Ima Amaliah
Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dana Pihak Ketiga pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2010-2022 Nurul Jannah; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11857

Abstract

Abstract. Third Party Funds (DPK) have an important role for banks, because third party funds are a source for banks in channeling financing to third parties as wellas for other asset allocations. This study aims to determine the effect of the numberof offices, profit sharing, inflation, and LPE on (DPK) at Islamic CommercialBanks in Indonesia in 2010-2022. The type of research used is descriptive quantitative with averification approach. The data used is secondary data, namely annual data from 2010-2022which consists of DPK, number of offices, and Profit Sharing of IslamicCommercial Banks as well as macroe-conomic variables, namely inflation and LPE.Secondary data was obtained from the official publication of the IndonesianFinancial Services and Statistics Authority website from the Central Bureau of Statistics. Data processing uses the Eviews program version 9.0 with the OrdinaryLeast Square (OLS) method. From the results of model estimation, the independent variables thatpartially affect DPK are the number of offices and profit sharing because theprobability value is less than 0.05 and 0.1. Meanwhile, LPE and inflation partiallyaffect DPK in Islamic Commercial Banks in Indonesia. However, together thenumber of offices, profit sharing, inflation and LPE have an effect on DPK atIslamic Commercial Banks in Indonesia. The results of the study show that thenumber of offices, profit sharing, inflation and LPE all have an effect on Third Party Funds (DPK) . The large variation in the variable number of offices, profit sharing,inflation and LPE on DPK was 77.09% while the rest was due to variations in othervariables not included in the study. Abstrak. Dana Pihak Ketiga (DPK) memiliki peranan penting bagi bank, karena dana pihak ketiga merupakan sumber bagi bank dalam menyalurkan pembiayaan kepadapihak ketiga serta untuk alokasi asset lainnya. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruhjumlah kantor, bagi hasil, inflasi, dan LPE terhadap (DPK)pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2010-2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu datatahunan dari 2010-2022 yang terdiriatas DPK, jumlah kantor, dan Bagi Hasil Bank Umum Syariah serta variabel makroekonomi yaitu inflasi dan LPE. Data sekunder diperoleh dari publikasi resmi website Otoritas Jasa Keuangan dan Statistik Indonesia dari Badan Pusat Statistik. Pengolahan data menggunakan program Eviews versi 9.0 dengan metode ordinary Least Square (OLS). Dari hasil estimasi model, variabel independent yang secara parsialberpengaruh terhadap DPK adalah jumlah kantor dan bagi hasil karena nilaiprobabilitanya lebih kecil dari 0,05 dan 0,1. Sedangkan LPE dan inflasi secaraparsialberpengaruh terhadap DPK pada Bank Umum Syariahdi Indonesia. Namundemikian secara bersama-sama jumlah kantor, bagi hasil, inflasi dan LPE berpengaruh terhadap DPK pada Bank Umum Syariah di Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kantor, bagi hasil, inflasi dan LPE secarabersama-samaber pengaruh terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK). Adapun besarnyavariasi variabel jumlah kantor, bagi hasil, inflasi dan LPE terhadap DPK sebesar77,09% sedangkan sisanya karena variasi dari variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
Analisis Faktor–Faktor yang Menentukan Preferensi Generasi Z terhadap Shopeepay di Kota Bandung Muhammad Wibi Afrizal; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.12487

