Ima Amaliah
Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Teknologi Aceptance Model Aplikasi Sambara terhadap Minat Masyarakat Membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Wilayah I Pajajaran Kota Bandung Widjaya Handoyo; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10442

Abstract

Abstract. This research was conducted with the aim of identifying and analyzing the influence of the technology acceptance model on people's interest in paying motorized vehicle tax online. And to identify and analyze the magnitude of the influence of the acceptance model technology on public interest in paying Motor Vehicle Tax online. This study uses a descriptive quantitative approach, the population used is people who use the SAMBARA application to pay for PKB online. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires to 100 respondents online and analyzed. The data analysis technique used is the Partial Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM) approach. The results of this study indicate that Perceived Usefulness has a positive and significant effect on Perceived Ease Of Use. Perceived Ease of Use has a positive and significant effect on Attitude Toward Using. Toward Using has a positive and significant effect on continuity intention. Continuity Intention has a positive and significant effect on Public Interest in Paying PKB Online Through the SAMBARA Application. Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk menggidentifikasi dan menganalisis pengaruh teknologi aceptance model terhadap minat masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor secara online. Dan untuk mengidentifikasi dan menganalisis besarnya pengaruh teknologi aceptance model terhadap minat masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor secara online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan dengan cara memferivkasi data yang telah diperoleh , populasi yang digunakan adalah masyarakat yang menggunakan aplikasi SAMBARA untuk membayar PKB secara online. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden secara online dan dianalisis. Analisis data memggunakan pendekatan Partial Least Square Structural Equation Model (PLS SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan Perceived Usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Ease Of Use. Perceived Eease of Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude Toward Using. Toward Using berpengaruh positif dan signifikan terhadap continuity intention. Continuity Intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Masyarakat dalam Membayar PKB Secara Online Melalui Aplikasi SAMBARA.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Nasabah dalam Perspektif Islam pada Bank Syariah Indonesia di Kota Bandung Mohammad Faishal Ramadhani Iskandar; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10498

Abstract

Abstract. Customer satisfaction is a feeling that arises after comparing the expected product performance with the actual after purchasing a product or service. Customer satisfaction in the Islamic view refers to conformity with Islamic law. Service quality and corporate image play an important role in shaping consumer satisfaction in banking companies. Bank BSI is the largest Islamic bank in Indonesia at present., so it is fitting if Bank BSI can provide maximum customer satisfaction This study aims to determine how the factors that affect Bank BSI customer satisfaction in Bandung City, as well as to determine the influence and magnitude of variations in service quality and company image on Bank BSI customer satisfaction in Bandung City. This research is included in the type of descriptive research with quantitative methods. The sampling technique used is nonprobability sampling, namely incidental sampling. The population in this study is customers of Bank BSI in Bandung City. Then samples were obtained as many as 100 people using the slovin technique with a tolerance of 10%. The estimation model used is multiple linear regression analysis analysis, F test, T test and coefficient of determination. The results of this study show that partial service quality has a significant effect on customer satisfaction by 29.6%, company image partially has a significant effect on customer satisfaction by 41.8%. Then simultaneously the quality of service and the company's image have a significant effect on customer satisfaction with a variation of 71.4%.). Abstrak. Kepuasan nasabah merupakan perasaan yang muncul setelah membandingkan kinerja produk yang diharapkan dengan yang sebenarnya terjadi setelah penggunaan produk atau jasa. Kepuasan nasabah dalam pandangan islam merujuk pada kesesuaian dengan syariat islam. Kualitas pelayanan dan citra perusahaan memegang peranan penting dalam membentuk kepuasan nasabah dalam perusahaan perbankan. Bank BSI merupakan bank syariah terbesar diIndonesia pada saat ini., maka sudah sepatutnya jika Bank BSI dapat memberikan kepuasan nasabah yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan nasabah Bank BSI di Kota Bandung,serta untuk mengetahui pengaruh dan besaran variasi dari kualitas pelayanan dan citra perusahaan terhadap kepuasan nasabah Bank BSI di Kota Bandung Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu insidental sampling. Populasi pada penelitian ini adalah nasabah Bank BSI di Kota Bandung. Kemudian didapatkan sampel sebanyak 100 orang menggunakan teknik slovin dengan toleransi 10%. Model estimasi yang digunakan adalah model analisis regresi linier berganda, uji F,uji T dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan nasabah sebesar 29,6%, citra perusahaan secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan nasabah sebesar 41,8%. Lalu secara simultan kualitas pelayanan dan citra perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah dengan besaran variasi sebesar 71,4%.
Pengaruh Rata-Rata Lama Sekolah, Jumlah Dokter, dan PDB terhadap Angka Harapan Hidup di Indonesia Tahun 2010-2022 Irfan Ramadhan; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10670

