak orang tua melaporkan masalah tidur pada bayi mereka, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan bayi serta orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur bayi di BPM Wanti. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi yang terdaftar di klinik Bpm Wanti dari usia 3- 10 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu sebanyak 30 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chis square. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara pijat bayi dengan kualitas tidur bayi dengan nilai p-value 0,002. Terdapat hubungan antara usia bayi dengan kualitas tidur bayi dengan p-value 0,000. Terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas tidur bayi dengan p-value 0,019. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada hubungan antara pijat bayi, usia bayi dan jenis kelamin bayi dengan kualitas tidur bayi di Klinik BPM Wanti Tahun 2024. Diharapkan kepada petugas kesehatan yang ada di klinik untuk memberikan informasi, mengenai manfaat dari kualitas tidur bayi
THE EFFECT PENGARUH RENDAMAN AIR HANGAT PADA KAKI TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI PUSKESMAS DESA TERJUN : PENGARUH RENDAMAN AIR HANGAT PADA KAKI TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA Syafitri, Endryani; Mardha, Muthia Sari; Marsaulina, Ivansri; Syahrani, Rini
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i1.3177

Abstract

Insomnia in the elderly generally occurs frequently related to physical and psychological conditions, where the body's condition begins to be vulnerable and mentally begins to become unstable. Many elderly people are not ready to deal with these changes, so that it becomes a burden on their minds and is related to sleep quality, resulting in insomnia. To treat primary insomnia, you can use non-formological therapies such as warm baths. This study aims to determine the effect of warm water immersion on the elderly's feet on the level of insomnia in the elderly at the Waterfall Village Health Center before and after giving warm water immersion in the experimental and control groups.This study used a quasi-experimental method with a nonquivalent control group. The sample consisted of 20 respondents who were divided into 2 groups, namely 10 experimental groups and 10 control groups. With univariate and bivariate data analysis using a parametric test, namely the paired sample T-test. The results showed that the average level of insomnia after being given a warm water immersion in the experimental group was 1.60 while in the control group (posttest) it was 2.00 with a mean difference of -1.400 and a p-value of 0.050 (=0.05). The conclusion of this study showed that there were differences in the effect of warm water immersion on the level of insomnia in the experimental and control groups. It is recommended for the elderly to do it 2 times a week as a way to reduce insomnia. Keywords: Warm Water Soak, Insomnia Level
Increasing Knowledge About Pregnancy Exercise Against Change Behavior Of Pregnant Women In The Implementation Of Pregnancy Exercises Syahfitri, Endryani; Mardha, Muthia Sari; Mariana, Mariana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15481