Abstract

Abstract. The huge use of digital technology in Indonesia has had an impact on several trade sectorsonline ore-commerce. This can be seen from the existencefinancial technology (Fintech). It is the result of a combination of financial services and technology which ultimately changes conventional business models to modern ones and creates society prefer towards the progress of fintech. The aim of this research is to find out how to identify, analyze the dominant factors and determine Gen Z's preferences for Shopee pay in Bandung City. The method used in this research is descriptive quantitative. The data sources used in this research are primary and secondary data. The data collection technique is by distributing questionnaires to 100 respondents with a total of 30 statements. sampling techniques using techniquessnowball sampling The research results show that the factors that determine Gen Z's preference for Shopee Pay in Bandung City are environmental factors, psychology, payment methods. and the dominant factor that determines Gen Z's preference for Shopee pay in Bandung City, namely the payment method factor with the highest score of 332. The reason is that shopee pay is an e-wallet that provides many convenices and discounts in the form of discounts at the end of each year on the same date and month and vousher features in the from of free shipping and cashback when using shopee pay. Abstrak. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia yang sangat besar memberikan dampak bagi beberapa sektor perdagangan online atau e-commerce. Hal ini dapat dilihat dari adanya financial technology (Fintech). Merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis konvensional ke modern dan membuat masyarakat prefer terhadap kemajuan fintech.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menentukan preferensi Gen-Z Kota Bandung terhadap shopee pay serta Faktor dominan yang menentukan preferensi Gen-Z Kota Bandung terhadap shopeepay.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan penyebaran kuesioner pada 100 responden Gen di Kota Bandung dengan jumlah butir pernyataan sebanyak 30. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik snowball sampling dikarenakan populasi pengguna shopee pay belum diketahui. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor - faktor yang menentukan preferensi Gen Z terhadap shopee pay di Kota Bandung yaitu faktor lingkungan, pisikologi, metode pembayaran. Adapun faktor dominan yang menentukan preferensi Gen Z terhdap Shopee pay Kota Bandung adalah metode pembayaran dengan skor tertinggi sebesar 332 adapun alasannya Shopee Pay merupakan e - walet yang memberikan banyak kemudahan dan potongan harga berupa discount setiap akhir tahun yang tanggal dan bulannya sama dan fitur voucher berupa gratis ongkir dan cashback bila menggunakan pembayaran dengan shopee pay.
Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, dan Nilai Tukar terhadap Inflasi di Indonesia Fauziyah; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13374

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the influence of the money supply, interest rates and exchange rates on inflation in Indonesia. Inflation is one of the main economic indicators that affects people's purchasing power and the country's economic stability. The variables studied—money supply, interest rates, and exchange rates are important factors in influencing the inflation rate. This research uses secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and Bank Indonesia (BI) over the last 10 year period. The analytical method used is multiple regression to identify the relationship between the independent variables (money supply, interest rates, exchange rates) and the dependent variable (inflation). The results of the analysis show that the money supply has a significant positive influence on inflation, where an increase in the money supply tends to encourage an increase in the prices of goods and services. On the other hand, interest rates show a significant negative influence on inflation; An increase in interest rates can reduce inflation by reducing the amount of money in circulation. The exchange rate also has a significant effect on inflation, where depreciation of the rupiah exchange rate can increase import prices and contribute to domestic inflation. This research suggests the need for careful monetary policy to control the money supply and regulate interest rates so that inflation remains stable. Apart from that, effective exchange rate management is also important to maintain economic stability. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar, suku bunga, dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia. Inflasi adalah salah satu indikator ekonomi utama yang mempengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi negara. Variabel-variabel yang diteliti—jumlah uang beredar, suku bunga, dan nilai tukar merupakan faktor penting dalam mempengaruhi tingkat inflasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) selama periode 10 tahun terakhir. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen (jumlah uang beredar, suku bunga, nilai tukar) dan variabel dependen (inflasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah uang beredar memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap inflasi, dimana peningkatan jumlah uang beredar cenderung mendorong kenaikan harga-harga barang dan jasa. Sebaliknya, suku bunga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap inflasi; kenaikan suku bunga dapat menurunkan inflasi dengan mengurangi jumlah uang yang beredar. Nilai tukar juga berpengaruh signifikan terhadap inflasi, di mana depresiasi nilai tukar rupiah dapat meningkatkan harga impor dan berkontribusi pada inflasi domestik. Penelitian ini menyarankan perlunya kebijakan moneter yang hati-hati untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan mengatur suku bunga agar inflasi tetap stabil. Selain itu, pengelolaan nilai tukar yang efektif juga penting untuk menjaga kestabilan ekonomi.
Kesiapan Masyarakat Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung dalam Pembangunan Pasar Kreatif Jawa Barat Muhamad Reza Febrian; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13394