Abstract

Abstract. Life expectancy is a popular issue in developing countries, including Indonesia. Life expectancy is measured by the quality of health, average years of schooling and GDP in a country. During 2010-2022 life expectancy in Indonesia tended to decrease. The purpose of this study is to identify and analyze the effect of average years of schooling, number of doctors and GDP on life expectancy in Indonesia in 2010-2022. The research uses descriptive and verification quantitative approaches. The data used is secondary data on average years of schooling, number of doctors, and GDP derived from Statistics Indonesia publications of the Central Bureau of Statistics for various time periods. The data analysis method uses Ordinary Least Square. The results of this study found that the variables that partially affect life expectancy in Indonesia are the number of doctors and GDP. While the average length of schooling data partially has no effect on life expectancy in Indonesia. This happens because the average length of schooling in Indonesia is only 7-8 years or junior high school level, even though the government's target is 12 years of compulsory education or high school equivalent. Abstrak. Angka Harapan Hidup menjadi isu populer di negara terkembang, termasuk Indonesia. Angka Harapan Hidup diukur dari bagaimana kualitas kesehatan, rata-rata lama sekolah dan PDB di suatu negara. Selama tahun 2010-2022 angka harapan hidup di Indonesia cenderung mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah, jumlah dokter dan PDB terhadap tangka harapan hidup di Indonesia tahun 2010-2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder rata-rata lama sekolah, jumlah dokter, dan PDB yang berasal dari statistic Indonesia publikasi Badan Pusat Statistik berbagai periode waktu. Metode analisis data menggunakan Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel yang secara parsial berpengaruh terhadap angka harapan hidup di Indonesia adalah jumlah dokter dan PDB. Sedangkan data rat-rata lama sekolah secara parsial tidak berpengaruh terhadap angka harapan hidup di Indonesia. Ini terjadi karena rata-rata lama sekaolah di Indonesia baru 7-8 tahun atau level SMP, padahal target pemerintah adalah wajib belajar 12 tahun atau setara SMA.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Kesempatan Kerja Infrastruktur Dasar terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia 2000 - 2022 Salman Arief Ibrahim; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10800

Abstract

Abstract. In Indonesia, income inequality is the problem of income differences between people in more developed areas and those in less developed areas. This income inequality will increase with greater variation in income distribution. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the effect of economic growth, employment opportunities and basic infrastructure on income inequality in Indonesia in 2000-2022? (2) How big is the variation of economic growth, employment opportunities and basic infrastructure on income inequality in Indonesia in 2000-2022? This research uses descriptive quantitative approach using secondary data. In this study, the data collected is income inequality in Indonesia over a period of time, and used to analyze the effect of economic growth, employment opportunities, basic infrastructure on income inequality. The results of this study indicate that employment opportunities partially have a significant effect on income inequality in Indonesia. This means that inequality in employment opportunities, such as discrimination based on gender, race, or social background, can exacerbate income inequality. If a group of people have difficulty in getting a job or can only access low-paying jobs, this can increase income inequality. Abstrak. Di Indonesia ketimpangan pendapatan adalah masalah perbedaan pendapatan antara masyarakat di wilayah yang lebih maju dan di wilayah yang lebih tertinggal. Ketimpangan pendapatan ini akan meningkat seiring dengan variasi distribusi pendapatan yang lebih besar. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana Pengaruh pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan infrastruktur dasar terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia tahun 2000-2022 ? (2) Berapa besar variasi pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan infrastruktur dasar terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia tahun 2000-2022 ? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan adalah data ketimpangan pendapatan di Indonesia selama periode waktu tertentu, dan digunakan untuk menganalisis Pengaruh pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, infrastruktur dasar terhadap ketimpangan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ketimpagan pendapatan di Indonesia. Artinya ketidakmerataan dalam kesempatan kerja, seperti diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, ras, atau latar belakang sosial, dapat memperburuk ketimpangan pendapatan. Jika sekelompok orang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan atau hanya dapat mengakses pekerjaan dengan gaji rendah, hal ini dapat meningkatkan ketimpangan pendapatan.
Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, dan Jumlah Peserta Dana Pensiun terhadap Penghimpunan Dana Pensiun di Indonesia Tahun 2013-2022 Nazri Nasier; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11154

