Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Bullying Pada Remaja Andris Noya; Josias Taihuttu; Erlin Kiriwenno
Journal Of Psychology humanlight Vol. 5 No. 1 (2024): June: Journal Of Psychology humanlight
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v5i1.1741

Abstract

Bullying menjadi fenomena sosial yang tidak dapat dihindari saat ini. Sekolah bukan lagi menjadi tempat yang nyaman untuk menimba ilmu dan pembentukan karakter. Banyak perilaku bullying terjadi di sekolah akhir-akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku bullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 87 orang siswa salah satu Sekolah Menengah Pertama I Kota Ambon. Data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perilaku bullying dalam kehidupan remaja yakni faktor teman sebaya, penggunaan media sosial, dan pola pengasuhan dalam keluarga.
Hubungan Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja Dengan Motivasi Kerja Guru Sekolah Penggerak di Kabupaten Seram Bagian Barat Andris Noya; Josias Taihuttu
Journal Of Psychology humanlight Vol. 6 No. 1 (2025): June: Journal Of Psychology humanlight
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v6i1.2449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan motivasi kerja guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak Kabupaten Seram Bagian Barat. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan wawancara terhadap 47 guru dari lima sekolah penggerak. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa iklim organisasi memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan motivasi kerja (r = 0,843; p < 0,01), sedangkan kepuasan kerja menunjukkan hubungan sedang namun signifikan (r = 0,498; p < 0,01). Analisis korelasi berganda menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (R = 0,706; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif dan kepuasan terhadap pekerjaan merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi guru dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka. Implikasi praktis dari studi ini menekankan pentingnya penguatan iklim organisasi dan peningkatan kepuasan kerja sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan. Kata kunci: iklim organisasi, kepuasan kerja, motivasi kerja, guru, Kurikulum Merdeka