Abstract

Abstract. The development of the West Java Creative Market aims to enhance economic progress and welfare in West Java, particularly in Cibeunying Kaler District. However, challenges such as business establishment difficulties, congestion, noise pollution, and displaced traders have arisen. This study seeks to assess the community's readiness for this development and identify key factors influencing their preparedness. Using a mixed-methods approach, the research employs both quantitative and qualitative methods to gather data. Quantitative data is collected through questionnaires distributed via Google Forms, while qualitative insights are obtained through in-depth interviews with informants. The sample comprises 100 respondents and 3 informants, selected using the Slovin formula and purposive sampling techniques. The analysis reveals that community readiness is evaluated across five dimensions: Community Knowledge (205), Leadership (213), Community Climate (137), Community Knowledge Related to Issues (222), and Resources (228). Among these, the Resource dimension is identified as the most dominant factor impacting the community's readiness. This indicates that addressing resource-related challenges will be crucial for the successful implementation of the West Java Creative Market and the overall improvement of local economic and social conditions. Abstrak. Perencanaan pembangunan di Provinsi Jawa Barat memprioritaskan kemajuan ekonomi berbasis inovasi dengan membangun Pasar Kreatif Jawa Barat sebagai pusat industri kreatif. Pasar ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi maksimal tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, masyarakat Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung menghadapi tantangan dalam menjadi pelaku usaha, serta masalah kemacetan, polusi suara, dan pedagang tergusur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kesiapan masyarakat Cibeunying Kaler dan menentukan faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yang mencakup metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Forms untuk mengukur tahapan kesiapan masyarakat. Metode kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam untuk memperdalam pemahaman dari hasil kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling, dengan total 100 responden dan 3 informan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan masyarakat Cibeunying Kaler dievaluasi berdasarkan lima dimensi: Pengetahuan Masyarakat (205), Kepemimpinan (213), Iklim Masyarakat (137), Pengetahuan terkait isu (222), dan Sumber Daya (228). Dimensi Sumber Daya menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kesiapan masyarakat. Ini mengindikasikan bahwa fokus pada pengelolaan dan penguatan sumber daya akan krusial untuk mendukung keberhasilan pembangunan Pasar Kreatif Jawa Barat serta meningkatkan kesejahteraan lokal.
Analisis Pengaruh CAR dan LDR terhadap ROA pada Bank BRI Periode 2013-2023 Tirahaifa Nurrunnajmi; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13639

Abstract

Abstract. PT. Bank Rakyat Indonesia is one of the state-owned banking companies whose financial performance is always superior to other state-owned banks because its main activities focus on the MSME segment, where MSMEs are proven to have great capabilities at improving community welfare and the country's economic growth. As one of the state-owned banks in Indonesia, BRI bank must be able to maintain financial performance, which indicates that BRI bank is a healthy bank. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated as follows: (1) Is there a relationship between CAR and ROA? (2) Is there a relationship between LDR and ROA? (3) Is there a relationship between CAR and LDR on ROA? Researchers used descriptive quantitative research methods. In this case, researchers want to know whether there is an influence of CAR and LDR on ROA at BRI bank. Meanwhile, the type of data used is time series data. The source is data in Bank BRI's financial reports for 2013-2023. Secondary data was obtained by researchers from BRI Bank's financial report data for 2013-2023. This data was obtained by researchers indirectly, or through intermediary media, namely the official BRI Bank website. The results of this research are: The CAR and LDR variables together have a significant effect on ROA. Abstrak. PT. Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu perusahaan perbankan BUMN yang kinerja keuangannya selalu paling unggul dibanding Bank BUMN lainnya karena kegiatan utamanya berfokus pada segmen UMKM, dimana UMKM terbukti mempunyai kemampuan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi negara. Sebagai salah satu bank BUMN di Indonesia, bank BRI harus mampu menjaga kinerja keuangan yang menandakan bahwa bank BRI merupakan bank yang sehat.. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apakah terdapat hubungan antara CAR terhadap ROA? (2) Apakah terdapat hubungan antara antara LDR terhadap ROA? (3) Apakah terdapat hubungan antara antara CAR dan LDR terhadap ROA?. Peneliti menggunakan metode metode penelitian kuantitatif deskriptif. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh CAR dan LDR terhadap ROA di bank BRI. Sedangkan jenis data yang digunakan ialah data time series. Sumber berupa data pada laporan keuangan Bank BRI tahun 2013-2023. Data sekunder didapatkan peneliti data laporan keuangan Bank BRI tahun 2013-2023. Data ini diperoleh oleh peneliti dengan tidak langsung, atau melalui media perantara yaitu laman resmi Bank BRI. Hasil dari penelitian ini adalah: Variabel CAR dan LDR secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Faktor-Faktor yang Menentukan Minat Kewirausahaan Mahasiswa di Kampus Unisba Kota Bandung Abi Abdillah; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13965