Abstract

Abstract. This research was conducted with the aim of determining the influence of the rate of economic growth, inflation and the number of pension fund participants on the collection of pension funds in 2013-2022 and to determine the magnitude of variations in the rate of economic growth, inflation and the number of pension fund participants on the collection of pension funds in 2013-2022. In this research the author used descriptive quantitative and verification research. The definition of quantitative is that quantitative research methods can be interpreted as research methods that are based on the philosophy of positivism, using quantitative or statistical data analysis with the aim of testing predetermined hypotheses. The results of the research show that there is no partial influence of the Economic Growth Rate on Pension Fund Collection, there is no partial influence of inflation on Pension Fund Collection and there is no partial influence of the Number of Pension Fund Participants on Pension Fund Collection. Meanwhile, simultaneously the rate of economic growth, inflation and the number of pension fund participants influence the collection of pension funds. Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Jumlah Peserta Dana Pensiun Terhadap Penghimpunan Dana Pensiun tahun 2013-2022 dan untuk mengetahui Besarnya variasi Laju Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Jumlah Peserta Dana Pensiun Terhadap Penghimpunan Dana Pensiun tahun 2013-2022. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan verifikatif. Pengertian kuantitatif adalah Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang belandaskan pada filsafat positivisme, dengan menggunakan analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara parsial tidak adanya pengaruh secara Parsial dari Laju Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penghimpunan Dana Pensiun, tidak adanya pengaruh secara Parsial dari inflasi terhadap Penghimpunan Dana Pensiun dan tidak adanya pengaruh secara Parsial dari Jumlah Peserta Dana Pensiun Terhadap Penghimpunan Dana Pensiun. Sedangkan secara simultan laju pertumbuhan ekonomi, Inflasi dan Jumlah Peserta Dana Pensiun berpengaruh terhadap Penghimpunan Dana Pensiun.
Pengaruh Upah Minimum Regional, IPM dan LPE terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2022 Muhammad Rizqy Pratama; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11231

Abstract

Abstract. Poverty is a popular issue in developing countries, including Indonesia. Poverty is measured by how people have income that will be used for consumption of goods and services. The purpose of this study is to identify and analyze the effect of regional minimum wages, HDI and LPE on the poverty rate in Indonesia in 2010-2022. This research uses a descriptive and verification quantitative approach. The data used is secondary data in the form of Regional Minimum Wage, Human Development Index, and Economic Growth Rate. Methods of data analysis using Ordinary Least Square. The results of this study found that the variables that partially influence the level of poverty in Indonesia are UMR and HDI. Meanwhile, the LPE data partially has no effect on the level of poverty in Indonesia. This indicates that the developed sectors are less able to absorb a large number of workers or are more capital intensive, so that an increase in the LPE does not drive a reduction in the poverty rate in Indonesia. Abstrak. Kemiskinan menjadi isu populer di negara terkembang, termasuk Indonesia. Kemiskinan diukur dari bagaimana masyarakat memiliki pendapatan yang akan digunakan untuk konsumsi barang dan jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh upah minimum regional, IPM dan LPE terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2010-2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa upah Minimum Regional, Indeks Pembangunan Manusia, dan Laju Pertumbuhan Ekonomi. Metode analisis data menggunakan Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel yang secara parsial berpengaruh terhadap ktingkat kemiskinan di Indonesia adalah UMR dan IPM. Sedangkan data LPE secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Ini mengindikasikan sektor-sektor yang dikembangkan kurang mampu menyerap banyak tenaga kerja atau lebih padat modal, sehingga kenaikan LPE tidak mendorong penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Analisis Minat UMKM Kota Bandung terhadap Model Penerimaan Teknologi E-Commerce Fatma Yulyana Fasa Nasution; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11412