Abstract

Pendahuluan : Senam hamil merupakan suatu metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil dengan tujuan mencapai persalinan yang cepat mudan dan aman. Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2022 seluruh dunia, sekitar 830 wanita meninggal di setiap hari karena komplikasi selama kehamilan atau persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai distribusi ferkuensi hubungan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan pelaksanaan senam hamil di Klinik Yose Husada Medan Tahun 2023. Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan secara cross sectional, yaitu suatu penelitian dimana cara pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dalam waktu yang bersamaan. Pengambilan sampel adalah accidental sampling yaitu 35 responden ibu hamil. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode chi-square. Hasil : uji stastik dengan menggunakan uji chi – square test dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α =0,016 bahwa nilai singnifikasi  probobabilitas pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan pelaksanaan senam hamil 0,016 atau nilai p< nilai α =0,05. Kesimpulan : dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan pelaksanan senam hamil di Klinik Yose Husada Medan Tahun 2023. Saran: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi kesehatan tentang pentingnya senam hamil dimasa kehamilan terutama menjelang persalinan. Kata Kunci : Pengetahun,Senam Hamil ABSTRACT Introduction: Gymnastics is pregnant is a method it is important to maintain or improve physical balance pregnant women and exercise therapy is given to pregnant women with the goal of reaching a rapid delivery mudan and secure. According to the World Health Organization (WHO), in the year 2022, about 830 women died every day because of complications during pregnancy or childbirth. The purpose of this research was to mengetahuai distribution ferkuensi the relationship of knowledge of pregnant women on pregnant with gymnastics gymnastics pregnant in clinical implementation Yose Husada Field Year 2023. Methods: the design used in this research is a survey with analytic approach in cross sectional, which is a measurement of the way in which the research variables are free and bound variables at the same time. Sampling is to accidental sampling namely 35 respondents of pregnant women. Analytical techniques in the study using the method of chi-square. The result : a test of stastik by using the chi square test – test with a confidence level of 95% with α = 0.016 singnifikasi probobabilitas that the value of the knowledge of the mother pregnant pregnant with implementation of gymnastics gymnastics pregnant 0.016 or value p < value α = 0.05. Conclusion : in this study is there a relationship between knowledge of pregnant women about gymnastics gymnastics pelaksanan pregnant pregnant with at the clinic the year 2023 Field Husada Yose.Suggestion: it is hoped that health workers will provide health counseling and education about the importance of pregnancy exercise during pregnancy, especially before delivery. Keywords : Knowledge, Gymnastics Is Pregnant 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KLINIK HENY KASIH Syafitri, Endryani; Mardha, Muthia Sari; Marsaulina, Ivansri; Zega, Jeni
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4065

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif merupakan faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan stabilitas bayi usia 0-6 bulan. Dari hasil survey awal di Klinik Heny Kasih menemukan dari 5 orang ibu nifas terdapat 2 orang ibu nifas tidak memberikan ASI Eksklusif, hal ini menyebabkan karena pengetahuan ibu yang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Motivasi Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Klinik Heny Kasih. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total population, melibatkan 30 ibu nifas dengan bayi usia 0-6 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat, dengan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden bahwa 56,7% responden memiliki pengetahuan cukup, 40,0% baik, dan 3,3% kurang. Motivasi pemberian ASI tergolong tinggi pada 60,0% responden, sedang pada 36,7%, dan rendah pada 3,3%. Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan motivasi (p = 0,000). Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan motivasi dalam pemberian ASI Eksklusif. Saran dalam penelitian ini yaitu agar ibu dapat meningkatkan pengetahuannya tentang pentingnya pemberian ASI Ekslusif kepada bayi 0-6 bulan dengan cara rutin mengikuti penyuluhan terkait pertumbuhan dan perkembangan bayi, rajin scrolling media social, dan aktif mengikuti posyandu setiap bulan
Associated Factors with Hypnobirthing Implementation in Trimester III Pregnant Women at Diana Panitra Clinic Medan in 2020 Endryani Syafitri; Muthia Sari Mardha
Journal of Ners and Midwifery Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v8i1.ART.p107-112

Abstract

Almost all maternal experienced anxiety and fear during pregnancy, labor, and after childbirth. One of the methods is used to reduce childbirth anxiety namely hypnobirthing. The purpose of this study was to determine the factors associated with the implementation of hypnobirthing in third trimester pregnant women at the Diana Panitra Clinic Medan in 2020. The design of this study used an analytic survey with a cross-sectional approach. The population of the study were all 30 third trimester pregnant women, and sample using accidental sampling techniques. The independent variables in this study are knowledge, husband's support, distance from facilities, and mother's interest. The instrument used a questionnaire. The data analysis technique used univariate and bivariate analyses. The results showed that there is a relationship implementation of hypnobirthing between knowledge with p-value (sig) = 0.044, husband's support with p-value (sig) = 0.004, facility distance and p-value (sig) = 0.019, and maternal interest with p-value (sig) = 0.015. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge, husband's support, the distance of facilities, and mother's interest with the implementation of hypnobirthing in trimester III pregnant women at the Diana Panitra Clinic Medan in 2020. And it is hoped that health workers will participate in providing information about the benefits of hypnobirthing during pregnancy.