Abstract

Abstract. Although the number of job seekers in Indonesia increases from year to year, the number of jobs does not increase. The increasing number of job seekers is not balanced by the increasing number of job opportunities, thus contributing to the increasing unemployment rate in Indonesia. Therefore, entrepreneurship is a solution to create both formal and informal jobs. Students are one of the economic actors who are expected to contribute their thoughts and ideas to create many new jobs through entrepreneurial activities on campus. The purpose of this study was to identify the factors that determine the interest in entrepreneurship of Unisba students. The research method used is quantitative with a descriptive approach. Data were collected through. The analysis was carried out using descriptive statistical techniques to describe the characteristics of respondents and the factors that influence interest in entrepreneurship. The total number of students was 9,350 and a sample of 100 people was taken. The sampling technique was stratified random sampling. The Likert scale was used to measure the variables. Many determinants of self-efficacy, motivation, social relationships, physical facilities, institutions, culture, age, gender, education, capital, opportunities, etc. can be derived from the results of the data table. Compassion and empathy for others. Among these factors, the factor that determines Unisba students' interest in entrepreneurship is the factor of concern for others. Abstrak. Meskipun jumlah pencari kerja di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, namun jumlah lapangan kerja tidak bertambah. Meningkatnya jumlah pencari kerja tidak diimbangi dengan semakin besarnya kesempatan kerja, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan angka pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, kewirausahaan merupakan solusi untuk menciptakan lapangan kerja baik formal maupun informal. Mahasiswa merupakan salah satu pelaku ekonomi yang diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran dan gagasannya untuk menciptakan banyak lapangan kerja baru melalui kegiatan wirausaha di kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan minat berwirausaha mahasiswa Unisba. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Jumlah seluruh siswa adalah 9. 350 dan diambil sampelnya sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Skala likert digunakan untuk mengukur variabel. Banyak faktor penentu efikasi diri, motivasi, hubungan sosial, fasilitas fisik, institusi, budaya, usia, jenis kelamin, pendidikan, modal, peluang, dll dapat diturunkan dari hasil tabel data. Kasih sayang dan empati terhadap orang lain. Di antara faktor-faktor tersebut, faktor yang menentukan minat berwirausaha mahasiswa Unisba adalah faktor kepedulian terhadap sesama.
Pengaruh Perceived Ease of Use, Perceived Usefullnes, Attitude Toward Using Technology, Behavioral Intention to use dan Actual technology Use TikTok terhadap Minat Beli Produk fashion di Marketplace Tokopedia Tri oktavian nurrahman; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13975

Abstract

Abstract. With current technological developments, all shopping activities can be done online without the need to visit the shop. Along with technological developments in social media, people, including the Millennial Generation, can make purchases online via Tiktok.This research was conducted with the aim of analyzing the influence of Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using Technology, Behavioral Intention to use and Actual technology Use TikTok on Interest in Buying Fashion Products on the Tokopedia Marketplace (Study of the Millennial Generation Group in Bandung City) researchers used quantitative descriptive research. The model used is multiple regression analysis using the Ordinary Least Square (OLS) method. The population in this study is the millennial generation group from Bandung City, totaling 579,994 people, while the sample in this study is 100 millennial generations from Bandung City, taken proportionally from all sub-districts in Bandung City. The sampling technique in this research used stratified random sampling. The test results show that the variables Perceived Ease of Use (X1), Perceived Usefulness (X2), Attitude Toward Using Technology (X3), Behavioral Intention to Use (X4), Actual Technology Use (X5) partially influence the group's buying interest millennials on fashion products on E-commerce Tokopedia. All variables have a relationship direction according to the hypothesis except the attitude variable toward using technology. Abstrak. Dengan perkembangan teknologi saat ini, maka semua kegiatan berbelanja bisa dilakukan online tanpa perlu mendatangi toko tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi dalam media sosial pun Masyarakat termasuk Generasi Milenial bisa melakukan pembelian secara online melalui TiktokPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Ease of Use, Perceived Usefullnes, Attitude Toward Using Technology, Behavioral Intention to use dan Actual technology Use TikTok Terhadap Minat Beli Produk fashion Di Marketplace Tokopedia (Studi Kelompok Generasi Milenial di Kota Bandung) peneliti menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Model yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS).. Populasi pada penelitian ini yaitu kelompok generasi milenial Kota Bandung yang berjumlah 579.994 jiwa, sedangkan sampel pada penelitian ini yaitu 100 generasi milenial Kota Bandung yang diambil secara proporsional dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling.Hasil pengujian menunjukkan hasil penelitian bahwa variabel Perceived Ease Of Use(X1), Perceived Usefullnes(X2), Attitude Toward Using Technology(X3), Behavioral Intention to Use(X4), Actual Technology Use(X5) secara parsial berpengaruh terhadap minat beli kelompok milenial atas produk fashion di E-comerce Tokopedia. Semua variabel memiliki arah hubungan sesuai hipotesis kecuali variabel attitude toward using technology.
Pengaruh Persepsi dan Preferensi terhadap Minat Mahasiswa Universitas Islam Bandung dalam Memilih Transportasi Online Roda Dua Muhammad Rifqi Fawwaz; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.13976