Abstract

Abstract. UMKM are a pillar of the economy in Indonesia. In 2018, the number of UMKM in Indonesia reached 99.99% of all businesses in Indonesia and contributed 57.3% of the total Gross Domestic Product. This shows that UMKM are the drivers of the economy and make a significant contribution to the Indonesian economy. UMKM are also labor-intensive businesses, so they are able to absorb labor so that they greatly help the government to overcome the number of unemployment in Indonesia. The purpose of the study was to identify and analyze the factors that determine the interest of Bandung City UMKM in the e-commerce technology acceptance model.This research uses a quantitative approach with a field survey type. The data used are secondary data from the publication of the Central Bureau of Statistics and primary data obtained from questionnaires. The population in the study were all UMKM in Bandung City, totaling 4,077 units, while the sample was 98 people who were taken randomly. The data were analyzed using descriptive statistics.The results of the analysis show that the factors that determine the interest of UMKM in Bandung City in the e-commerce technology acceptance model are factors of interest, benefits, and convenience of e-commerce technology. The perceived ease of use factor is identified as the factor that most strongly determines the interest of UMKM in adopting e-commerce technology. This finding has important implications in promoting and expanding the acceptance of Ecommerce technology among UMKM in Bandung City. Abstrak. UMKM merupakan pilar perekonomian di Indonesia. Tahun 2018, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99,99% dari total seluruh bisnis yang ada di Indonesia dan memberikan sumbangan 57,3% dari total Pendapatan Domestik Bruto. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM merupakan penggerak perekonomian Dan memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia. UMKM juga merupakan usaha padat karya, sehingga mampu menyerap tenaga kerja dan sangat membantu pemerintah untuk mengatasi jumlah pengangguran di Indonesia. Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis factor-faktor yang menentukan minat UMKM Kota Bandung terhadap model penerimaan teknologi ecommerce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survey lapangan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik dan data primer yang diperoleh dari kuesioner Populasi dalam penelitian adalah seluruh UMKM yang ada di Kota Bandung yang berjumlah 4.077unit sedangkan sampelnya sebanyak 98 orang yang diambil secara random sampling. Pengukuran variabel menggunakan skala likert dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa factor yang menentukan minat UMKM Di Kota Bandung terhadap Model penerimaan teknologi e-commerce adalah factor ketertarikan, kemanfaatan dan kemudahan dari teknologi e-commerce. Faktor persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) teridentifikasi sebagai faktor yang paling kuat menentukan minat UMKM dalam mengadopsi teknologi Ecommerce. Temuan ini memiliki implikasi penting yaitu UMKM akan menggunakan ecommerce dalam memasarkan produknya karena tingkat kemudahan menggunakan vitur-vitur dari ecommerce yang ada selama ini.
Pengaruh CAR, FDR dan BOPO terhadap NPF di BCA Syariah Periode 2013 - 2022 Yasni Gustini; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11554

Abstract

Abstract. NPF (Non-Performing Financing) is a ratio of non-performing financing that shows the proportion of non-performing financing to total financing disbursed by Islamic banking. The aspects that cause non-performing financing can be factors from the bank, customers, and parties outside the bank. The aspects that come from the bank are Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), and Operating Costs to Operating Income (BOPO). Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) Is there a relationship between CAR to NPF? (2) Is there a relationship between FDR to NPF? (3) Is there a relationship between BOPO to NPF. Researchers used a descriptive analysis technique method using a quantitative approach. The population selected in this study was BCA Syariah in 2013-2022. With the sampling technique, namely Purposive Sampling obtained from the annual report of BCA Syariah. The data collection techniques used in this research are documentation and literature study. The data analysis technique used in this research is the Rank Spearman correlation analysis technique. The results of this study are: There is a positive relationship between CAR and BOPO to NPF with non-performing financing which is in the strong/high category and between FDR to NPF with non-performing financing which is in the low category. Abstrak. NPF (Non-Performing Financing) merupakan rasio pembiayaan bermasalah yang menunjukkan proporsi pembiayaan bermasalah terhadap total pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah. Aspek-aspek yang menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah bisa faktor dari bank, nasabah, dan pihak diluar bank. Adapun aspek yang berasal dari bank adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apakah terdapat hubungan antara CAR terhadap NPF? (2) Apakah terdapat hubungan antara FDR terhadap NPF? (3) Apakah terdapat hubungan antara BOPO terhadap NPF?. Peneliti menggunakan metode teknik analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah BCA Syariah tahun 2013-2022. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling diperoleh dari laporan tahunan BCA Syariah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis korelasi Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan positif antara CAR dan BOPO terhadap NPF dengan pembiayaan bermasalah yang termasuk kategori kuat/tinggi dan antara FDR terhadap NPF dengan pembiayaan bermasalah yang termasuk kategori rendah.
Pengaruh Pengguna Telepon Seluler, Fasilitas Kesehatan dan Sanitasi terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2022 Maura Shifa Salsa Nabilla; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11786