Abstract

Abstract. Consumer interest in using online transportation has increased. The emergence of new online transportation applications is evidence of increased consumer demand for online transportation services. The emergence of new online transportation applications is a threat to Gojek and Grab, which have long topped the online transportation market share. This causes consumers to have other choices besides Gojek and Grab. In this study, researchers used quantitative descriptive research. The model used is multiple regression analysis using the Ordinary Least Square (OLS) method. The data used in this study are primary and secondary. The population in this study were all students of the Islamic University of Bandung, totaling 14,923 people in 2022, while the sample in this study were 100 students of the Islamic University of Bandung who were taken proportionally from all faculties at Unisba. The sampling technique used in this study was stratified random sampling.. The test results show that perception partially has no effect on interest. Furthermore, preferences partially have a positive and significant effect on interest. However, perception and interest simultaneously affect the interest of Unisba students in choosing two-wheeled online transportation. Based on the results of the coefficient of determination test, the adjusted R2 value is 0.132 or 13.2%. The interest of Unisba students in choosing two-wheeled online transportation modes is influenced by variations in student preferences and perceptions by 13.2% and the rest is due to the influence of other variables not included in the study. Abstrak. Minat konsumen dalam menggunakan transportasi online mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Bermunculannya aplikasi transportasi online yang baru menjadi bukti meningkatnya permintaan konsumen terhadap jasa transportasi online. Kemunculan aplikasi transportasi online yang baru menjadi ancaman untuk Gojek dan Grab yang sudah lama menduduki puncak pangsa pasar transportasi online. Hal ini menyebabkan konsumen memiliki pilihan lain selain Gojek dan Grab. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Model yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa Universitas Islam Bandung yang berjumlah 14.923 orang pada tahun 2022, sedangkan sampel pada penelitian ini yaitu 100 mahasiswa Universitas Islam Bandung yang diambil secara proporsional dari seluruh Fakultas yang ada di Unisba. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling.. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persepsi secara parsial tidak berpengaruh terhadap minat. Lebih lanjut, preferensi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat. Namun demikian, persepsi dan minat secara simultan berpengaruh terhadap minat mahasiswa Unisba dalam memilih transportasionline roda dua. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,132 atau sebesar 13,2 %. Minat mahasiswa Unisba dalam memilih moda transportasi online roda dua dipengaruhi oleh variasi preferensi dan ppersepsi mahasiswa sebesar 13,2% dan sisanya karena pengaruh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
Pengaruh Transaksi Non Tunai, Pendapatan, dan Suku Bunga terhadap Jumlah Uang Beredar di Indonesia Tahun 2015-2022 Muhammad Naufal Muzhaffar; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.14534

Abstract

Abstract. This study examines the effect of non-cash transactions, income, and interest rates on the amount of money in circulation in Indonesia in 2015-2022. With the development of technology and the increasing adoption of non-cash payments, especially during the COVID-19 pandemic, there have been significant changes in people's transaction patterns. The World Health Organization (WHO) has recommended implementing a Cashless Society to reduce physical contact and the spread of the virus. This study uses quarterly data to analyze how non-cash payments, people's income, and interest rates affect the amount of money circulation in Indonesia. The results of the study showed that partially, there was no significant effect of non-cash transactions (p = 0.069), income (p = 0.648), and interest rates (p = 0.110) on the amount of money in circulation in Indonesia in 2015-2022, while simultaneously there was a significant effect of non-cash transactions, income, and interest rates on the amount of money in circulation in Indonesia in 2015-2022. The magnitude of the influence of non-cash transactions, income, and interest rates on the amount of money in circulation in 2015-2022 was 88.9%, while the remaining 11.1% was explained by other variables not included in this study. The results of this study are expected to provide a better understanding of monetary dynamics in the digital era and help to formulate more effective economic policies. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh transaksi non tunai, pendapatan, dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia dalam periode 2015-2022. Dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya adopsi pembayaran non tunai, terutama selama pandemi COVID-19, terjadi perubahan signifikan dalam pola transaksi masyarakat. World Health Organization (WHO) telah menganjurkan penerapan Cashless Society untuk mengurangi kontak fisik dan penyebaran virus. Penelitian ini menggunakan data triwulanan untuk menganalisis bagaimana pembayaran non tunai, pendapatan masyarakat, dan tingkat suku bunga mempengaruhi jumlah uang yang beredar di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara parsial, tidak terdapat pengaruh yang signifikan transaksi non tunai (p= 0,069), pendapatan (p=0,648), dan suku bunga (p=0,110), terhadap jumlah uang beredar di Indonesia tahun 2015-2022, sedangkan secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan transaksi non tunai, pendapatan, dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia tahun 2015-2022. Besarnya pengaruh transaksi non tunai, pendapatan, dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar Tahun 2015-2022 sebesar 88,9%, adapun sisanya 11,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika moneter di era digital dan membantu dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih efektif.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan dan Pengangguran terhadap Indeks Kebahagiaan di Indonesia Tahun 2014, 2017 dan 2021 Nofi Bestari; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.14724

Abstract

Abstract. Public welfare is a description of the standard of living of the community and is an important issue in economic development. However, the measurement of community welfare using macroeconomic indicators has not been able to explain community welfare subjectively. This study aims to identify and analyze how economic growth, income inequality and unemployment affect the happiness index in Indonesia in 2014, 2017 and 2021. In addition, this study also seeks to measure how much variation in the influence of these variables on the happiness index in Indonesia in the same period. The method used in this research is panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach. In this analysis, using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) in the 2014-2021 time span. This research uses descriptive and verification methods with a quantitative approach with a focus on describing whether or not the facts are true, and explaining the relationship between the variables studied. The results of this study indicate that income inequality partially has a significant effect on the happiness index in Indonesia. Economic growth has no effect on the happiness index because the priority sectors supporting LPE, which have a large production value and provide high added value, are not necessarily able to improve people's welfare because only a few people enjoy the development cake. Meanwhile, unemployment has no effect on the happiness index because people often use their time to improve their own quality. Abstrak. Kesejahteraan masyarakat merupakan gambaran taraf hidup masyarakat dan menjadi masalah penting dalam pembangunan ekonomi. Namun pengukuran kesejahteraan masyarakat menggunakan indikator makroekonomi belum mampu menjelaskan kesejahteraan masyarakat secara subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan dan pengangguran terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia tahun 2014, 2017 dan 2021. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengukur seberapa besar variasi pengaruh dari variabel-variabel tersebut terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia dalam periode yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Dalam analisis ini, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rentang waktu tahun 2014-2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif dengan fokus untuk menggambarkan benar atau tidaknya fakta-fakta yang ada, serta menjelaskan tentang hubungan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap indeks kebahagiaan di Indonesia. Variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap indeks kebahagiaan karena sektor prioritas penompang LPE yang memiliki nilai produksi yang besar dan memberikan nilai tambah yang tinggi belum tentu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena hanya sedikit masyarakat yang menikmati kue pembangunan. Sedangkan tidak berpengaruhnya variabel pengangguran terhadap indeks kebahagiaan dikarenakan masyarakat seringkali menggunakan waktu untuk meningkatkan kualitas diri.