Abstract

Abstract. Poverty is a complex and multidimensional problem because it is related to inadequacy in various aspects of life, including access to economic, social, cultural, political, access to health, education, and an adequate environment. The purpose of this study is to determine the influence and magnitude of the influence of mobile phone users, health and sanitation facilities on poverty in Indonesia. The data used in this study is secondary, namely time series from 2010 to 2022. The data processing technique in this study uses Ordinary Least Square (OLS). The analysis tool is E-views 12. The data in this study was obtained from the Central Bureau of Statistics, Ministry of Health, related scientific articles, books, and websites relevant to the discussion. From the results of the model estimation, there are two variables that partially affect poverty in Indonesia, namely mobile phone users and health facilities at a confidence level of 1%. This means that increasing cellular phone service facilities and adding health facilities can reduce poverty rates in Indonesia. Meanwhile, the sanitation variable has no partial effect on poverty in Indonesia, because it has a probability value greater than 0.05. The large variation of independent variables, namely cellular telephone services, health facilities and sanitation against poverty in Indonesia is 89.49% and the rest (10.51%) is due to variations in other variables that are not included in the estimation model. Abstrak. Kemiskinan merupakan permasalahan yang memiliki banyak aspek dan pelik karena mencakup keterbatasan dalam semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan yang layak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dan luasnya dampak penggunaan telepon seluler, layanan kesehatan, dan fasilitas sanitasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu time series dengan rentang waktu tahun 2010 hingga tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengolahan data Ordinary Least Square (OLS). Alat analisisnya yaitu E-views 12. Data-data dalam penelitian ini didapatkan dari Badan Pusat Statistik, Kementrian Kesehatan, artikel ilmiah terkait, buku, dan website yang relevan dengan pembahasan. Dari hasil estimasi model ada dua variable yang secara parsial berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia yaitu pengguna telepon seluler dan fasilitas kesehatan pada tingkat kepercayaan 1%. Artinya peningkatan fasilitas layanan telepon seluler dan penambahan fasilitas kesehatan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Sementara itu variable sanitasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia, karena memiliki nilai probabilitas lebih besar dari 0.05. Adapun besarnya variasi variable independent yaitu layanan telpon seluler, fasilitas kesehatan dan sanitasi terhadap kemiskinan di Indonesia adalah sebesar 89,49% dan sisanya (10,51%) karena variasi variable lain yang tidak dimasukkan dalam model estimasi.
Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Angka Partisipasi Kerja dan Jumlah Penduduk Miskin terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2013-2022 Wisnu Dwi Andriyanto; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11823

Abstract

Abstract. Indonesia is one of the countries that has been able to record positive economic growth amidst global uncertainty. Although not the highest in ASEAN, Indonesia's economic growth throughout 2022 is quite high among other countries in the ASEAN region. The research objective is to analyze how much influence the Open Unemployment Rate, Labor Force Participation Rate and Number of Poor Population have on Economic Growth in Indonesia in 2013 – 2022.This research method uses a descriptive analysis method and a type of verification research. The data used is secondary data which includes data on the open unemployment rate, labor force participation rate, the number of poor people and economic growth which are sourced from various editions of Indonesian statistics. Data is processed using ols with the help of eviews version 12.The results of the study show that the variables that partially influence Indonesia's economic growth are the open unemployment rate and the number of poor people. Meanwhile, the level of work participation rate partially does not affect Indonesia's economic growth. This means that to increase economic growth, the government must reduce the open unemployment rate and encourage more labor-intensive economic sectors so that they can absorb a large number of workers. On the other hand, the work participation rate has no effect on economic growth because the work participation rate in Indonesia is still relatively low, namely at 68 percent. In other words, there are still 32 percent of the population who are not working or are looking for work. Abstrak. Indonesia salah satu negara yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah ketidakpastian global. Meskipun bukan yang tertinggi di ASEAN, tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022 cukup tinggi di antara negara-negara lainnya di kawasan asean. Tujuan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Jumlah Penduduk Miskin terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia pada tahun 2013 – 2022. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis deskriftif dsn jenis penelitian verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data tingkat pengangguran terbuka, tingkat partisipasi angkatan kerja, jumlah penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari statistic Indonesia berbagai edisi. Data diolah menggunakan ols dengan bantuan eviews versi 12. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variable yang secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin. Sementara tingkat angka partisipasi kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Artinya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi maka pemerintah harus menurunkan angka pengangguran terbuka serta mendorong sector-sektor ekonomi yang lebih padat kerja sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Di sisi lain angka paetisipasi kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena tingkat partisipasi kerja di Indonesia masih relative rendah yaitu di angka 68 persen. Dengan kata lain masih ada 32 persen penduduk yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan.